Akses kelas selamanya

Ambil Promo
flash sale
hamburger-menu

Tips All

Meningkatkan skills menjadi 1% lebih baik

Reset
Kelas Level Up Desain UI/UX-mu dengan 5 Underatted Figma Plugin Ini! di BuildWithAngga

Level Up Desain UI/UX-mu dengan 5 Underatted Figma Plugin Ini!

Figma udah jadi sahabat setia para desainer, kan? Tapi, tau gak kalau ada beberapa plugin-nya yang sering terlewat tapi bisa jadi penyelamat hidup? Yuk, pada artikel kali ini kita bahas 5 plugin Figma yang underrated tapi wajib kamu coba! Typeout Typeout ini kayak jagoannya nulis buat desain kamu. Dia bisa ngasih saran-saran tulisan yang pas buat tombol, judul, atau teks lainnya. Kerennya lagi, dia punya banyak gaya tulisan yang bisa kamu pilih buat bikin desain kamu jadi lebih hidup. Typeout ini kayak punya asisten pribadi yang ahli dalam memilih kata-kata. Dia punya banyak pilihan gaya tulisan, dari yang formal sampai yang santai. Jadi, kamu tinggal pilih gaya yang paling cocok dengan desainmu. Selain itu, Typeout juga bisa bantuin kamu menemukan kata-kata yang tepat untuk tombol, judul, atau teks lainnya. Bayangkan, kamu gak perlu lagi pusing-pusing mikirin kata yang pas buat tombol "Beli Sekarang". Kelebihan: Bantuin nulis teks yang lebih menarikBanyak pilihan gaya tulisanHemat waktu mikirin tulisan Kekurangan: Kadang sarannya gak sesuai sama tone desainBelum support bahasa IndonesiaFitur masih terbatas Cara Menggunakan Plugin: Buka file Figma kamu.Save dulu plugin dari Figma CommunityAkses panel plugin dan cari "Typeout".Klik plugin dan pilih elemen teks yang ingin kamu ubah.Pilih gaya tulisan yang diinginkan (misal: judul, body, tombol).Typeout akan secara otomatis menghasilkan teks yang sesuai dengan gaya yang kamu pilih. Color Hunt Suka bingung pilih warna buat desain? Color Hunt ini jawabannya! Kamu bisa ambil banyak palet warna cantik dari website Color Hunt langsung ke Figma. Tinggal klik-klik aja, warna langsung jadi! Praktis banget! Di sini, kamu bisa nemuin ribuan kombinasi warna yang cantik dan harmonis. Tinggal pilih palet yang kamu suka, lalu tinggal seret ke desainmu. Gak perlu lagi pusing-pusing cari warna yang cocok. Kelebihan: Banyak pilihan palet warnaMudah digunakanBisa bikin desain jadi lebih harmonis Kekurangan: Red LinesKadang sulit menemukan warna yang tepatTidak bisa custom warna secara detailKetergantungan pada palet yang tersedia Cara Menggunakan Plugin: Buka file Figma kamu.Search "Color Hunt" di browser-muKlik pilihan palet warna yang kamu suka.Copy dan paste kodes warna dari palet ke objek yang ingin kamu warnai. Red Lines Nyerahin desain ke developer itu ribet banget, kan? Harus kasih ukuran, spesifikasi, dan segala macem. Nah, Red Lines ini bisa bantuin kamu bikin catatan detail di desain kamu. Jadi, developer gak bakal bingung lagi. Red Lines adalah plugin yang sangat membantu dalam proses handover desain ke developer. Dengan Red Lines, kamu bisa menambahkan anotasi, ukuran, dan spesifikasi detail pada desainmu sehingga developer lebih mudah memahami maksud desainmu. Kelebihan: Hemat waktu buat bikin anotasiDesain jadi lebih jelas buat developerBisa bikin desain lebih profesional Kekurangan: Kurang fleksibel untuk jenis anotasi tertentuBelajar pakai fiturnya butuh waktuKadang interface-nya agak ribet Cara Menggunakan Plugin: Buka file Figma kamu.Save dulu plugin dari Figma CommunityAkses panel plugin dan cari "Redlines".Klik plugin dan pilih elemen yang ingin kamu berikan anotasi.Tambahkan catatan, ukuran, jarak, atau informasi lainnya yang diperlukan. Ghost Nunggu loading screen itu lama banget, kan? Ghost bisa bantu kamu bikin loading screen yang keren dan gak bikin user bete. Tinggal klik satu kali, loading screen langsung jadi! Dengan plugin ini, kamu bisa membuat loading screen yang terlihat lebih hidup dan tidak membosankan. Ghost menyediakan berbagai macam animasi loading yang bisa kamu sesuaikan dengan desainmu. Kelebihan*:* Cepet bikin loading screenBanyak variasi loading screenBikin desain terlihat lebih profesional Kekurangan*:* Pilihan customization terbatasKadang hasilnya kurang sesuai dengan desainBelum support animasi yang kompleks Cara Menggunakan Plugin: Buka file Figma kamu.Save dulu plugin dari Figma CommunityAkses panel plugin dan cari "Ghost".Klik plugin dan pilih style loading screen yang diinginkan.Sesuaikan warna dan animasi sesuai dengan desainmu. Lorem Ipsum Lorem Ipsum adalah teks standar yang sering digunakan dalam desain untuk mengisi ruang kosong sementara. Plugin Lorem Ipsum di Figma memudahkan kamu untuk menambahkan teks dummy ini ke dalam desainmu dengan cepat dan mudah. Kelebihan: Menghemat waktu dalam mengisi teks dummy pada banyak elemen desain.Banyak opsi untuk mengatur jumlah paragraf, kalimat, dan kata.Antarmuka yang sederhana dan intuitif. Kekurangan: Teks yang dihasilkan hanya berupa placeholder dan tidak memiliki makna.Beberapa plugin mungkin memiliki opsi kustomisasi yang terbatas.Untuk konten yang membutuhkan konteks atau informasi spesifik, teks Lorem Ipsum tidak relevan. Cara Menggunakan Plugin Buka file Figma kamuSave dulu plugin dari Figma Community.Akses panel plugin dan cari "Lorem Ipsum".Klik plugin dan pilih elemen teks yang ingin kamu isi.Atur jumlah paragraf, kalimat, dan kata yang diinginkan. Penutup Dengan memanfaatkan plugin-plugin ini, kamu bisa meningkatkan produktivitas, menghasilkan desain yang lebih berkualitas, dan tentunya, membuat klien kamu puas. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, coba plugin-plugin ini sekarang! Bingung mau start belajar UI/UX di mana? Yuk gabung ke kelas-kelas UI/UX BuidlWithAngga dan asah *skill-*mu sembari membangun portfolio berkualitas! Ingat, tools ini hanya pelengkap. Kreativitas dan ide orisinal tetap menjadi kunci utama dalam desain. Namun, dengan bantuan plugin-plugin ini, kamu bisa lebih fokus pada aspek kreatif desainmu 🤩

Kelas 10 Tips Programmer Ketika Menggunakan Framework Laravel di BuildWithAngga

10 Tips Programmer Ketika Menggunakan Framework Laravel

Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer dan banyak digunakan oleh web developer untuk membuat website yang trendi saat ini. Dengan fitur-fitur yang lengkap dan dokumentasi yang baik, Laravel memudahkan developer dalam membangun aplikasi web yang robust dan scalable. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 tips penting untuk programmer ketika menggunakan framework Laravel agar pekerjaan lebih cepat dan terlihat profesional. Selain itu, kita juga akan membahas beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh programmer pemula. Mengapa Laravel Memudahkan Pembuatan Website Tren Saat Ini Laravel menawarkan berbagai fitur yang membuat pembuatan website menjadi lebih mudah dan cepat. Bayangkan Laravel sebagai kotak peralatan canggih yang memiliki semua alat yang Anda butuhkan untuk membangun rumah impian Anda. Dengan alat-alat ini, Anda dapat bekerja lebih cepat dan hasil akhirnya akan lebih baik. Berikut adalah beberapa fitur unggulan yang dimiliki Laravel: 1. Eloquent ORM Eloquent ORM adalah alat yang mempermudah manipulasi database dengan model yang intuitif. Dengan Eloquent, Anda bisa berinteraksi dengan database seolah-olah Anda sedang berinteraksi dengan objek dalam bahasa pemrograman. Analogi: Bayangkan Anda ingin membangun sebuah perpustakaan. Eloquent ORM seperti memiliki pustakawan yang dapat membantu Anda menemukan, menambah, dan mengatur buku-buku dengan cepat dan mudah, tanpa harus mencari satu per satu di rak. Contoh Kode: // file: app/Models/Book.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Factories\\\\HasFactory; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Book extends Model { use HasFactory; protected $fillable = ['title', 'author', 'isbn']; } // Mengambil semua buku dari database $books = Book::all(); // Menambah buku baru ke database $book = Book::create([ 'title' => 'The Great Gatsby', 'author' => 'F. Scott Fitzgerald', 'isbn' => '9780743273565' ]); 2. Blade Templating Engine Blade adalah templating engine yang memudahkan pembuatan layout yang dinamis dan reusable. Dengan Blade, Anda dapat membuat tampilan yang lebih terstruktur dan mudah dikelola. Analogi: Bayangkan Anda sedang membuat desain interior untuk beberapa ruangan. Blade seperti memiliki set cetakan untuk berbagai desain, sehingga Anda dapat dengan mudah menduplikasi dan menyesuaikan desain tersebut tanpa harus membuat dari awal setiap kali. Contoh Kode: <!-- file: resources/views/layouts/app.blade.php --> <!DOCTYPE html> <html> <head> <title>@yield('title', 'Laravel App')</title> </head> <body> <div class="container"> @yield('content') </div> </body> </html> <!-- file: resources/views/books/index.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('title', 'Book List') @section('content') <h1>Book List</h1> <ul> @foreach($books as $book) <li>{{ $book->title }} by {{ $book->author }}</li> @endforeach </ul> @endsection 3. Artisan Command Line Tool Artisan adalah command line tool yang membantu dalam menjalankan berbagai perintah secara efisien, seperti migrasi database, scaffolding, dan banyak lagi. Analogi: Bayangkan Artisan sebagai asisten pribadi yang selalu siap membantu Anda dengan berbagai tugas. Anda cukup memberikan perintah, dan Artisan akan melakukannya untuk Anda, seperti membuatkan kopi atau mengatur jadwal Anda. Contoh Kode: # Membuat controller php artisan make:controller BookController # Membuat model beserta migrasi php artisan make:model Book -m # Menjalankan migrasi untuk membuat tabel di database php artisan migrate Contoh Proyek: Membuat Aplikasi Perpustakaan Sederhana Langkah 1: Membuat Proyek Laravel composer create-project --prefer-dist laravel/laravel library-app cd library-app Langkah 2: Membuat Model dan Migrasi untuk Buku php artisan make:model Book -m Langkah 3: Menambahkan Schema pada Migrasi // file: database/migrations/xxxx_xx_xx_create_books_table.php public function up() { Schema::create('books', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('title'); $table->string('author'); $table->string('isbn')->unique(); $table->timestamps(); }); } public function down() { Schema::dropIfExists('books'); } Langkah 4: Menjalankan Migrasi php artisan migrate Langkah 5: Membuat Controller untuk Buku php artisan make:controller BookController Langkah 6: Menambahkan Logika pada Controller // file: app/Http/Controllers/BookController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Book; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class BookController extends Controller { public function index() { $books = Book::all(); return view('books.index', compact('books')); } public function create() { return view('books.create'); } public function store(Request $request) { $request->validate([ 'title' => 'required', 'author' => 'required', 'isbn' => 'required|unique:books', ]); Book::create($request->all()); return redirect()->route('books.index'); } } Langkah 7: Membuat View untuk Daftar Buku <!-- file: resources/views/books/index.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('title', 'Book List') @section('content') <h1>Book List</h1> <a href="{{ route('books.create') }}">Add New Book</a> <ul> @foreach($books as $book) <li>{{ $book->title }} by {{ $book->author }}</li> @endforeach </ul> @endsection Langkah 8: Membuat View untuk Formulir Tambah Buku <!-- file: resources/views/books/create.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('title', 'Add New Book') @section('content') <h1>Add New Book</h1> <form action="{{ route('books.store') }}" method="POST"> @csrf <label for="title">Title</label> <input type="text" id="title" name="title"> <label for="author">Author</label> <input type="text" id="author" name="author"> <label for="isbn">ISBN</label> <input type="text" id="isbn" name="isbn"> <button type="submit">Add Book</button> </form> @endsection Langkah 9: Menambahkan Route untuk Buku // file: routes/web.php use App\\\\Http\\\\Controllers\\\\BookController; Route::resource('books', BookController::class); Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat membuat aplikasi perpustakaan sederhana yang memanfaatkan fitur-fitur unggulan dari Laravel. Ini menunjukkan bagaimana Laravel memudahkan pembuatan website tren saat ini dengan berbagai fitur canggih yang dimilikinya. Contoh Tren Web Development Saat Ini Berikut adalah beberapa tren web development terkini yang dapat dengan mudah diimplementasikan menggunakan Laravel. Single Page Applications (SPA) SPA adalah aplikasi web yang memuat satu halaman HTML dan secara dinamis memperbarui konten saat pengguna berinteraksi dengan aplikasi. Dengan Laravel, Anda dapat membuat backend API yang solid untuk mendukung SPA menggunakan framework front-end seperti Vue.js atau React. Langkah-langkah untuk membuat SPA dengan Laravel: Install Laravel: composer create-project --prefer-dist laravel/laravel spa-backend Buat API Controller: php artisan make:controller UserController // file: app/Http/Controllers/UserController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\User; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class UserController extends Controller { public function index() { return response()->json(User::all()); } } Definisikan Route untuk API: // file: routes/api.php use App\\\\Http\\\\Controllers\\\\UserController; Route::get('/users', [UserController::class, 'index']); Install Vue.js (opsional): vue create spa-frontend cd spa-frontend npm install axios Contoh Penggunaan API di Vue.js: // file: src/components/UserList.vue <template> <div> <ul> <li v-for="user in users" :key="user.id">{{ user.name }}</li> </ul> </div> </template> <script> import axios from 'axios'; export default { data() { return { users: [] } }, mounted() { axios.get('<http://your-laravel-app.test/api/users>') .then(response => { this.users = response.data; }); } } </script> Progressive Web Apps (PWA): PWA adalah aplikasi web yang memberikan pengalaman pengguna seperti aplikasi native, termasuk kemampuan untuk bekerja offline, notifikasi push, dan performa yang cepat. Laravel dapat digunakan bersama dengan tools seperti Laravel PWA package untuk mengimplementasikan PWA. Langkah-langkah untuk membuat PWA dengan Laravel: Install Laravel PWA Package: composer require hansschouten/laravel-pwa Konfigurasi PWA: // file: config/laravelpwa.php return [ 'name' => 'Laravel PWA', 'manifest' => [ 'name' => env('APP_NAME', 'Laravel PWA'), 'short_name' => 'PWA', 'start_url' => '/', 'display' => 'standalone', 'theme_color' => '#f7f7f7', 'background_color' => '#ffffff', ], ]; Publikasi Assets PWA: php artisan vendor:publish --provider="LaravelPWA\\\\Providers\\\\LaravelPWAServiceProvider" Testing PWA: Buka aplikasi Anda di browser dan lihat apakah aplikasi sudah memenuhi syarat PWA dengan menggunakan tool seperti Lighthouse di Google Chrome. E-commerce Websites: Membuat situs e-commerce dengan Laravel dapat dilakukan dengan mudah dan scalable. Laravel memiliki berbagai paket seperti Laravel Cashier untuk memudahkan manajemen pembayaran. Langkah-langkah untuk membuat E-commerce Website dengan Laravel: Install Laravel: composer create-project --prefer-dist laravel/laravel ecommerce Buat Model dan Migrasi untuk Produk: php artisan make:model Product -m // file: database/migrations/xxxx_xx_xx_create_products_table.php use Illuminate\\\\Database\\\\Migrations\\\\Migration; use Illuminate\\\\Database\\\\Schema\\\\Blueprint; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Schema; class CreateProductsTable extends Migration { public function up() { Schema::create('products', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('name'); $table->text('description'); $table->decimal('price', 8, 2); $table->timestamps(); }); } public function down() { Schema::dropIfExists('products'); } } Buat Controller untuk Produk: php artisan make:controller ProductController // file: app/Http/Controllers/ProductController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Product; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class ProductController extends Controller { public function store(Request $request) { $product = new Product(); $product->name = $request->name; $product->description = $request->description; $product->price = $request->price; $product->save(); return response()->json(['message' => 'Product created successfully']); } } Definisikan Route untuk Produk: // file: routes/web.php use App\\\\Http\\\\Controllers\\\\ProductController; Route::post('/products', [ProductController::class, 'store']); Install Laravel Cashier untuk Manajemen Pembayaran (opsional): composer require laravel/cashier // file: config/services.php 'stripe' => [ 'model' => App\\\\Models\\\\User::class, 'key' => env('STRIPE_KEY'), 'secret' => env('STRIPE_SECRET'), ], // file: .env STRIPE_KEY=your-stripe-key STRIPE_SECRET=your-stripe-secret Pentingnya Membaca Dokumentasi Laravel Banyak programmer pemula sering mengabaikan dokumentasi resmi Laravel, padahal dokumentasi tersebut sangat lengkap dan membantu. Membaca dokumentasi dapat menghemat waktu dan mencegah kesalahan yang tidak perlu. Belajar Laravel dengan Project-Based Learning Untuk mempercepat pembelajaran Laravel, belajar sekaligus membangun proyek nyata adalah metode yang sangat efektif. Salah satu platform yang menyediakan kelas dengan konsep ini adalah buildwithangga.com. Dengan project-based learning, Anda bisa langsung mengaplikasikan teori yang dipelajari ke dalam proyek nyata. 10 Tips Programmer Menggunakan Framework Laravel Untuk menjadi lebih efisien dan profesional dalam menggunakan Laravel, berikut adalah 10 tips yang dilengkapi dengan contoh kode dalam proyek yang lebih kompleks. 1. Gunakan Artisan CLI Artisan CLI dapat membantu mempercepat banyak tugas seperti membuat controller, model, dan migrasi. Selain itu, Anda dapat membuat perintah khusus untuk kebutuhan proyek Anda. Contoh Kode: # Membuat controller php artisan make:controller UserController # Membuat model beserta migrasi php artisan make:model Product -m # Membuat seeder php artisan make:seeder ProductSeeder # Membuat perintah kustom php artisan make:command GenerateReport Penggunaan dalam proyek: // file: app/Http/Controllers/UserController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\User; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class UserController extends Controller { public function index() { $users = User::all(); return view('users.index', compact('users')); } } // file: app/Console/Commands/GenerateReport.php namespace App\\\\Console\\\\Commands; use Illuminate\\\\Console\\\\Command; class GenerateReport extends Command { protected $signature = 'report:generate {type}'; protected $description = 'Generate a report based on the given type'; public function __construct() { parent::__construct(); } public function handle() { $type = $this->argument('type'); $this->info("Generating {$type} report..."); // Logic untuk generate report } } 2. Manfaatkan Eloquent ORM Eloquent membuat manipulasi database menjadi lebih intuitif dan mudah, terutama dalam proyek yang kompleks dengan banyak relasi antar tabel. Contoh Kode: // file: app/Models/Product.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Factories\\\\HasFactory; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Product extends Model { use HasFactory; protected $fillable = ['name', 'description', 'price']; public function category() { return $this->belongsTo(Category::class); } public function tags() { return $this->belongsToMany(Tag::class); } } // Mengambil semua produk dengan kategori dan tag $products = Product::with(['category', 'tags'])->get(); 3. Pahami Blade Templating Blade membuat pembuatan tampilan menjadi lebih sederhana dan terorganisir, terutama ketika bekerja dengan banyak komponen dan layout yang kompleks. Contoh Kode: <!-- file: resources/views/layouts/app.blade.php --> <!DOCTYPE html> <html> <head> <title>@yield('title', 'Laravel App')</title> </head> <body> <div class="container"> @yield('content') </div> </body> </html> <!-- file: resources/views/products/index.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('title', 'Product List') @section('content') <h1>Product List</h1> <ul> @foreach($products as $product) <li>{{ $product->name }} - {{ $product->price }}</li> @endforeach </ul> @endsection 4. Gunakan Middleware untuk Keamanan Middleware sangat berguna untuk menangani otentikasi dan otorisasi. Ini dapat digunakan untuk memfilter permintaan HTTP dan memastikan keamanan aplikasi Anda. Contoh Kode: // file: app/Http/Middleware/CheckAdmin.php namespace App\\\\Http\\\\Middleware; use Closure; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Auth; class CheckAdmin { public function handle($request, Closure $next) { if (!Auth::user() || !Auth::user()->is_admin) { return redirect('/home'); } return $next($request); } } // Register middleware di kernel // file: app/Http/Kernel.php protected $routeMiddleware = [ // Middleware lainnya 'admin' => \\\\App\\\\Http\\\\Middleware\\\\CheckAdmin::class, ]; // Menggunakan middleware di route // file: routes/web.php Route::middleware(['admin'])->group(function () { Route::get('/admin/dashboard', [AdminController::class, 'index']); }); 5. Manfaatkan Laracasts Laracasts menyediakan tutorial video yang sangat membantu untuk memahami Laravel secara mendalam. Banyak developer profesional memanfaatkan sumber daya ini untuk meningkatkan skill mereka. 6. Gunakan Tinker untuk Debugging Tinker memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan aplikasi Laravel melalui command line, yang sangat berguna untuk debugging dan pengujian. Contoh Kode: php artisan tinker >>> $user = User::find(1); >>> $user->name = 'New Name'; >>> $user->save(); 7. Implementasikan Caching Memanfaatkan caching dapat mempercepat aplikasi Anda dengan menyimpan data yang sering diakses dalam cache. Contoh Kode: // Menyimpan data dalam cache Cache::put('key', 'value', $minutes); // Mengambil data dari cache $value = Cache::get('key'); // Menggunakan cache di controller // file: app/Http/Controllers/ProductController.php public function index() { $products = Cache::remember('products', 60, function() { return Product::all(); }); return view('products.index', compact('products')); } 8. Gunakan Laravel Horizon untuk Queues Horizon memudahkan manajemen antrian pekerjaan, yang sangat berguna dalam aplikasi skala besar yang membutuhkan pemrosesan tugas asinkron. Contoh Kode: composer require laravel/horizon php artisan horizon:install php artisan migrate // file: config/horizon.php 'environments' => [ 'production' => [ 'supervisor-1' => [ 'connection' => 'redis', 'queue' => ['default'], 'balance' => 'simple', 'processes' => 10, 'tries' => 3, ], ], ], # Menjalankan Horizon php artisan horizon 9. Manfaatkan Paket Eksternal Laravel memiliki ekosistem paket yang kaya untuk mempercepat pengembangan. Anda bisa memanfaatkan berbagai paket eksternal untuk menambahkan fitur ke aplikasi Anda. Contoh Kode: composer require barryvdh/laravel-dompdf // file: app/Http/Controllers/InvoiceController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use Barryvdh\\\\DomPDF\\\\Facade as PDF; class InvoiceController extends Controller { public function generatePDF() { $data = ['title' => 'Welcome to Laravel PDF']; $pdf = PDF::loadView('invoice', $data); return $pdf->download('invoice.pdf'); } } 10. Gunakan Testing Laravel memudahkan penulisan tes untuk memastikan aplikasi berjalan dengan baik. Penulisan tes sangat penting untuk memastikan bahwa fitur-fitur dalam aplikasi Anda berfungsi sebagaimana mestinya. Contoh Kode: // file: tests/Feature/UserTest.php namespace Tests\\\\Feature; use Tests\\\\TestCase; use Illuminate\\\\Foundation\\\\Testing\\\\RefreshDatabase; class UserTest extends TestCase { use RefreshDatabase; public function test_example() { $response = $this->get('/'); $response->assertStatus(200); } public function test_create_user() { $response = $this->post('/users', [ 'name' => 'John Doe', 'email' => '[email protected]', 'password' => 'password', ]); $response->assertStatus(201); $this->assertDatabaseHas('users', ['email' => '[email protected]']); } } Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat meningkatkan efisiensi dan profesionalisme dalam pengembangan aplikasi menggunakan Laravel. Selalu perbarui pengetahuan Anda dan manfaatkan sumber daya yang ada untuk mengoptimalkan kerja Anda. Kesalahan Umum Programmer Ketika Menggunakan Framework Laravel Ketika menggunakan framework Laravel, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh programmer, terutama pemula. Memahami kesalahan-kesalahan ini dapat membantu Anda menghindarinya dan meningkatkan kualitas kode serta keamanan aplikasi Anda. 1. Tidak Membaca Dokumentasi Banyak programmer pemula sering mengabaikan dokumentasi resmi Laravel. Padahal, dokumentasi Laravel sangat lengkap dan informatif. Dokumentasi ini mencakup berbagai aspek dari framework, mulai dari pengenalan dasar hingga fitur-fitur lanjutan. Contoh Kesalahan: Menggunakan fitur tanpa memahami cara kerjanya.Salah konfigurasi yang menyebabkan error. Solusi: Luangkan waktu untuk membaca dan memahami dokumentasi Laravel.Gunakan dokumentasi sebagai referensi utama ketika menghadapi masalah. Contoh Kode: // Kesalahan: Menggunakan query builder tanpa memahami cara kerjanya. $users = DB::table('users')->get(); 2. Mengabaikan Keamanan Keamanan adalah aspek penting dalam pengembangan aplikasi web. Namun, banyak programmer sering mengabaikan middleware dan validasi data, yang dapat menyebabkan celah keamanan dalam aplikasi mereka. Contoh Kesalahan: Tidak menggunakan middleware untuk otentikasi.Tidak memvalidasi input dari pengguna. Solusi: Selalu gunakan middleware untuk melindungi rute yang membutuhkan otentikasi.Validasi semua input dari pengguna untuk mencegah serangan seperti SQL Injection. Contoh Kode: // Kesalahan: Tidak menggunakan middleware untuk otentikasi. Route::get('/dashboard', [DashboardController::class, 'index']); // Solusi: Gunakan middleware untuk melindungi rute. Route::middleware(['auth'])->group(function () { Route::get('/dashboard', [DashboardController::class, 'index']); }); // Kesalahan: Tidak memvalidasi input dari pengguna. public function store(Request $request) { $user = new User(); $user->name = $request->name; $user->email = $request->email; $user->save(); } // Solusi: Validasi input dari pengguna. public function store(Request $request) { $validatedData = $request->validate([ 'name' => 'required|max:255', 'email' => 'required|email|unique:users', ]); $user = new User(); $user->name = $validatedData['name']; $user->email = $validatedData['email']; $user->save(); } 3. Tidak Menggunakan Versi Terkini Laravel secara rutin merilis pembaruan yang mencakup fitur-fitur baru, peningkatan performa, dan perbaikan keamanan. Menggunakan versi Laravel yang sudah lama dapat menyebabkan masalah kompatibilitas dan celah keamanan yang tidak teratasi. Contoh Kesalahan: Menggunakan Laravel versi lama yang tidak didukung lagi.Tidak memanfaatkan fitur-fitur terbaru yang disediakan Laravel. Solusi: Selalu periksa dan gunakan versi terbaru dari Laravel.Baca changelog untuk mengetahui fitur-fitur baru dan perbaikan yang ada. Contoh Kode: # Kesalahan: Menggunakan Laravel versi lama. composer create-project --prefer-dist laravel/laravel:^7.0 myproject # Solusi: Menggunakan versi terbaru Laravel. composer create-project --prefer-dist laravel/laravel myproject Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan umum ini, Anda dapat mengembangkan aplikasi Laravel yang lebih aman, efisien, dan up-to-date. Pastikan untuk selalu membaca dokumentasi, menjaga keamanan aplikasi, dan menggunakan versi terbaru dari Laravel untuk hasil terbaik. Penutup dan Saran Laravel adalah pilihan yang tepat untuk membangun aplikasi web yang modern dan scalable. Dengan berbagai fitur dan komunitas yang besar, Anda bisa belajar banyak dan mendapatkan dukungan yang diperlukan. Untuk belajar Laravel dengan efektif, sebaiknya Anda membaca dokumentasi, mengikuti tutorial video di Laracasts, dan belajar melalui project-based learning seperti yang disediakan oleh buildwithangga.com. Dengan demikian, Anda akan lebih cepat menguasai Laravel dan dapat membangun aplikasi web yang profesional. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat coding!

Kelas Tutorial Bikin UI Design Landing Page Jual-Beli Mobil Bekas di BuildWithAngga

Tutorial Bikin UI Design Landing Page Jual-Beli Mobil Bekas

Hello people with the spirit of learning! 👋🏻 Di artikel kali ini, kita akan mempelajari langkah-langkah membuat UI design landing page untuk platform jual-beli mobil bekas. Kita akan membahas cara menciptakan tampilan yang menarik, merancang elemen-elemen kunci seperti hero section, galeri mobil, penampilan dealer mobil, beserta section penting lainnya. Ada beberapa alasan mengapa UI Design yang baik sangat penting untuk landing page jual-beli mobil bekas: Meningkatkan kepercayaan calon pembeliMemudahkan pengguna daam mencari mobil impian merekaMenonjolkan keunggulan platform kamu di pasar yang kompetitif Sebelum itu, kamu perlu tau dulu nih seperti apa tampilan dari landing pages yang akan kamu buat, dan kurang lebih seperti ini nih tampilannya: Sebelum itu, kamu perlu tau dulu nih seperti apa tampilan dari landing pages yang akan kamu buat, dan kurang lebih seperti ini nih tampilannya: Nah, gimana?, keren kan?, Sekarang mari kita mulai perjalanan desain kita untuk menciptakan landing page yang informatif, menarik, dan bermanfaat untuk pengguna, Let’s Gooooo! 🚗✨" 1. Buka Software atau Website Figma Karena kita menggunakan figma untuk membuat tampilan landing pages, kamu bisa buka dulu software figma-nya, atau kamu juga bisa akses melalui website figma ya!!!, dan dalam tutorial ini saya menggunakan figma yang versi website. Kemudian jangan lupa login menggunakan akun kamu, dan jika tidak punya akun, kamu bisa membuatnya dulu ya. Setelah berhasil login, kamu bisa langsung memilih New Design File untuk membuat file desain baru, yang nantinya akan kamu gunakan untuk membuat desainnya, dan tampilannya seperti ini nih: Setelah klik New Design File, nantinya kamu akan di arahkan ke halaman canvas baru kamu, dengan tampilan seperti ini: Dan, dijelaskan sedikit mengenai bagian yang saya highlight yaaa, supaya nantinya kamu sudah tau bagian mana yang nantinya akan digunakan: Toolbar: berisi tools yang bisa kamu gunakan untuk menambahkan elemen desain, contohnya: shape, frame, pen-tool, text, plugin, komentar, hand-tool. dan di dalamnya juga tampilkan short cut, apabila kamu malas bolak balik buka toolbarnya, dan berikut penjabarannya: Left Sidebar: berisi halaman, asset, dan identitas dari elemen, komponen, serta frame yang sudah kamu buat di dalam canvas, dan kamu bisa mengganti namanya sesuai yang kamu butuhkan, dan berikut penjabarannya: Right Sidebar: berisi editor yang berfungsi untuk merubah nilai dari elemen, serta frame yang sudah kamu buat di dalam canvas, serta ada bagian yang bernama Export yang bisa kamu gunakan untuk mendownload hasil desain kamu loh, dan berikut penjabarannya: Canvas: area yang bisa kamu gunakan untuk membuat desain, dan kamu bisa memanfaatkan toolbar untuk membuat elemen dan frame desain yang kamu inginkan, dan berikut penjabarannya: Nah, ketika kamu sudah mulai mendesain, maka contoh tampilan left sidebar, canvas, dan right sidebar akan jadi seperti ini nih: Setelah memahami bagian-bagian penting pada figma, selanjutnya, kamu sudah bisa untuk memulai membuat tampilan landing pages, pertama bisa dengan membuat bagian frame utama terlebih dulu di dalam canvas. 2. Bagian Frame Utama frame utama merupakan bagian yang sangat penting, karena berfungsi untuk menempatkan elemen, frame dan komponen yang akan kita buat nantinya (frame utama dalam keadaan kosong pada gambar), dan mari kita lanjut untuk membuat frame utama. 3. Cara Membuat Frame Utama Untuk membuat frame utama, kamu bisa menggunakan frame ukuran Macbook Air dan dapat ditambahkan dengan cara: Tekan tombol “F” pada keyboard, & jangan klik mouse kam, tapi langsung pilih opsi Macbook Air pada bagian Right Sidebar yang akan kamu jadikan sebagai frame utamaKemudian, select frame utama, lalu ubah:Width: 1280pxHeight: 5259pxBackground Fill: #FFFFFF Kemudian, kamu bisa gunakan layout grid columns, yang berfungsi memandu jarak di dalam frame, supaya nanti kamu bisa dengan mudah mengatur letak elemen, komponen, dan frame. dan kamu bisa menggunakan fitur ini dengan cara: Select frame utama, kemudian pada Right Sidebar pilih Layout GridLalu, klik icon “+”, kemudian ganti dari Grid menjadi ColumnsKemudian, ubah nilai di dalam Columns menjadi:Count: 12Margin: 64Gutter: 20Color Oppacity: 5% (apabila garisnya terlalu terang, bisa kamu turunkan lagi misalnya menjadi 3%) Setelah berhasil membuat frame utama, kamu sudah bisa memulai untuk membuat bagian-bagian dari landing pages nih, dan akan dimulai dari bagian Top Bar dulu ya. 4. Bagian Top Bar Bagian Top Bar berada di posisi paling atas di frame utama, dan berfungsi sebagai alat navigasi pengguna di dalam website jual beli mobil bekas, yang berisi Logo, Menu Navigasi, Tombol Sign in, dan Tombol Get Started, nah maka dari itu bagian ini sangat penting banget guysss. Tapi, sebelumnya kita perlu membuat Top Bar Area dulu nih, karena akan berfungsi sebagai wadah dari elemen, serta komponen Top Bar nanti, dan mari kita lanjut untuk membuat Top Bar Area. 5. Cara Membuat Top Bar Area Untuk membuat Top Bar, kamu bisa membuat *frame *****terlebih dahulu, dengan cara: Tekan key “F” pada keyboard, dan tempatkan ke dalam frame utama, dan tambahkan warna Background Fill= #1A1C21.Ubah width dari frame tersebut menjadi 1280px, sama seperti frame utama.Ubah height dari frame tersebut menjadi 125px 6. Cara Membuat Elemen, dan Komponen Di Dalam Top Bar Area Di dalam Top Bar Area, perlu kamu tambahkan elemen serta komponen penting, yang nantinya bisa memudahkan pengguna bernavigasi di dalam website ini, dan antara lain seperti Logo, Menu Navigasi, Tombol Sign in, dan Tombol Get Started. Cara Membuat Logo: Untuk logo Landing Page, kamu bisa membuat komponen ini dengan cara:Ketik huruf “S”: Inter, black, dan 36px.Klik kanan pada text tersebut, kemudian pilih frame selection.Ubah width, dan height dari frame tersebut menjadi 44px.Tambahkan fill background pada frame tersebut, dan ubah menjadi linear, dengan:stops 0% - #588CF3, Oppacity= 100%,stops 100% - #115BEE, Oppacity= 100%.Ubah border radius frame tersebut menjadi 12px. Lalu, letakan logo di dalam top bar area, dengan jarak sisi kiri sebesar 62px. Cara Membuat Menu Navigasi: Untuk membuat Menu Navigasi, kamu bisa membuat komponen ini dengan cara:Ketikan “Home”: Inter, black, dan 16px.Klik text “Home” tersebut, dan aktifkan auto layout, tekan Shift + A pada keyboard untuk aktifkan auto layout-nya. Dengan begitu, text “Home” akan memiliki auto layout, pastikan memiliki:Horizontal Padding= 8pxVertical Padding= 8pxKlik text “Home” tersebut, kemudian tekan CTRL + D pada keyboard untuk copy-paste secara langsung text tersebut, lakukan sebanyak 2 kali, kemudian ubah text tersebut menjadi “Beli Mobil”, dan “Jual Mobil”. Ubah spacing-nya menjadi 72px Lalu, letakan Menu Navigasi di dalam top bar area, dengan jarak sisi kiri dengan logo sebesar 364px. Cara Membuat Tombol Sign in, dan Tombol Get Started: Untuk membuat Sign in button, dan Get Started button, kamu bisa membuat komponen ini dengan cara:Ketik “Sign in”: Inter, Regular, dan 16px.Ketik “Get Started”: Inter, Bold, dan 16px.Klik text “Get Started” tersebut, dan aktifkan auto layout, tekan Shift + A pada keyboard untuk aktifkan auto layout-nya. Ubah:Horizontal Padding= 32pxVertical Padding= 18pxTambahkan warna Background Fill= #3775F1.Tekan CTRL + Shift pada keyboard, dan select text “Sign in”, dan “Get Started”, kemudian lanjut tekan Shift + A untuk aktifkan auto layout baru. Ubah:Horizontal Padding= 0px.Vertical Padding= 0px Lalu, letakan Tombol Sign in, dan Tombol Get Started di dalam top bar area, dengan jarak sisi kanan sebesar 62px. Setelah berhasil membuat Top Bar Area, serta elemen, dan komponen di dalamnya, kamu sudah bisa lanjut ke bagian selanjutnya nih, yaitu Hero Sections. 7. Bagian Hero Section Bagian Hero Section berada tepat di bawah top bar, di dalam frame utama dan berfungsi untuk menyampaikan informasi dari apa yang ditawarkan, dan memberikan gambaran dari website ini, jadi bagian ini sangat penting guys! 8. Cara Membuat Membuat Hero Section Area Untuk membuat Hero Section Area, kamu bisa membuat frame terlebih dahulu, dengan cara: Tekan key “F” pada keyboard, dan tempatkan ke dalam frame utama, dan tambahkan warna Background Fill diubah dari Solid menjadi linear, dengan style:stops 0% - #1B1D22, Oppacity= 0%stops 100% - #07090D, Oppacity= 100%Ubah width dari frame tersebut menjadi 1280px, dan height menjadi 665px.Aktifkan Clip Content. 9. Cara Membuat Elemen, dan Komponen di Dalam Hero Section Di dalam Hero Section, perlu kamu tambahkan elemen serta komponen penting, yang nantinya bisa memudahkan pengguna bernavigasi di dalam website ini, dan antara lain seperti Hero Message, Signed Underline, Card Tampilan Mobil, dan Mini Planet. Cara Membuat Hero Messages: Untuk membuat Hero Messages, kamu bisa membuat elemen ini dengan cara:Untuk judul, ketik text “Jual Beli Mobil Di Mana dan Kapan Saja”: Inter, Bold, dan 64px.Untuk label, Ketik text “Situs Jual Beli Mobil Terpercaya”: Inter, Reguler, dan 12px.Tambahkan Icon Verify ukuran 16px.Tekan CTRL + Shift pada keyboard, dan select text “Situs Jual Beli Mobil Terpercaya”, dan Icon Verify, kemudian lanjut tekan Shift + A untuk aktifkan auto layout baru seperti pada gambar. Ubah:Border Radius=100Spacing= 8pxHorizontal Padding= 8pxVertical Padding= 8pxTambahka Background Fill= #FFFFFF, dengan Oppacity= 13%.Untuk icon bisa kalian dapatkan di sini yaaa !. Lalu, letakan judul dan label di dalam Hero Section Area, dengan jarak sisi kiri sebesar 62px, dan sisi atas sebesar 85px Cara Membuat Sign Underline: Untuk membuat elemen Signed Underline, kamu bisa membuat elemen ini dengan cara:Pilih Pencil pada area Pen Tool, Ubah ketebalan menjadi 3px, pilih Round, dan dengan Background Fill #3775F1.Gunakan mouse kamu untuk membuat tampilan Signed Underline di bawah text judul. Lalu, letakan Sign Underline di dalam Hero Section Area, di bawah judul dengan jarak sebesar 18px Cara Membuat Card Tampilan Mobil: Untuk membuat Card Tampilan Mobil, kamu bisa membuat elemen ini dengan cara:Untuk label, Ketik text “Dealer terverfikasi”: Inter, Reguler, dan 12px.Tambahkan Icon Verify ukuran 16px.Tekan CTRL + Shift pada keyboard, dan select text “Dealer terverfikasi”, dan Icon "Verify", kemudian lanjut tekan Shift + A untuk aktifkan auto layout baru. Ubah:Horizontal Padding= 8pxVertical Padding= 8pxTambahkan, Background Fill= #E5E5E5, dengan Oppacity= 35%.Untuk nama mobil, ketik text nama mobil yang ingin ditampilkan, dengan style Inter, Reguler, 12px, dan line-height= 31.Untuk gambar, buat rectangle baru dengan Width= 385 dan Height= 179, dan style image, Kemudian pilih gambar yang ingin kamu tampilkanUntuk cari image, bisa kalian dapatkan di Unsplash, dan untuk menghilangkan background, kamu bisa gunakan Remove.bg. Susun ketiganya secara vertikal, dimulai dari label yang sudah di auto layout dengan icon verify, image mobil, dan nama mobil, tekan CTRL + Shift pada keyboard, dan klik ketiganya, kemudian tekan Shift + A untuk aktifkan auto layout baru Ubah auto layout:Width= 371pxHorizontal Padding= 12pxVertical Padding= 12px Border Radius= 20pxLalu, tambahkan stroke ketebalan 1 dengan style #EEEEEE, Oppacity= 12%.Kemudian, tambahkan Bacgkround Fill, dan diubah menjadi Linear, dengan style:stops 0% - #FFFFF, Oppacity= 100%stops 100% - #FFFFF, Oppacity= 25%. Matikan auto layout dengan klik icon minus, kemudian perbesar ukuran image mobil menjadi Width= 402, dan Height= 207, hingga terlihat keluar dari card, dan cocokan posisi gambar tersebut supaya terlihat lebih rapi.Klik Card Tampilan Mobil yang telah kamu buat, kemudian tekan CTRL + D sebanyak 2x untuk menghasilkan 2 Card Tampilan Mobil, dan jangan lupa isi nama dan gambar mobil yang sesuai:Ubah image mobil, dan sesuaikan dengan nama mobil.Lalu, posisikan ketiganya secara vertikal, dan posisikan ketiganya sesuai dengan gambar berikut.Pastikan jarak dengan hero message sebesar 142px Gambar perbaikan-2Buat rectangle dengan Width= 442, dan Height= 144, serta dengan Background Fill menjadi Linear, dengan style:stops 0% - #1A1C21, Oppacity= 0%stops 100% - #1A1C21, Oppacity= 100%. Lalu, tempatkan di atas card Tampilan Mobil yang pertama.Kemudian, tekan CTRL + D pada keyboard, lalu klik kanan rectangle tersebut dan pilih flip vertical, dan tempatkan di Card Tampilan Mobil yang terakhir, sehingga yang bagian tengah atau ke dua kosong. Cara Membuat Mini Planet:Untuk membuat “Mini Planet”, kamu bisa membuat elemen ini dengan cara:Tekan huruf “O” pada keyboard kemudian ubah ukurannya menjadi:Width= 745Height= 745Kemudian, tambahkan Background Fill, dan diubah menjadi Linear dengan stylestops 0% - #1B1D22, Oppacity= 0%stops 100% - #090A0C, Oppacity= 100%.Lalu, tambahkan stroke, dan ubah menjadi Radial dengan style:stops 0% - #CCCCCC, Oppacity= 100%stops 100% - #000000, Oppacity= 100%. Tempatkan di bagian kiri Hero Section seperti gambar berikut: Cara Membuat tombol atas dan bawah:Untuk membuat tombol atas, dan bawah, kamu bisa membuatnya dengan cara:Siapkan icon upSelect icon up, klik kanan pilih frame selections, kemudian Shift + A untuk mengaktifkan auto layoutLalu, set style auto layout tersebut:Horizontal Padding= 12pxVertical Padding= 12pxBorder radius= 100Kemudian, tambahkan Background Fill, dan di diubah menjadi Linear dengan style:stops 0% - #FFFFFF, Oppacity= 25%stops 100% - #FFFFFF, Oppacity= 100% Kemudian, select icon up yang sudah kita buat auto layout-nya, lalu CTRL + D untuk copy paste secara langsung, klik kanan pada hasil paste, lalu pilih flip vertical, lalu cukup kamu sejajarkan saja seperti pada gambar. Lalu, letakan tombol atas dan bawah di dalam Hero Section Area, dengan jarak sisi kanan sebesar 62px, dan sisi atas 206px Setelah berhasil membuat top bar area, serta elemen, dan komponen di dalamnya kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu searchbar. 10. Bagian Searchbar Bagian search bar berada di atas frame hero section, di dalam frame utama yang berfungsi untuk membantu pengguna dalam mencari informasi mobil yang mereka inginkan, di dalam searchbar juga terdapat filter yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang lebih spesifik. 11. Cara Membuat Searchbar Untuk mendesain “Search Bar”, kita akan gunakan auto layout. Pertama, masukan icon search dan kata “Cari Mobil” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift + A untuk mengaktifkan auto layout, dan tambahkan: Background Fill= #080A0EWidth= 1152Height= 94Border Radius kiri bawah= 24, dan kanan bawah= 24. Untuk membuat tampilan input-nya, kamu bisa membuat dengan cara seperti ini: Ketik text “Merek Mobil”, kemudian Shift + A, dengan:Horizontal Padding= 12pxVertical Padding= 12pxLalu, tambahkan stroke right dengan ketebalan 1 dengan style:Background Fill= #000000Oppacity= 12%Width= 251Resizing= fixed,alightment left Select auto layout tersebut, kemudian tekan CTRL + D pada keyboard hingga tampil tiga auto layout lagiKemudian sesuaikan isi text seperti pada gambar.Lalu select ke empat auto layout tersebut, dan jadikan auto layout baru dengan tekan Shift + A lagi, Dengan **Background Fill= #FFFFFF.Hilangkan border pada input Range Harga.Ubah semua resizing auto layoutnya menjadi fixed, dan ubah Width= 1152, dan Height= 94. border radius kiri atas= 24, dan kanan atas= 24. Kemudian satukan search bar awal dengan tampilan input-nya seperti pada gambar, dan tempatkan di luar Hero Section area seperti pada gambar yaa. Lalu, letakan searchbar di atas Hero Section Area, seperti gambar di atas. Setelah berhasil membuat searchbar, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu companys stats. 12. Bagian Company Stats Bagian Company Stats berada di bawah bagian searchbar, di dalam frame utama yang berfungsi untuk menampikan informasi kepada pengunjung apa saja yang sudah di raih oleh website ini, dan contohnya menampilkan informasi seperti jumlah mobil terjual, jumlah pelanggan, jumlah brand. 13. Cara Membuat Company Stats Untuk mendesain Company Stats, kita perlu membuat text dulu untuk stats atau angka dengan style Inter, Semibold, dan 72px. dan untuk deskripsi dengan style Inter, Reguler, dan 32px. select kedua text-nya **kemudian Shift + A untuk menjadikannya auto layout, Kemudian, kalian bisa select auto layout tersebut dan tekan CTRL + D sebanyak 2x untuk paste 2 auto layout yang sama, dan bisa kalian sesuaikan isinya seperti pada gambar. Tambahkan tampilan world map di atas 3 auto layout tersebut, untuk World Mapnya bisa kalian dapatkan di sini yaaaa!. kemudian seleksi semua elemennya, lalu ketikan shortcut CTRL + ALT + G untuk menjadikan frame, lalu pastikan frame tampilan world map, ada di posisi paling bawah. Lalu, letakan company stats di bawah searchbar, di dalam frame utama dengan jarak sebesar 120px Setelah berhasil membuat company stats, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu judul untuk galeri tampilan mobil card. 14. Bagian Judul untuk Galeri Tampilan Mobil Card Bagian judul ini berada di bawah company stats, di dalam frame utama dan berfungsi untuk menginformasikan kepada pengguna kalau bagian yang sedang di kunjungi adalah Galeri Tampilan Mobil Card, dan bagian ini berisi heading text serta tombol see all. 15. Cara Membuat Judul untuk Galeri Tampilan Mobil Card Untuk mendesain Galeri Tampilan Mobil Card, kita perlu membuat judul galeri tersebut dulu, dan kamu bisa membuat dengan cara: Ketik text “Mokas Terpopuler” dengan *style *Inter, Bold, dan 44px.Tambahkan icon right dengan warna #9A9EA2 dan kata “See All” style Inter, Bold, dan 20px, serta dengan stroke ketebalan 1, dengan warna #E7E7E9. lalu select keduanya dan Shift + A untuk mengaktifkan auto layoutSejajarkan keduanya seperti pada gambar Lalu, letakan Judul di bawah company stats, di dalam frame utama dengan jarak sebesar 120px Setelah berhasil membuat judul untuk galeri tampilan mobil card, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu galeri tampilan mobil card. 16. Bagian Tampilan Mobil Card Bagian tampilan mobil card berada di bawah judul untuk galeri tampilan mobil card, di dalam frame utama dan merupakan konten card yang berfungsi untuk menampilkan daftar mobil bekas terpopuler atau yang lagi banyak di cari oleh calon pembeli. 17. Cara Membuat Tampilan Mobil Card Untuk Tampilan Mobil Card, ini mirip seperti yang ada di Hero Section, sehingga kita akan memanfaatkan hal tersebut, dan kamu bisa meng-copy card yang ada di hero section. Kemudian ubah style dan tambah beberapa elemen ke dalam card-nya seperti: “Label Dealer Tervervikasi”: warna card Background Fill #E5E5E5, Oppacity= 50%, warna Icon #427CF1, warna Text Fill= #0E1015.“judul mobil” : Inter, Medium, 17px, dan line-height= 31, Text Fill= #0E1015text harga mobil: Inter, Bold, dan 24px, Text Fill= #0E1015, dan dengan text “Rp” Oppacity= 40%.jadikan frame tersebut menjadi auto layout, ubah aligntmentnya menjadi Down, dan horizontal resizing menjadi Hug, kemudian lepaskan kembali auto layoutnya dengan mengklik tombol minus, pastikan warna Background Fill= #FFFFFF. Lalu kita bisa menambahkan tombol wishlist berbentuk hati, dan kamu bisa membuatnya dengan cara: Tambahkan icon heartSelect icon tersebut, dan klik kanan pada icon tersebut, kemudian klik frame selectionTambahkan auto layout, dan ubah Horizontal Padding= 8px, Vertical Padding= 8px, Border Radius= 100, dan ubah Background Fill= #F7F7F8.Jika sudah berbentuk seperti tzampilan gambar di bawah, kalian bisa masukan ke dalam card. Kemudian kita perlu membuat 2 label yaitu lokasi, dan negotiable. Untuk mendesain “Locations”, kita akan gunakan auto layout. Pertama, masukan icon locations dan kata lokasinya, contoh “Sudirman, Jakarta Pusat” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift A (mengaktifkan auto layout) Untuk mendesain “Negotiables”, kita juga akan gunakan auto layout. Pertama, masukan kata “Negotiable” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select dan Shift + A (mengaktifkan auto layout), kemudian tambahkan: Stroke dengan warna #3775F1Warna Background Fill= #3775F1, dengan Oppacity= 5%. Untuk menggabungkan 2 label berikut, dengan Tampilan Mobil Card yang telah kita edit sebelumnya, kita butuh satu frame lagi nih, dan kamu bisa membuatnya dengan cara: Tambahkan frame dengan menekan “F” pada keyboard, dengan:Width= 417Height= 414Warna Background Fill= #F7F7F8.Kemudian tambah juga stroke ketebalan 1 dengan warna #EDEDEDBorder Radius=20px Lalu kamu bisa memasukan 2 label, dan Tampilan Mobil card-nya ke dalam frame yang baru kita buat seperti pada gambar. Kemudian, kamu bisa copy paste desain card tersebut, dan meletakannya ke dalam frame utama, serta kamu juga bisa mengikuti dengan pola gambar berikut. Dan, jangan lupa untuk memastikan jarak horizontal antar card sebesar 20px, dan vertikalnya 36px ya guys Setelah berhasil membuat tampilan mobil card, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu Pencarian Dealer Mobil Terdekat. 18. Bagian Pencarian Dealer Mobil Terdekat Bagian pencarian dealer mobil terdekat berada di bawah tampilan mobil card di dalam frame utama, befungsi untuk membantu pengguna untuk mencari dealer yang terdekat dengan lokasi mereka sekarang, dan berisikan fitur seperti tampilan map, search bar, dan card konten yang berisi informasi dealer yang disarankan. 19. Cara Membuat Pencarian Dealer Mobil Terdekat Area Untuk membuat pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, kamu bisa membuat frame terlebih dahulu, dengan cara: Tekan key “F” pada keyboard, dan tempatkan ke dalam *frame *****utama, dan tambahkan warna #090B0FUbah width dari frame tersebut menjadi 1280px, dan height menjadi 1142px.Aktifkan Clip Content 20. Cara Membuat Elemen, dan Komponen di dalam Pencarian Dealer Mobil Terdekat Untuk judul section ini kalian bisa meng-copy judul “untuk Galeri Tampilan Mobil Card” karena memiliki kriteria yang sama, dan yang perlu di ubah itu adalah: Warna text judul: #FFFFFF.tombol “See All”: Warna text: #FFFFFF, dan stroke oppacity menjadi 18%.Kemudian, kalian bisa sejajarkan sama seperti gambar. Lalu, letakan ke dalam pencarian Dealer Mobil Terdekat Area dan jarak dengan sisi atas sebesar 64px Cara Membuat Map: Untuk gambar map-nya **kita perlu sebuah rectangle terlebih dulu dengan Width= 1151, dan Height= 443. kemudian kalian bisa isi rectangle dengan gambar maps dari Unsplash. Lalu letakan Map ke dalam pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, di bawah judul dengan jarak sebesar 48px Cara Membuat Searchbar: Kemudian kita perlu *input-*nya, dengan menambahkan icon search, lalu select icon tersebut, klik kanan kemudian pilih frame selection, tambahkan auto layout (klik tombol “+” pada auto layout) kemudian ubah: Horizontal Padding= 12px.Vertical Padding= 12px.Tambahkan warna #3775F1 pada auto layout.Ubah warna icon menjadi #FFFFFF.Tambahkan Border Radius= 100. Lalu, akan kita gabungkan icon search yang sudah kita tambahkan auto layout tadi, dan kata “Cari Dealer di Map” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift + A untuk mengaktifkan auto layout, dan tambahkan: Jarak auto layout-nya Auto.Background Fill= #22242AWidth= 708Height= 104Border Radius= 100 Lalu, letakan searchbar di atas map (sama seperti searchbar di atas hero sections), dengan susunan seperti ini: Setelah selesai membuat judul, map, dan searchbar, selanjutnya kita perlu menambahkan elemen card yang berfungsi menampilkan informasi dealer terdekat sesuai area pengguna. 12. Bagian Company Stats Bagian Company Stats berada di bawah bagian searchbar, di dalam frame utama yang berfungsi untuk menampikan informasi kepada pengunjung apa saja yang sudah di raih oleh website ini, dan contohnya menampilkan informasi seperti jumlah mobil terjual, jumlah pelanggan, jumlah brand. 13. Cara Membuat Company Stats Untuk mendesain Company Stats, kita perlu membuat text dulu untuk stats atau angka dengan style Inter, Semibold, dan 72px. dan untuk deskripsi dengan style Inter, Reguler, dan 32px. select kedua *text-*nya **kemudian Shift + A untuk menjadikannya auto layout, Kemudian, kalian bisa select auto layout tersebut dan tekan CTRL + D sebanyak 2x untuk paste 2 auto layout yang sama, dan bisa kalian sesuaikan isinya seperti pada gambar. Tambahkan tampilan world map di atas 3 auto layout tersebut, untuk World Mapnya bisa kalian dapatkan di sini yaaaa! kemudian seleksi semua elemennya, lalu ketikan shortcut CTRL + ALT + G untuk menjadikan frame, lalu pastikan frame tampilan world map, ada di posisi paling bawah. Lalu, letakan company stats di bawah searchbar, di dalam frame utama dengan jarak sebesar 120px Setelah berhasil membuat company stats, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu judul untuk galeri tampilan mobil card. 14. Bagian Judul untuk Galeri Tampilan Mobil Card Bagian judul ini berada di bawah company stats, di dalam frame utama dan berfungsi untuk menginformasikan kepada pengguna kalau bagian yang sedang di kunjungi adalah Galeri Tampilan Mobil Card, dan bagian ini berisi heading text serta tombol see all 15. Cara Membuat Judul untuk Galeri Tampilan Mobil Card Untuk mendesain Galeri Tampilan Mobil Card, kita perlu membuat judul galeri tersebut dulu, dan kamu bisa membuat dengan cara: Ketik text “Mokas Terpopuler” dengan style Inter, Bold, dan 44px.Tambahkan icon right dengan warna #9A9EA2 dan kata “See All” style Inter, Bold, dan 20px, serta dengan stroke ketebalan 1, dengan warna #E7E7E9. lalu select keduanya dan Shift + A untuk mengaktifkan auto layoutSejajarkan keduanya seperti pada gambar Lalu, letakan Judul di bawah company stats, di dalam frame utama dengan jarak sebesar 120px Setelah berhasil membuat judul untuk galeri tampilan mobil card, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu galeri tampilan mobil card. 16. Bagian Tampilan Mobil Card Bagian tampilan mobil card berada di bawah judul untuk galeri tampilan mobil card, di dalam frame utama dan merupakan konten card yang berfungsi untuk menampilkan daftar mobil bekas terpopuler atau yang lagi banyak di cari oleh calon pembeli. 17. Cara Membuat Tampilan Mobil Card Untuk Tampilan Mobil Card, ini mirip seperti yang ada di Hero Section, sehingga kita akan memanfaatkan hal tersebut, dan kamu bisa meng-copy card yang ada di hero section. Kemudian ubah style dan tambah beberapa elemen ke dalam card-nya seperti: “Label Dealer Tervervikasi”: warna card Background Fill #E5E5E5, Oppacity= 50%, warna Icon #427CF1, warna Text Fill= #0E1015.“judul mobil” : Inter, Medium, 17px, dan line-height= 31, Text Fill= #0E1015text harga mobil: Inter, Bold, dan 24px, Text Fill= #0E1015, dan dengan text “Rp” Oppacity= 40%.jadikan frame tersebut menjadi auto layout, ubah aligntmentnya menjadi Down, dan horizontal resizing menjadi Hug, kemudian lepaskan kembali auto layoutnya dengan mengklik tombol minus, pastikan warna Background Fill= #FFFFFF. Lalu kita bisa menambahkan tombol wishlist berbentuk hati, dan kamu bisa membuatnya dengan cara: Tambahkan icon heartSelect icon tersebut, dan klik kanan pada icon tersebut, kemudian klik frame selectionTambahkan auto layout, dan ubah Horizontal Padding= 8px, Vertical Padding= 8px, Border Radius= 100, dan ubah Background Fill= #F7F7F8.Jika sudah berbentuk seperti tampilan gambar di bawah, kalian bisa masukan ke dalam card. Kemudian kita perlu membuat 2 label yaitu lokasi, dan negotiable. Untuk mendesain “Locations”, kita akan gunakan auto layout. Pertama, masukan icon locations dan kata lokasinya, contoh “Sudirman, Jakarta Pusat” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift A (mengaktifkan auto layout) Untuk mendesain “Negotiables”, kita juga akan gunakan auto layout. Pertama, masukan kata “Negotiable” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select dan Shift + A (mengaktifkan auto layout), kemudian tambahkan: Stroke dengan warna #3775F1Warna Background Fill= #3775F1, dengan Oppacity= 5%. Untuk menggabungkan 2 label berikut, dengan Tampilan Mobil Card yang telah kita edit sebelumnya, kita butuh satu frame lagi nih, dan kamu bisa membuatnya dengan cara: Tambahkan frame dengan menekan “F” pada keyboard, dengan:Width= 417Height= 414Warna Background Fill= #F7F7F8.Kemudian tambah juga stroke ketebalan 1 dengan warna #EDEDEDBorder Radius= 20px Lalu kamu bisa memasukan 2 label, dan Tampilan Mobil card-nya ke dalam frame yang baru kita buat seperti pada gambar. Kemudian, kamu bisa copy paste desain card tersebut, dan meletakannya ke dalam frame utama, serta kamu juga bisa mengikuti dengan pola gambar berikut. Dan, jangan lupa untuk memastikan jarak horizontal antar card sebesar 20px, dan vertikalnya 36px ya guys Setelah berhasil membuat tampilan mobil card, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya dari landing pages nih, yaitu Pencarian Dealer Mobil Terdekat. 18. Bagian Pencarian Dealer Mobil Terdekat Bagian pencarian dealer mobil terdekat berada di bawah tampilan mobil card di dalam frame utama, befungsi untuk membantu pengguna untuk mencari dealer yang terdekat dengan lokasi mereka sekarang, dan berisikan fitur seperti tampilan map, search bar, dan card konten yang berisi informasi dealer yang disarankan. 19. Cara Membuat Pencarian Dealer Mobil Terdekat Area Untuk membuat pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, kamu bisa membuat frame terlebih dahulu, dengan cara: Tekan key “F” pada keyboard, dan tempatkan ke dalam frame \utama, dan tambahkan warna #090B0FUbah width dari frame tersebut menjadi 1280px, dan height menjadi 1142px.Aktifkan Clip Content 20. Cara Membuat Elemen, dan Komponen di dalam Pencarian Dealer Mobil Terdekat Untuk judul section ini kalian bisa meng-copy judul “untuk Galeri Tampilan Mobil Card” karena memiliki kriteria yang sama, dan yang perlu di ubah itu adalah: Warna text judul: #FFFFFF.tombol “See All”: Warna text: #FFFFFF, dan stroke oppacity menjadi 18%.Kemudian, kalian bisa sejajarkan sama seperti gambar. Lalu, letakan ke dalam pencarian Dealer Mobil Terdekat Area dan jarak dengan sisi atas sebesar 64px Cara Membuat Map: Untuk gambar map-nya **kita perlu sebuah rectangle terlebih dulu dengan Width= 1151, dan Height= 443. kemudian kalian bisa isi rectangle dengan gambar maps dari Unsplash. Lalu letakan Map ke dalam pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, di bawah judul dengan jarak sebesar 48px Cara Membuat Searchbar: Kemudian kita perlu *input-*nya, dengan menambahkan icon search, lalu select icon tersebut, klik kanan kemudian pilih frame selection, tambahkan auto layout (klik tombol “+” pada auto layout) kemudian ubah: Horizontal Padding= 12px.Vertical Padding= 12pxTambahkan warna #3775F1 pada auto layout.Ubah warna icon menjadi #FFFFFF.Tambahkan Border Radius= 100. Lalu, akan kita gabungkan icon search yang sudah kita tambahkan auto layout tadi, dan kata “Cari Dealer di Map” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift + A untuk mengaktifkan auto layout, dan tambahkan: Jarak auto layout-nya Auto.Background Fill= #22242AWidth= 708Height= 104Border Radius= 100 Lalu, letakan searchbar di atas map (sama seperti searchbar di atas hero sections), dengan susunan seperti ini: Setelah selesai membuat judul, map, dan searchbar, selanjutnya kita perlu menambahkan elemen card yang berfungsi menampilkan informasi dealer terdekat sesuai area pengguna. Cara Membuat Elemen Card ke dalam Pencarian Dealer Mobil Terdekat Untuk tampilan card, kamu bisa membuat elemen untuk bagian dalamnya terlebih dulu, dengan cara: Tambahkan shape lingkaran dengan ukuran Width= 139, dan Height= 139, kemudian isi dengan gambar bangunan yang bisa kamu temukan di Unsplash.Tambahkan text brand+dealership, contoh Honda Dealership.Tambahkan label lokasi (bisa kalian copy dari desain card sebelumnya).Tambahkan tombol cek dealer, membuatnya dengan pertama, masukan icon right dan kata “Cek Dealer” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift + A untuk mengaktifkan auto layout, dan tambahkan stroke dengan ketebalan 1 dan warna #E7E7E9, Oppacity= 18% Ketika semua elemen di dalamnya siap, select semuanya, kemudian Shift + A maka akan terbentuk auto layout baru, tambahkan warna Linear, dengan style: stops 0% - #A7AFBE, dengan Oppacity= 100%**stops 100% - #1A1D23, dengan Oppacity= 100%**Oppacity Linear= 12%Tambahkan, stroke ketebalan 1Tambahkan warna #EDEDED Oppacity= 22%Horizontal Padding= 16pxVertical Padding= 16px Lalu select card tersebut, dan CTRL + D sebanyak 3x, kemudian ganti gambar, isi text, dan susun card-nya secara horizontal. Lalu, letakan elemen card ke dalam pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, di bawah searchbar dengan jarak 100px Setelah berhasil membuat Pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, serta elemen, dan komponen di dalamnya, kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian berikutnya nih, yaitu Rekomendasi Mobil Baru. 21. Bagian Rekomendasi Mobil Baru Bagian Rekomendasi Mobil Baru berada di bawah Pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, di dalam frame utama yang berfungsi untuk menampilkan informasi daftar mobil baru yang baru saja dijual, sehingga pengunjung tidak hanya di tampilkan informasi lama, melainkan juga yang terbaru. 22. Cara Membuat Rekomendasi Mobil Baru Untuk judul section ini kalian bisa meng-copy judul “untuk Galeri Tampilan Mobil Card” karena memiliki kriteria yang sama, dan yang perlu di ubah itu hanya isi judulnya saja, tapi kita perlu menambahkan tombol kiri, dan kanan untuk membantu pengguna, dalam melihat horizontal slider, dan kamu bisa membuatnya dengan cara: Tambahkan icon right, select icon tersebut, klik kanan kemudian pilih frame selections, kemudian tambahkan auto layout, dengan style:Horizontal Padding= 12pxVertical Padding= 12pxTambahkan warna #3775F1Lalu, ganti warna iconnya menjadi #FFFFFF.Lakukan hal yang sama kepada icon left, namun ganti warna *frame *auto layoutnya menjadi #2F3137, Oppacity= 8%.Select kedua icon-nya, kemudian Shift + A untuk mengaktifkan auto layout kedua icon tersebut.Sejajarkan auto layout icon tersebut dengan Judul, dan tombol “See All” seperti gambar. Kemudian untuk galerinya, kalian dapat meng-copy card konten dari “Mokas Terpopuler”, karena untuk *card-*nya **mirip, dan kalian bisa susun secara horizontal. Lalu, letakan Rekomendasi Mobil Baru ke dalam frame utama, di bawah pencarian Dealer Mobil Terdekat Area dengan jarak 120px Setelah berhasil membuat Rekomendasi Mobil Baru serta elemen, dan komponennya kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian terakhir nih, yaitu Footer. Bagian Rekomendasi Mobil Baru berada di bawah Pencarian Dealer Mobil Terdekat Area, di dalam frame utama yang berfungsi untuk menampilkan informasi daftar mobil baru yang baru saja dijual, sehingga pengunjung tidak hanya di tampilkan informasi lama, melainkan juga yang terbaru. 22. Cara Membuat Rekomendasi Mobil Baru Untuk judul section ini kalian bisa meng-copy judul “untuk Galeri Tampilan Mobil Card” karena memiliki kriteria yang sama, dan yang perlu di ubah itu hanya isi judulnya saja, tapi kita perlu menambahkan tombol kiri, dan kanan untuk membantu pengguna, dalam melihat horizontal slider, dan kamu bisa membuatnya dengan cara: Tambahkan icon right, select icon tersebut, klik kanan kemudian pilih frame selections, kemudian tambahkan auto layout, dengan style:Horizontal Padding= 12pxVertical Padding= 12pxTambahkan warna #3775F1Lalu, ganti warna iconnya menjadi #FFFFFF.Lakukan hal yang sama kepada icon left, namun ganti warna frame auto layoutnya menjadi #2F3137, Oppacity= 8%.Select kedua icon-nya, kemudian Shift + A untuk mengaktifkan auto layout kedua icon tersebut.Sejajarkan auto layout icon tersebut dengan Judul, dan tombol “See All” seperti gambar. Kemudian untuk galerinya, kalian dapat meng-copy card konten dari “Mokas Terpopuler”, karena untuk card-nya mirip, dan kalian bisa susun secara horizontal. Lalu, letakan Rekomendasi Mobil Baru ke dalam frame utama, di bawah pencarian Dealer Mobil Terdekat Area dengan jarak 120px Setelah berhasil membuat Rekomendasi Mobil Baru serta elemen, dan komponennya kamu sudah bisa lanjut untuk membuat bagian terakhir nih, yaitu Footer. 23. Bagian Footer Bagian footer berada di bawah Rekomendasi Mobil Baru, di dalam frame utama, dan paling bawah sekali, yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada pengguna dengan menampilkan logo perusahaan, menu, kontak, hingga lokasi. [perbaikan] - di copy aja ka yem 24. Cara Membuat Footer Area Untuk membuat Footer Area, kamu bisa membuat frame terlebih dahulu, dengan cara: Tekan tombol “F” pada keyboard lalu, klik kiri pada mouse untuk menambahkan frame baru Footer, kemudian tempatkan ke dalam frame utama.Kemudian, select frame Footer, dan ubah:Background Fill: #FFFFFFwidth menjadi 1280px, sama seperti frame utama.height menjadi 422pxJangan lupa masukan ke dalam frame utama, dan letakan di bagian paling bawah. 25. Cara Membuat Elemen, dan Komponen di Dalam Footer Untuk membuat “footer” terbagi menjadi 2 area, yaitu kanan, dan kiri, untuk bagian kanan berisi identitas website, dan untuk yang kanan berisi hyperlink. Untuk membuat bagian kiri, kamu bisa membuatnya dengan cara: ketik text “Supercars”: Inter, Bold, dan 64px.ketik text untuk deskripsi: Inter, Reguler, dan 16px.Untuk mendesain “Locations”, kita akan gunakan auto layout. Pertama, masukan icon locations dan kata lokasinya, contoh “Jakarta Selatan, Indonesia” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift + A (mengaktifkan auto layout).Untuk mendesain “Phone Number”, kita juga akan gunakan auto layout. Pertama, masukan icon phone dan kata nomor telfon, contoh “+62 0876-3456-3212” dengan pengaturan seperti di gambar, lalu select keduanya dan Shift + A (mengaktifkan auto layout). Kemudian sesuaikan susunannya seperti di gambar, dengan jarak masing-masing sebesar 24px Lalu, letakan ketiga lemennya ke dalam footer area, dengan jarak sebelah sisi kiri sebesar 62px, dan sisi atas sebesar 62px Untuk membuat bagian kanan, kamu bisa membuatnya dengan cara: Untuk judul, ketik text ”Parkir”: Inter, Bold, dan 24px.Untuk hyperlink, ketik text “Sign in”: Inter, Reguler, dan 16px.Untuk jarak tiap hyperlink sebesar 12pxUntuk jarak judul dengan hyperlink berjarak 24pxKemudian jarak dengan antara menu sebesar 134px Kemudian terapkan style judul, dan hyperlink kepada elemen yang berkaitan, dan untuk isi text-nya kalian bisa lihat seperti pada gambar. Setelah menyelesaikan bagian Footer, langkah selanjutnya itu adalah kita perlu memastikan nih kalau susunan tiap bagian sudah benar, maka dari itu kita perlu mengeceknya dari awal. 26. Menyusun section Landing Page Setelah section-section selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menyusun menjadi Landing Page, dimulai dari Top Bar Area → Hero Section Area → Search Bar → Company Stats → Mokas Terpopuler → Pencarian Dealer Mobil → Rekomendasi Mobil Baru → Footer. Tiap section jangan lupa diberi jarak supaya sesuai dengan gambar di atas. 27. Result Akhirnya, kamu telah selesai membuat desain “Landing Page Jual-Beli Mobil Bekas” dan selanjutnya adalah kamu sudah bisa membuat presentasi desain dengan mockup 🤩, dan untuk membuatnya kita tidak perlu pakai plugin, cukup pakai website shots saja 😁. 28. Membuat Presentasi Desain dengan Mockup Untuk membuat presentasi desain menggunakan mockup, kamu bisa gunakan website shots.so ini yaa! Karena saat kamu ingin mempresentasikan desainmu, client harus bisa melihat gambaran desain yang sudah jadi itu seperti apa, dan berikut caranya: Cara Membuat Presentasi Desain dengan Mockup 1. Export Frame Utama, kemudian Buka website shots(.)so Pertama, kamu bisa export dulu frame utama yang sudah selesai kamu desain, dengan nilai: Scale: 4x (bisa di ubah menjadi 1x-3x, tergantung kebutuhan kamu)Type: PNG (bisa di ubah ke JPG, saran saya pakai PNG saja) Kemudian, bisa kamu lanjutkan dengan membuka laman shots.so 2. Memilih Mockup yang akan di Gunakan Kemudian pada left sidebar, kamu bisa mengklik opsi Screenshot, pilih Laptop, pilih Macbook Air M2. 3. Setelah Mockup dipilih, lalu Upload Gambar yang Sudah di Export Lalu, klik pada area kotak merah untuk mengupload gambar yang sudah kamu export sebelumnya. 4. Merubah Background Gradient menjadi Tansparent, kemudian Download Pada left sidebar, kamu bisa mengklik frame, kemudian ubah background menjadi transparent, kemudian klik download. 5. Hasil setelah Mockup berhasil di Download Nah, perlu kamu tau dulu nih, karena menyesuaikan layar laptop, jadi gambarnya akan terpotong sesuai ukuran layar laptop tersebut ya, sehingga pada gambar yang terlihat hanya sampai bagian searchbar saja. Setelah berhasil di download kamu sudah bisa bagikan, dan presentasikan kepada client-client kamu deh 🤩🤩😁 29. Kesimpulan Tutorial Membuat Landing Pages Jual-Beli Mobil Bekas Sebelumnya saya ucapkan selamat, karena kamu telah berhasil membuat desain “Landing Page Jual-Beli Mobil Bekas” menggunakan figma, dan perlu diingat kalau proses ini mencakup beberapa tahapan penting seperti: Persiapan awal: Memahami software atau website figma, hingga pembuatan frame utama.Memahami Struktur Landing Page: Membuat komponen-komponen utama seperti Top Bar Area - Hero Section Area - Search Bar - Company Stats - Mokas Terpopuler - Pencarian Dealer Mobil - Rekomendasi Mobil Baru - FooterMemahami Elemen untuk Landing Pages: Menambahkan elemen-elemen penting seperti gambar, teks, ikon, dan tombol untuk memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang mobil yang dijual.Memahami Style yang digunakan untuk Landing Pages: Mengatur warna, ukuran, dan jarak antar elemen untuk menciptakan desain yang menarik dan mudah dipahamiMenambahkan elemen interaktif: membuat tombol, dan input untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses konten yang diberikan. Nah, dengan melalui proses ini, kamu telah berhasil menciptakan sebuah landing page yang informatif, menarik, serta bermanfaat, dan pastinya tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna untuk mendapatkan informasi lengkap tentang mobil yang dijual, tetapi juga memberikan kesan visual yang tak terlupakan 🤩🤩. Setelah mempelajari, dan menggunakan teknik-teknik yang dipakai dalam tutorial ini, saya berharap dapat membantu diperjalanan kamu sebagai UI/UX Designer 😊😊. Serta jangan lupa untuk terus berlatih figma, serta fitur-fiturnya seperti auto layout dan component, karena akan sangat membantu kamu kedepannya. Sekali lagi saya ucapkan selamat ya untuk kamu karena telah sukses membuat “Landing Page Jual-Beli Mobil Bekas”, good job guys 😊😊. Bagaimana? tutorial-nya keren bukan? nah, jika kamu ingin belajar lebih banyak lagi tentang UI/UX dan meningkatkan skill, dan keterampilan desain kamu, maka jangan sampai lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kelas-kelas UI/UX di BuildWithAngga !!!, karena kamu bisa pelajari teknik-teknik terbaru, dan meningkatkan portofolio kamu, bersama para mentor di bidangnya. Kredit Gambar Unsplash Setelah mengikuti step-by-step, akhirnya kamu berhasil membuat Landing Page “Jual-Beli Mobil Bekas”. Saya ucapkan selamat yaa!! Bagaimana? Tutorialnya keren bukan? Nah, jika kamu ingin belajar lebih banyak lagi tentang UI/UX dan meningkatkan skill, dan keterampilan desain kamu, maka jangan sampai lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kelas-kelas UI/UX di BuildWithAngga! Karena kamu bisa pelajari teknik-teknik terbaru, dan meningkatkan portofolio kamu, bersama para mentor di bidangnya. Kredit Gambar Aaron HuberMartin KatlerTravis EssingerDuncan WinslowMate VanyekJavier EstebanDekler PHEli ClouseEugene TkachenkoVadym KudriavtsevAndrey ZvyagintsevSamuele Errico PiccariniPhil DesforgesPatrick TomassoChris LiveraniKOBU Agency

Kelas Tutorial Membuat UI Design Homepage untuk Aplikasi Booking Tiket Film di BuildWithAngga

Tutorial Membuat UI Design Homepage untuk Aplikasi Booking Tiket Film

Halo semua 👋🏻. Di tutorial ini, kita akan sama-sama belajar cara membuat homepage booking tiket film. Pada tutorial ini kita akan menggunakan fitur dari Figma yaitu auto layout. Mengapa membuat homepage terlebih dahulu? Homepage pada aplikasi booking tiket film penting karena memberikan kesan pertama, memudahkan pencarian film dan bioskop, menampilkan film populer dan promo, serta mengarahkan pengguna untuk segera memesan tiket. Yuk kita mulai desainnya! 1. Memilih Frame Frame yang digunakan pada desain ini yaitu menggunakan template iPhone 14 & 15 pro dengan ukuran 303x852 pixels. Untuk warna background pada frame menggunakan warna #F8F8F9 2. Membuat Header Logo Buatlah lingkaran menggunakan tools ellips (menekan huruf “O” pada keyboard). Beri ukuran 48 px. Setelah itu beri warna dengan menggunakan gradient dan memberi warna yang sudah tertera pada gambar di atas. Untuk ikonnya, aku menggunakan plugin dari Figma yaitu Iconify dan cari ikon dengan kata kunci antara lain “movie”, “cinema”, dan “film”. Ukuran ikonnya 28 px Kemudian select kedua object dan beri align horizontal centers dan align vertical centers dan kedua object tekan Ctrl+G pada keyboard untuk digabungkan menjadi satu. Dan beri nama layer menjadi “icon”. Buatlah teks dengan menggunakan typeface Poppins ukuran 20 pts dan menggunakan tipe bold. Kemudian select layer teks dan letakan di samping kanan layer “icon”. Dan select keduanya dan beri auto layout lalu ubah opsi Horizontal gap between items: 10px 3. Membuat Search Bar Membuat search bar kita akan menggunakan auto layout. Berikut langkahnya: Masukkan ikon search tipe outline dari Iconsax ukuran 24px.Buat teks “Search movies . . .” = Poppins, Regular, 14, warna #B2B5BA kemudian letakan di samping kanan ikon searchSelect teks “Search movies. . . “ dan ikon search dan jadikan ke auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Gap between items: 12pxAlign leftHorizontal padding: 14pxVertical padding: 16pxRezize search bar dengan width: 361px, height: 58px, dan ubah corner radius: 20Beri warna fill #E8E8E8 4. Membuat desain container “Now Playing” Buat teks “Now Playing” = Poppins, bold, 16, warna #13181DBuat teks “See all” = Poppins, medium, warna #F97316 kemudian letakan di sebelah kanan teks “Now Playing”Select kedua teks dan jadikan ke auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Gap between items: AutoAlign: middleSelect objek lalu ubah size width: 361px Untuk gambar poster film, kita akan mengambil 3 poster film. Pada kasus ini kita akan mengambil poster film Twisters, Deadpool & Wolverine, dan Longlegs . Berikut langkahnya: Letakan poster film Twisters dengan size width: 165px, height: 245px, ubah corner radius: 10Letakan poster *film *Deadpool & Wolverine di samping kanan poster film Twisters dengan size width: 173px, height: 257px, ubah corner radius: 10Letakan poster *film *Longlegs di samping kanan poster film Deadpool & Wolverine dengan size width: 165px, height: 245px, ubah corner radius: 10Select ketiga film poster dan jadikan ke auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi: Untuk membuat movie title dan kategori chip akan dijadikan auto layout, Berikut langkahnya: Buat teks “Deadpool & Wolverine” = Poppins, bold, 20, warna #13181DUntuk kategori chip, ikurin langkahnya:Buat teks “Action” = Poppins, regular, 12, warna #F97316Select teks “Action” dan jadikan auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Align centerHorizontal padding: 8pxVertical padding: 4pxBeri warna fill #FFE5D3Buatlah yang sama pada teks “2h30m”, dan “D17”Letakan chip “2h30m” di samping kanan chip “Action”Letakan chip “D17” di samping kanan chip “2h30m”Select ketiga chip dan jadikan auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Gap between items: 8pxLetakan kategori chip dibawah teks movie title, kemudian select teks movie title dan kategori chip dan jadikan auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Gap between items: 8pxAlign center Letakan teks “Now Playing”, “See all” di atas, poster film di bawahnya, dan movie title, kategori chip di bawah poster film. Kemudian select ketiganya dan jadikan auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi: Gap between items: 16pxAlign center 5. Membuat desain container “Coming Soon” Buat teks “Coming Soon” = Poppins, bold, 16, warna #13181DBuat teks “See all” = Poppins, medium, warna #F97316 kemudian letakan di sebelah kanan teks “Now Playing”Select kedua teks dan jadikan ke auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Gap between items: AutoAlign: MiddleSelect objek lalu ubah size width: 361px Lalu untuk movie card ini pertama taruh gambar poster film dengan ukuran yang sudah ditentukan pada kasus ini kita akan mengambil poster film Trap, Borderlands, dan Mufasa: The Lion King. Berikut langkahnya: Masukkan poster film Trap dengan size width: 125px, height: 188px, ubah corner radius: 10Di bawahnya letakan teks “Trap” = Poppins, semibold, 14, warna #13181DDi bawah teks “Trap” buatlah kategori chip yang langkahnya sama seperti membuat di desain container “Now Playing”Select tiga kategori chip dan jadikan auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi:Ubah direction: wrapHorizontal gap between items: 8pxVertical gap between items: 8pxUbah size width: 125pxBuatlah yang movie card sama pada film Borderlands dan **Mufasa: The Lion King Movie card yang sudah dibuat, select ketiga card ini di-select lalu dijadikan ke auto layout lalu ubah opsi: Horizontal gap between items: 16pxAlign: left Akhirnya select “Coming Soon” dan movie card dan jadikan auto layout (Shift+A pada keyboard) lalu ubah opsi: Vertical gap between items: 16pxAlign: Top left 6. Membuat Navigation Bar Dalam membuat navigation bar, ikuti langkah-langkah berikut: Masukkan ikon home, buildings, dan ticket. Ikon ini dapat diambil dari Iconsax dari community Figma.Berikan teks informasi di bawah ikon:Pada ikon home beri teks “Home” = Poppins, medium, 12, warna #F97316pada ikon buildings beri teks “Theatre” = Poppins, medium, 12, warna #13181DPada ikon ticket beri teks “My Order” = Poppins, medium, 12, warna #13181DPada ikon home dan teksnya beri warna yang sudah ditentukan di gambarSelect setiap ikon dan teks, dijadikan auto layout dan ubah opsi:Vertical gap between items: 4pxAlign: top centerSelect ketiga object lalu dijadikan auto layout dan atur jaraknya sesuai tertera pada gambar jangan lupa beri warna filling yaitu warna putih.Atur size navigation bar sesuai dengan gambar. 7. Menyusun desain-desain komponen Setelah komponen-komponen sudah dibuat, waktunya menyusun menjadi homepage, dimulai dari Header logo —>Search bar—>Now Playing—>Coming Soon—>Navigation bar. Tiap komponen jangan lupa diberi jarak sesuai dengan gambar di atas. Result Nice! Dengan mengikuti step by step, akhirnya kamu berhasil membuat homepage untuk booking tiket film. Good job!!! Kesimpulan Pembuatan desain homepage untuk aplikasi booking tiket film, penting untuk memberikan kesan pertama yang menarik, memudahkan navigasi dan pencarian film, menampilkan film yand sedang ditayang dan mengarahkan pengguna untuk segera memesan tiket. Juga dalam mendesain menggunakan auto layout di Figma memungkinkan desainer untuk membuat desain yang responsif dan mudah disesuaikan, memastikan elemen-elemen UI tetap rapi dan terorganisir dengan baik di berbagai ukuran layar. Mau belajar lebih dalam mengenai UI Design? Yuk belajar UI Design bersama BuildWithAngga dan cek kelas-kelas terbarunya! Kredit Asset poster film diambil dari IMDb https://www.imdb.com/title/tt6263850/mediaviewer/rm136803841/?ref_=tt_ov_ihttps://www.imdb.com/title/tt12584954/mediaviewer/rm3285740033/?ref_=tt_ov_ihttps://www.imdb.com/title/tt23468450/mediaviewer/rm800947457/?ref_=tt_ov_ihttps://www.imdb.com/title/tt26753003/mediaviewer/rm933197569/?ref_=tt_ov_ihttps://www.imdb.com/title/tt4978420/mediaviewer/rm2581545217/?ref_=tt_ov_ihttps://www.imdb.com/title/tt13186482/mediaviewer/rm1126268417/?ref_=tt_ov_i

Kelas Mengenal 3D Element dalam Dunia UI/UX di BuildWithAngga

Mengenal 3D Element dalam Dunia UI/UX

Dalam era digital yang terus berkembang, saat ini desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan suatu aplikasi atau situs web. Salah satu tren yang semakin populer dan memberikan dampak besar adalah penggunaan elemen 3D. Elemen 3D tidak hanya menambah dimensi visual yang menarik, tetapi juga meningkatkan interaksi dan keterlibatan pengguna. Dengan teknologi yang semakin canggih, elemen 3D kini lebih mudah diimplementasikan dan diakses, membuatnya menjadi pilihan favorit bagi designer yang mau memberikan pengalaman yang lebih realistis dan mendalam. Pada artikel ini kita akan membahas kenapa kita butuh elemen 3D dalam desain UI/UX, manfaat yang bisa diperoleh dari menggunakan 3D elemen serta plugin Figma 3D gratis yang bisa kamu pakai dalam desainmu! Kenapa Kita Harus Pakai Element 3D dalam Desain UI/UX Kita? Apa yang dimaksud dengan Element 3D? Elemen 3D dalam desain UI/UX mengacu pada penggunaan objek tiga dimensi yang dapat memberikan dimensi tambahan pada tampilan antarmuka pengguna. Elemen ini bisa berupa model 3D, animasi, atau efek yang memberikan ilusi kedalaman dan realisme yang tidak bisa dicapai dengan desain 2D 🤩 Image by Vector to 3D Figma Plugin Lalu Apa Alasan Kita untuk Menggunakan Element 3D Tersebut? Meningkatkan Keterlibatan PenggunaInteraksi Lebih Menarik: Elemen 3D membuat UX lebih interaktif dan menarik. Misalnya, model produk 3D yang bisa diputar dan dilihat dari berbagai sudut dapat membuat user lebih tertarik dan terlibat.Visualisasi Lebih Realistis.Detail yang Lebih Menarik: Elemen 3D memungkinkan detail yang lebih baik dan kompleks dibandingkan dengan elemen 2D. Ini sangat berguna dalam aplikasi seperti arsitektur, desain produk, atau e-commerce, di mana pengguna perlu melihat objek secara detail.Estetika dan Daya Tarik VisualDesain Lebih Modern dan Menarik: Elemen 3D dapat memberikan tampilan yang lebih modern dan inovatif, menarik perhatian dan memberikan kesan profesional pada aplikasi atau situs web. Plugin 3D Element Figma yang Dapat Kamu Pakai Gratis! Fig3D Plugin ini memungkinkan desainer membuat elemen 3D langsung dalam Figma tanpa perlu alat tambahan. Fig3D menggunakan real-time editing, kamu dapat melihat perubahannya langsung. Fig3D kompatibel dengan fitur asli Figma, sehingga integrasi dengan proyek yang sudah ada berjalan mulus. 3D Wave 3D Wave memungkinkan pembuatan efek gelombang 3D yang menarik dan dinamis. Kamu dapat menyesuaikan parameter seperti frekuensi, amplitudo, dan warna untuk menciptakan efek unik. Dirancang untuk integrasi mudah, 3D Wave berfungsi dengan desain Figma yang sudah ada tanpa memerlukan penyesuaian besar. Waitt… Sebelum lanjut, kira-kira kamu tau gak bedanya 3D Design dan Flat Design? Kalau 3D Desain itu: Dimensi: Menampilkan elemen dengan kedalaman dan volume, menciptakan kesan realistis.Fokus: 3D Design memberikan pengalaman yang terasa nyata dan visualisasi detail, sering digunakan untuk produk kompleks atau estetika modern. Sedangkan Flat Design: Dimensi: Elemennya flat, tanpa kedalaman, mengandalkan warna, bentuk, dan tipografi.Fokus: Flat Design menyederhanakan tampilan, memprioritaskan kejelasan dan minimalis. Ideal untuk UI/UX yang mementingkan kemudahan penggunaan dan kecepatan loading. Nah sudah tau kan bedanya 3D Design dan Flat Design? Yuk lanjut 😄 Simple 3D Simple 3D menawarkanmu interface yang mudah digunakan untuk menciptakan elemen 3D dasar dengan cepat dan efisien tanpa proses yang rumit. Selain itu, Simple 3D ini ringan dan tidak membebani Figma, sehingga tetap menjaga kinerja yang optimal. Hologram Shape PNG Pack #2 Dalam Hologram Shape PNG Pack #2 ini menyediakan berbagai bentuk hologram dalam format PNG berkualitas tinggi yang siap digunakan. Grafiknya memberikan efek 3D dan holografis yang menarik, dan dapat diimpor ke dalam proyek Figma dengan mudah tanpa perlu penyesuaian tambahan. Vector 3D Vector to 3D memungkinkan kamu untuk konversi objek vektor 2D menjadi elemen 3D dengan pengaturan fleksibel seperti perspektif, kedalaman, dan sudut. Plugin ini mempertahankan kualitas vektor asli sambil menambahkan dimensi 3D, memudahkan pengeditan dan penyesuaian lebih lanjut. Manfaat Elemen 3D dalam Desain UI/UX Meningkatkan Estetika Desain: Memberikan kesa modern dan profesional pada desainmu, sehingga meningkatkan kredibilitas dan citra brand.Membedakan desain dari pesaingmu dengan menawarkan visual yang unik dan menarik. Meningkatkan Pemahaman User: Menunjukkan hubungan antar elemen dengan lebih jelas, sehingga membantu pengguna dalam navigasi dan pengambilan keputusan. Memperluas Chance Desain Lebih Menarik: Memungkinkan desainer untuk membuat elemen interaktif yang menarik, seperti tombol 3D, animasi, dan efek visual.Memberikan peluang untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih personal dan imersif, seperti avatar 3D dan lingkungan virtual. Penutup 💬 Elemen 3D dalam desain UI/UX memberikan banyak keuntungannya loh, seperti meningkatkan interaksi pengguna dan visualisasi yang lebih realistis. Kemajuan teknologi memudahkan implementasinya. Elemen 3D menjadi populer karena kebutuhan pasar akan pengalaman pengguna yang interaktif dan estetika modern. Meskipun begitu, tentu ada tantangan dalam performa dan kompleksitas. Elemen 3D kasih banyak kelebihan, menjadikannya investasi yang worth it bagi desainer. Dengan pemahaman dan penggunaan yang efektif, desainer dapat menciptakan UI yang menarik secara visual dan memberikan UX yang keren. Kamu bisa belajar lebih jauh tentang penggunaan 3D dalam desain UI/UX di kelas 3D BuildWithAngga dan bangun portfolio berkualitas! So, see you di kelas

Kelas Mempelajari Pentingnya CSRF Protection Pada Laravel Web Development di BuildWithAngga

Mempelajari Pentingnya CSRF Protection Pada Laravel Web Development

Dalam dunia web development, keamanan data pengguna menjadi hal yang sangat penting. Website yang bagus tidak hanya menawarkan fitur dan tampilan menarik, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal terhadap data pengguna dari berbagai serangan hacker. Keamanan ini bukan hanya sekedar fitur tambahan, melainkan bagian esensial yang membutuhkan usaha lebih dan keahlian khusus dalam programming. Apa itu CSRF Attack dan CSRF Protection? Untuk memperkuat keamanan website, salah satu konsep penting yang harus dipahami adalah CSRF (Cross-Site Request Forgery). CSRF adalah jenis serangan di mana seorang hacker mencoba membuat pengguna yang terautentikasi melakukan aksi yang tidak diinginkan di website tanpa sepengetahuan mereka. Misalnya, seorang hacker bisa membuat pengguna mengirim uang atau mengubah email di akun mereka hanya dengan mengklik link yang tampaknya tidak berbahaya. Bayangkan CSRF seperti ketika kamu meninggalkan pintu rumah terbuka. Seseorang bisa saja masuk dan melakukan sesuatu di dalam rumah tanpa izinmu. CSRF Protection di sini berperan seperti kunci dan sistem keamanan yang memastikan hanya kamu yang bisa melakukan tindakan di rumah tersebut. Keuntungan Menggunakan Laravel untuk CSRF Protection Kita beruntung karena Laravel, sebagai salah satu framework PHP yang paling populer, sudah memiliki built-in CSRF protection. Dengan fitur ini, Laravel membuat website kita lebih tangguh dari serangan hacker. Setiap form yang dikirimkan melalui metode POST, PUT, PATCH, atau DELETE secara otomatis akan disertai dengan token CSRF yang harus diverifikasi sebelum permintaan diproses. Hal ini memastikan bahwa hanya permintaan yang sah dari website kita yang akan diterima. Contoh Implementasi CSRF Protection di Laravel Untuk mengaktifkan CSRF protection di Laravel, cukup dengan memastikan bahwa semua form memiliki token CSRF. Ini biasanya dilakukan dengan menambahkan @csrf directive pada form kita. <form method="POST" action="/example"> @csrf <input type="text" name="example"> <button type="submit">Submit</button> </form> Namun, terkadang kita bisa menemui error seperti "CSRF token mismatch". Error ini biasanya terjadi jika token CSRF yang dikirimkan tidak sesuai dengan token yang diharapkan oleh server. Solusi untuk masalah ini bisa beragam, mulai dari memastikan bahwa session berjalan dengan baik, hingga menambahkan pengecualian pada routes tertentu. Contoh Kode untuk Menangani CSRF Mismatch use Illuminate\\\\Http\\\\Exceptions\\\\PostTooLargeException; public function handle(Exception $exception) { if ($exception instanceof TokenMismatchException) { return redirect()->route('form') ->withInput() ->withErrors(['token' => 'Token mismatch, please try again.']); } return parent::render($request, $exception); } Kerugian Besar Jika Website Tidak Aman dari CSRF Ketidakamanan dari serangan CSRF dapat menyebabkan berbagai kerugian besar bagi website dan penggunanya. Berikut adalah beberapa kerugian utama: Pencurian Data Pribadi: Hacker bisa mendapatkan akses ke data sensitif pengguna seperti email, alamat, dan nomor telepon. Contoh kode di Laravel untuk mencegah ini adalah dengan memastikan setiap form memiliki token CSRF, seperti: <form method="POST" action="/update-profile"> @csrf <input type="text" name="email" placeholder="Email"> <input type="text" name="address" placeholder="Alamat"> <button type="submit">Update</button> </form> Transaksi Tidak Sah: Serangan CSRF bisa menyebabkan transaksi keuangan yang tidak sah, seperti transfer uang tanpa sepengetahuan pengguna. Misalnya, pada form transfer uang di Laravel: <form method="POST" action="/transfer"> @csrf <input type="text" name="account_number" placeholder="Nomor Rekening"> <input type="number" name="amount" placeholder="Jumlah Transfer"> <button type="submit">Transfer</button> </form> Perubahan Data Penting: Hacker bisa mengubah data penting dalam akun pengguna, seperti password atau alamat email. Pastikan setiap form yang melakukan perubahan data penting menggunakan token CSRF: <form method="POST" action="/change-password"> @csrf <input type="password" name="old_password" placeholder="Password Lama"> <input type="password" name="new_password" placeholder="Password Baru"> <button type="submit">Change Password</button> </form> Reputasi Buruk: Website yang sering terkena serangan akan kehilangan kepercayaan dari pengguna. Untuk menjaga reputasi, penting untuk selalu memastikan keamanan setiap permintaan form dengan CSRF protection di Laravel. Contoh Penanganan CSRF di Laravel Laravel telah menyediakan built-in CSRF protection yang bisa diaktifkan dengan menambahkan @csrf directive pada setiap form. Selain itu, jika terjadi error seperti "CSRF token mismatch", bisa ditangani dengan menambahkan pengecualian pada Handler Laravel: namespace App\\\\Exceptions; use Illuminate\\\\Foundation\\\\Exceptions\\\\Handler as ExceptionHandler; use Illuminate\\\\Session\\\\TokenMismatchException; class Handler extends ExceptionHandler { public function render($request, \\\\Throwable $exception) { if ($exception instanceof TokenMismatchException) { return redirect()->back()->withInput($request->except('_token')) ->withErrors(['token' => 'Session Anda telah kadaluarsa, silakan coba lagi.']); } return parent::render($request, $exception); } } Dengan langkah-langkah ini, website akan lebih aman dari serangan CSRF, menjaga data pengguna, transaksi, dan reputasi tetap terlindungi. Cara Menerapkan CSRF pada Proyek Web Sewa Kantor dengan Laravel Pada proyek web sewa kantor, penting untuk memastikan bahwa setiap transaksi dan interaksi data antara pengguna dan server terlindungi dari serangan CSRF. Berikut adalah langkah-langkah untuk menerapkan CSRF protection pada proyek web sewa kantor menggunakan Laravel. 1. Menyiapkan Formulir dengan CSRF Protection Langkah pertama adalah memastikan setiap formulir yang menggunakan metode POST, PUT, PATCH, atau DELETE memiliki token CSRF. Token ini akan divalidasi oleh Laravel sebelum memproses permintaan. Contoh Formulir Penyewaan Kantor <form method="POST" action="/sewa-kantor"> @csrf <div> <label for="nama">Nama:</label> <input type="text" id="nama" name="nama" required> </div> <div> <label for="email">Email:</label> <input type="email" id="email" name="email" required> </div> <div> <label for="kantor">Kantor yang Disewa:</label> <select id="kantor" name="kantor"> <option value="kantor_a">Kantor A</option> <option value="kantor_b">Kantor B</option> <option value="kantor_c">Kantor C</option> </select> </div> <button type="submit">Sewa Kantor</button> </form> 2. Menangani Permintaan di Controller Pastikan untuk menangani permintaan di controller dengan baik. Token CSRF akan divalidasi secara otomatis oleh Laravel. Contoh Controller untuk Menangani Penyewaan Kantor namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; use App\\\\Models\\\\SewaKantor; class SewaKantorController extends Controller { public function store(Request $request) { // Validasi input $validated = $request->validate([ 'nama' => 'required|string|max:255', 'email' => 'required|email|max:255', 'kantor' => 'required|string' ]); // Simpan data sewa kantor $sewaKantor = new SewaKantor(); $sewaKantor->nama = $validated['nama']; $sewaKantor->email = $validated['email']; $sewaKantor->kantor = $validated['kantor']; $sewaKantor->save(); return redirect('/sewa-kantor')->with('success', 'Penyewaan kantor berhasil.'); } } 3. Mengatasi Error CSRF Token Mismatch Terkadang, pengguna mungkin menemui error "CSRF token mismatch". Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti token yang sudah kadaluarsa atau session yang hilang. Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa menambahkan penanganan khusus di Handler Laravel. Contoh Penanganan Error CSRF Token Mismatch namespace App\\\\Exceptions; use Illuminate\\\\Foundation\\\\Exceptions\\\\Handler as ExceptionHandler; use Illuminate\\\\Session\\\\TokenMismatchException; class Handler extends ExceptionHandler { // ... public function render($request, \\\\Throwable $exception) { if ($exception instanceof TokenMismatchException) { return redirect()->back()->withInput($request->except('_token')) ->withErrors(['token' => 'Session Anda telah kadaluarsa, silakan coba lagi.']); } return parent::render($request, $exception); } } 4. Menambahkan Middleware CSRF Protection Laravel secara otomatis menambahkan middleware CSRF protection pada setiap rute yang menggunakan metode POST, PUT, PATCH, atau DELETE. Namun, jika perlu, kita bisa menambahkan middleware ini secara manual. Contoh Penambahan Middleware pada Rute use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Route; Route::middleware(['web', 'csrf'])->group(function () { Route::post('/sewa-kantor', [SewaKantorController::class, 'store']); }); Dengan langkah-langkah di atas, kita telah memastikan bahwa proyek web sewa kantor memiliki perlindungan yang baik terhadap serangan CSRF. Melindungi data pengguna dan menjaga keamanan transaksi merupakan prioritas utama dalam pengembangan web, dan dengan menggunakan Laravel, kita dapat mencapai ini dengan mudah dan efisien. Mengapa Harus Update dengan Teknologi Baru dan Belajar di BuildWithAngga Menjadi web programmer yang handal tidak hanya soal memahami konsep dan kode, tetapi juga harus selalu update dengan teknologi baru. Ini penting agar kita bisa menciptakan projek yang menarik dan aman. Belajar dengan mentor expert di BuildWithAngga menawarkan banyak benefit menarik seperti: Akses Selamanya: Dengan sekali pembayaran, kamu bisa mengakses semua materi selamanya. Ini memungkinkanmu belajar sesuai kecepatanmu sendiri tanpa batasan waktu.Portfolio Sesuai Standard Bekerja: Setiap projek yang dibuat akan disesuaikan dengan standar industri, sehingga portfoliomu akan lebih berharga dan relevan di dunia kerja.Konsultasi Mentor: Kamu bisa berkonsultasi langsung dengan mentor yang berpengalaman, mendapatkan insight dan solusi untuk setiap tantangan yang dihadapi.Komunitas yang Supportive: Bergabung dengan komunitas BuildWithAngga memungkinkanmu bertukar pengalaman dan belajar bersama dengan sesama programmer.Update Materi: Materi belajar selalu diperbarui mengikuti perkembangan teknologi terbaru, memastikan kamu tidak ketinggalan zaman. Dengan memahami pentingnya CSRF protection dan terus belajar serta meng-update skill, kamu bisa menjadi web developer yang tidak hanya mahir, tetapi juga mampu menciptakan website yang aman dan andal. Mulailah perjalanan belajarmu sekarang dan manfaatkan semua keuntungan yang ditawarkan oleh BuildWithAngga untuk mencapai kesuksesan di dunia web development.

Kelas Apa itu Livewire Pada Projek Laravel dan Cara Menggunakan Livewire di BuildWithAngga

Apa itu Livewire Pada Projek Laravel dan Cara Menggunakan Livewire

Website canggih tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang baik. Pengalaman pengguna yang baik dapat diibaratkan seperti mengendarai mobil mewah yang nyaman dan responsif. Setiap interaksi dengan website harus terasa mulus dan intuitif. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan menggunakan teknologi yang dapat memperbarui bagian-bagian halaman tanpa harus memuat ulang seluruh halaman. Di sinilah Livewire berperan penting dalam proyek Laravel. Apa itu Livewire dalam Proyek Laravel? Livewire adalah sebuah framework full-stack untuk Laravel yang memungkinkan kita membuat aplikasi dinamis tanpa harus menulis banyak kode JavaScript. Dengan Livewire, kita bisa menulis komponen yang mampu mengelola state dan berinteraksi dengan server tanpa harus memuat ulang halaman. Ini sangat penting karena bisa meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam pengembangan aplikasi. Mengapa Menggunakan Livewire? Menggunakan Livewire dalam proyek Laravel menawarkan berbagai keuntungan yang signifikan, terutama bagi pengembang yang ingin membuat aplikasi dinamis dan interaktif dengan lebih efisien. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus mempertimbangkan menggunakan Livewire: 1. Efisiensi Waktu Analogi: Bayangkan Anda sedang merakit perabotan dari IKEA. Jika Anda memiliki instruksi yang jelas dan semua alat yang Anda butuhkan, proses perakitan akan jauh lebih cepat dan efisien daripada jika Anda harus mencari tahu sendiri cara memasangnya tanpa petunjuk. Livewire memberikan "instruksi" yang jelas dan "alat" yang diperlukan untuk mengembangkan fitur-fitur interaktif tanpa kerumitan. Pengembangan Lebih Cepat: Dengan Livewire, Anda dapat menulis komponen yang mengelola state dan interaksi pengguna langsung dalam PHP, tanpa perlu beralih ke JavaScript untuk setiap perubahan kecil. Ini mengurangi jumlah kode yang harus ditulis dan memungkinkan Anda untuk fokus pada logika bisnis aplikasi.Siklus Pengembangan yang Pendek: Perubahan pada komponen Livewire dapat diuji dan diterapkan dengan cepat, karena Livewire mengelola pembaruan DOM secara otomatis. Ini menghemat waktu yang biasanya dihabiskan untuk debugging dan sinkronisasi antara front-end dan back-end. 2. Kemudahan Penggunaan Analogi: Memahami dan menggunakan Livewire bisa diibaratkan seperti menggunakan aplikasi ponsel yang intuitif. Anda tidak perlu membaca manual yang panjang untuk memahami cara menggunakannya karena antarmukanya sudah dirancang agar mudah dimengerti oleh pengguna. Tanpa Pengetahuan Mendalam tentang JavaScript: Livewire memungkinkan Anda membuat komponen interaktif tanpa perlu mempelajari JavaScript secara mendalam. Ini sangat berguna bagi pengembang backend yang lebih nyaman dengan PHP dan ingin menghindari kompleksitas framework JavaScript seperti Vue atau React.Sintaks yang Familiar: Karena Livewire adalah bagian dari ekosistem Laravel, sintaks dan cara kerjanya sangat mirip dengan Laravel. Ini membuat kurva belajar menjadi lebih pendek, dan Anda dapat langsung produktif tanpa perlu mempelajari banyak konsep baru. 3. Integrasi dengan Laravel Analogi: Menggunakan Livewire dalam proyek Laravel adalah seperti menambahkan perangkat tambahan asli ke mobil yang sudah Anda kenal baik. Karena perangkat tambahan tersebut dirancang khusus untuk mobil Anda, mereka bekerja dengan sempurna dan tanpa hambatan. Dukungan Penuh terhadap Fitur Laravel: Livewire terintegrasi erat dengan Laravel, memungkinkan Anda untuk memanfaatkan fitur-fitur seperti Eloquent, middleware, dan validasi langsung dalam komponen Livewire. Ini berarti Anda tidak perlu menulis kode khusus untuk menangani interaksi antara front-end dan back-end.Kemudahan dalam Pengelolaan Data: Mengelola state dan data dalam Livewire sangat mudah karena menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan Laravel. Misalnya, Anda dapat langsung menggunakan model Eloquent dalam komponen Livewire untuk mengelola data dari database. Contoh Kasus Penggunaan Bayangkan Anda ingin membuat form kontak dinamis yang menyimpan data ke database. Dengan Livewire, Anda dapat menulis komponen yang menangani semua ini dalam satu file PHP, tanpa perlu menulis kode JavaScript untuk mengelola interaksi form. // app/Http/Livewire/ContactForm.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\Contact; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\DB; class ContactForm extends Component { public $name; public $email; public $message; protected $rules = [ 'name' => 'required|min:5', 'email' => 'required|email', 'message' => 'required|min:10', ]; public function submit() { $this->validate(); DB::beginTransaction(); try { Contact::create([ 'name' => $this->name, 'email' => $this->email, 'message' => $this->message, ]); DB::commit(); session()->flash('message', 'Contact successfully submitted.'); } catch (\\\\Exception $e) { DB::rollBack(); session()->flash('error', 'There was an error submitting your contact.'); } } public function render() { return view('livewire.contact-form'); } } Dengan contoh di atas, Anda dapat melihat bagaimana Livewire memungkinkan Anda untuk mengelola form dan proses database dalam satu tempat, tanpa perlu menulis kode tambahan di JavaScript. Ini membuat proses pengembangan menjadi lebih sederhana dan efisien. Livewire sebagai Pengganti jQuery, Vue.js, dan React.js Livewire dapat digunakan sebagai pengganti jQuery, Vue.js, atau React.js dalam banyak kasus. Namun, penting untuk memahami kapan dan mengapa memilih Livewire: jQuery: Livewire dapat menggantikan jQuery untuk manipulasi DOM sederhana dan interaksi AJAX.Vue.js/React.js: Untuk aplikasi yang lebih kompleks dan interaksi dinamis yang canggih, Vue.js atau React.js mungkin masih menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, Livewire menawarkan solusi yang lebih sederhana dan lebih mudah diimplementasikan untuk proyek yang tidak memerlukan tingkat kompleksitas tersebut. Bagaimana Cara Livewire Bekerja? Livewire bekerja dengan cara menghubungkan komponen PHP di server dengan DOM (Document Object Model) di browser. Analoginya, bayangkan sebuah restoran di mana pelayan (browser) selalu berkomunikasi dengan dapur (server). Setiap kali ada perubahan pesanan (state), pelayan akan memberi tahu dapur, dan dapur akan menyiapkan makanan yang sesuai dan mengirimkannya kembali ke meja pelanggan. Dalam konteks Livewire, setiap perubahan pada state komponen akan mengirimkan request ke server, dan kemudian server akan memperbarui DOM sesuai dengan respon dari server tersebut. Ecosystem Livewire Livewire memiliki beberapa elemen penting yang bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang dinamis dan responsif: Komponen: Komponen adalah bagian-bagian dari halaman yang dikelola oleh Livewire. Setiap komponen Livewire adalah kelas PHP yang mengontrol bagian tertentu dari UI (User Interface). Contohnya, sebuah komponen untuk form kontak atau tabel data. Setiap komponen ini dapat menangani logika bisnis dan rendering tampilan. // app/Http/Livewire/ContactForm.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\Contact; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\DB; class ContactForm extends Component { public $name; public $email; public $message; protected $rules = [ 'name' => 'required|min:5', 'email' => 'required|email', 'message' => 'required|min:10', ]; public function submit() { $this->validate(); DB::beginTransaction(); try { Contact::create([ 'name' => $this->name, 'email' => $this->email, 'message' => $this->message, ]); DB::commit(); session()->flash('message', 'Contact successfully submitted.'); } catch (\\\\Exception $e) { DB::rollBack(); session()->flash('error', 'There was an error submitting your contact.'); } } public function render() { return view('livewire.contact-form'); } } <!-- resources/views/livewire/contact-form.blade.php --> <div> @if (session()->has('message')) <div>{{ session('message') }}</div> @endif @if (session()->has('error')) <div>{{ session('error') }}</div> @endif <form wire:submit.prevent="submit"> <div> <label for="name">Name</label> <input type="text" id="name" wire:model="name"> @error('name') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <div> <label for="email">Email</label> <input type="email" id="email" wire:model="email"> @error('email') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <div> <label for="message">Message</label> <textarea id="message" wire:model="message"></textarea> @error('message') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <button type="submit">Send</button> </form> </div> Hooks: Hooks adalah fungsi-fungsi yang dapat digunakan untuk menyisipkan logika tambahan pada berbagai tahap siklus hidup komponen. Misalnya, mount() dipanggil saat komponen diinisialisasi, sedangkan updated() dipanggil setiap kali properti tertentu diperbarui. Hooks ini memungkinkan kita untuk menambahkan logika khusus pada momen-momen tertentu dalam siklus hidup komponen. // app/Http/Livewire/UserProfile.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\User; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Auth; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\DB; class UserProfile extends Component { public $name; public $email; public function mount() { $user = Auth::user(); $this->name = $user->name; $this->email = $user->email; } public function updatedName($value) { // Logika tambahan saat nama diperbarui } public function updateProfile() { $this->validate([ 'name' => 'required|min:5', 'email' => 'required|email', ]); DB::beginTransaction(); try { $user = Auth::user(); $user->update([ 'name' => $this->name, 'email' => $this->email, ]); DB::commit(); session()->flash('message', 'Profile updated successfully.'); } catch (\\\\Exception $e) { DB::rollBack(); session()->flash('error', 'There was an error updating your profile.'); } } public function render() { return view('livewire.user-profile'); } } <!-- resources/views/livewire/user-profile.blade.php --> <div> @if (session()->has('message')) <div>{{ session('message') }}</div> @endif @if (session()->has('error')) <div>{{ session('error') }}</div> @endif <form wire:submit.prevent="updateProfile"> <div> <label for="name">Name</label> <input type="text" id="name" wire:model="name"> @error('name') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <div> <label for="email">Email</label> <input type="email" id="email" wire:model="email"> @error('email') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <button type="submit">Update</button> </form> </div> State Management: State management adalah cara mengelola data yang dapat berubah di dalam komponen. Livewire mempermudah pengelolaan state dengan menyediakan binding dua arah (two-way binding), sehingga setiap perubahan pada input akan langsung diperbarui di komponen dan sebaliknya. Ini mirip dengan cara kerja framework JavaScript modern seperti Vue atau React, tetapi dengan pendekatan yang lebih sederhana. // app/Http/Livewire/TodoList.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\Todo; class TodoList extends Component { public $todos; public $newTodo; public function mount() { $this->todos = Todo::all(); } public function addTodo() { $this->validate([ 'newTodo' => 'required|min:3', ]); DB::beginTransaction(); try { $todo = Todo::create(['title' => $this->newTodo]); $this->todos->push($todo); $this->newTodo = ''; DB::commit(); } catch (\\\\Exception $e) { DB::rollBack(); session()->flash('error', 'There was an error adding your todo.'); } } public function render() { return view('livewire.todo-list'); } } <!-- resources/views/livewire/todo-list.blade.php --> <div> @if (session()->has('error')) <div>{{ session('error') }}</div> @endif <form wire:submit.prevent="addTodo"> <input type="text" wire:model="newTodo" placeholder="New Todo"> @error('newTodo') <span>{{ $message }}</span> @enderror <button type="submit">Add</button> </form> <ul> @foreach($todos as $todo) <li>{{ $todo->title }}</li> @endforeach </ul> </div> Dengan menggunakan Livewire, kita dapat membangun aplikasi web interaktif dan dinamis tanpa harus meninggalkan Laravel. Integrasi yang kuat dengan Laravel memungkinkan kita untuk memanfaatkan semua fitur Laravel dengan mudah, sementara Livewire menangani interaksi sisi klien dengan elegan dan efisien. Hal-hal yang Bisa Dilakukan dengan Menggunakan Livewire Dengan Livewire, kita bisa melakukan berbagai hal, mulai dari membuat formulir dinamis hingga komponen yang kompleks yang terhubung dengan proses database transaction dalam proyek Laravel. Berikut adalah beberapa contoh yang lebih lengkap dan terhubung pada proses database transaction. Contoh Koding: Form Dinamis dengan Proses Database Transaction Model Pertama, kita buat model Contact yang akan digunakan untuk menyimpan data dari formulir. // app/Models/Contact.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Factories\\\\HasFactory; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Contact extends Model { use HasFactory; protected $fillable = ['name', 'email', 'message']; } Migration Kita buat migration untuk tabel contacts. // database/migrations/2024_07_29_000000_create_contacts_table.php use Illuminate\\\\Database\\\\Migrations\\\\Migration; use Illuminate\\\\Database\\\\Schema\\\\Blueprint; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Schema; class CreateContactsTable extends Migration { public function up() { Schema::create('contacts', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('name'); $table->string('email'); $table->text('message'); $table->timestamps(); }); } public function down() { Schema::dropIfExists('contacts'); } } Livewire Component Selanjutnya, kita buat Livewire component untuk formulir kontak. // app/Http/Livewire/ContactForm.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\Contact; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\DB; class ContactForm extends Component { public $name; public $email; public $message; protected $rules = [ 'name' => 'required|min:5', 'email' => 'required|email', 'message' => 'required|min:10', ]; public function submit() { $this->validate(); DB::beginTransaction(); try { Contact::create([ 'name' => $this->name, 'email' => $this->email, 'message' => $this->message, ]); DB::commit(); session()->flash('message', 'Contact successfully submitted.'); } catch (\\\\Exception $e) { DB::rollBack(); session()->flash('error', 'There was an error submitting your contact.'); } } public function render() { return view('livewire.contact-form'); } } Blade View Selanjutnya, kita buat tampilan Blade untuk komponen Livewire kita. <!-- resources/views/livewire/contact-form.blade.php --> <div> @if (session()->has('message')) <div>{{ session('message') }}</div> @endif @if (session()->has('error')) <div>{{ session('error') }}</div> @endif <form wire:submit.prevent="submit"> <div> <label for="name">Name</label> <input type="text" id="name" wire:model="name"> @error('name') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <div> <label for="email">Email</label> <input type="email" id="email" wire:model="email"> @error('email') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <div> <label for="message">Message</label> <textarea id="message" wire:model="message"></textarea> @error('message') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <button type="submit">Send</button> </form> </div> Hooks dalam Livewire Hooks adalah fungsi yang dapat kita gunakan untuk menyisipkan logika tambahan pada berbagai tahap siklus hidup komponen. Misalnya: mount(): Dipanggil saat komponen diinisialisasi.updated(): Dipanggil setiap kali properti tertentu diperbarui. Contoh Koding: Menggunakan Hooks dengan Proses Database Kita akan membuat komponen untuk mengelola profil pengguna yang memanfaatkan hooks dan proses database. Livewire Component dengan Hooks // app/Http/Livewire/UserProfile.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\User; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Auth; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\DB; class UserProfile extends Component { public $name; public $email; public function mount() { $user = Auth::user(); $this->name = $user->name; $this->email = $user->email; } public function updatedName($value) { // Logika tambahan saat nama diperbarui } public function updateProfile() { $this->validate([ 'name' => 'required|min:5', 'email' => 'required|email', ]); DB::beginTransaction(); try { $user = Auth::user(); $user->update([ 'name' => $this->name, 'email' => $this->email, ]); DB::commit(); session()->flash('message', 'Profile updated successfully.'); } catch (\\\\Exception $e) { DB::rollBack(); session()->flash('error', 'There was an error updating your profile.'); } } public function render() { return view('livewire.user-profile'); } } Blade View untuk UserProfile <!-- resources/views/livewire/user-profile.blade.php --> <div> @if (session()->has('message')) <div>{{ session('message') }}</div> @endif @if (session()->has('error')) <div>{{ session('error') }}</div> @endif <form wire:submit.prevent="updateProfile"> <div> <label for="name">Name</label> <input type="text" id="name" wire:model="name"> @error('name') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <div> <label for="email">Email</label> <input type="email" id="email" wire:model="email"> @error('email') <span>{{ $message }}</span> @enderror </div> <button type="submit">Update</button> </form> </div> Dengan contoh-contoh di atas, kita bisa melihat bagaimana Livewire mempermudah proses pengembangan aplikasi dinamis di Laravel. Proses database transaction yang disertakan memastikan integritas data dan menangani error dengan baik. Ini memungkinkan pengembangan aplikasi yang lebih stabil dan responsif. Cara Install Livewire 3 pada Proyek Laravel 11 dan Membuat Model serta Blade Pertama untuk Proyek Website Toko Sepatu Langkah 1: Persiapan Proyek Laravel 11 Sebelum menginstal Livewire, pastikan Anda sudah memiliki proyek Laravel 11. Jika belum, Anda dapat membuat proyek baru dengan menggunakan Composer: composer create-project laravel/laravel toko-sepatu Setelah proyek Laravel Anda siap, masuk ke direktori proyek tersebut: cd toko-sepatu Langkah 2: Install Livewire 3 Untuk menginstal Livewire 3, jalankan perintah berikut menggunakan Composer: composer require livewire/livewire Setelah instalasi selesai, Anda perlu menambahkan skrip Livewire ke dalam template Blade Anda. Biasanya, ini dilakukan di dalam file resources/views/layouts/app.blade.php. Tambahkan kode berikut sebelum tag penutup </body>: @livewireScripts </body> Dan tambahkan juga @livewireStyles di dalam tag <head>: <head> ... @livewireStyles </head> Langkah 3: Membuat Model untuk Toko Sepatu Selanjutnya, kita akan membuat model Shoe beserta migration-nya untuk menyimpan data sepatu. Jalankan perintah Artisan berikut untuk membuat model beserta migration-nya: php artisan make:model Shoe -m Ini akan membuat file model Shoe.php di dalam direktori app/Models dan file migration di dalam direktori database/migrations. Mengedit Migration Buka file migration yang baru saja dibuat dan tambahkan kolom yang diperlukan untuk data sepatu. Misalnya: // database/migrations/xxxx_xx_xx_xxxxxx_create_shoes_table.php use Illuminate\\\\Database\\\\Migrations\\\\Migration; use Illuminate\\\\Database\\\\Schema\\\\Blueprint; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Schema; class CreateShoesTable extends Migration { public function up() { Schema::create('shoes', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('name'); $table->text('description'); $table->decimal('price', 8, 2); $table->integer('stock'); $table->timestamps(); }); } public function down() { Schema::dropIfExists('shoes'); } } Setelah itu, jalankan migration untuk membuat tabel shoes di database: php artisan migrate Langkah 4: Membuat Livewire Component untuk Menampilkan Sepatu Jalankan perintah berikut untuk membuat Livewire component: php artisan make:livewire ShoeList Ini akan membuat dua file: ShoeList.php di dalam app/Http/Livewire dan shoe-list.blade.php di dalam resources/views/livewire. Mengedit Livewire Component Buka file ShoeList.php dan tambahkan logika untuk mengambil data sepatu dari database: // app/Http/Livewire/ShoeList.php namespace App\\\\Http\\\\Livewire; use Livewire\\\\Component; use App\\\\Models\\\\Shoe; class ShoeList extends Component { public $shoes; public function mount() { $this->shoes = Shoe::all(); } public function render() { return view('livewire.shoe-list'); } } Membuat Blade View untuk Menampilkan Sepatu Buka file shoe-list.blade.php dan tambahkan kode untuk menampilkan daftar sepatu: <!-- resources/views/livewire/shoe-list.blade.php --> <div> <h1>Daftar Sepatu</h1> <ul> @foreach($shoes as $shoe) <li> <h2>{{ $shoe->name }}</h2> <p>{{ $shoe->description }}</p> <p>Harga: {{ $shoe->price }}</p> <p>Stok: {{ $shoe->stock }}</p> </li> @endforeach </ul> </div> Langkah 5: Menambahkan Livewire Component ke Layout Utama Agar komponen Livewire dapat ditampilkan di halaman utama, kita perlu menambahkannya ke dalam view Blade. Buka file resources/views/welcome.blade.php atau buat file Blade baru di dalam resources/views. Tambahkan directive Livewire untuk menampilkan komponen ShoeList: <!-- resources/views/welcome.blade.php atau file Blade baru --> <!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <meta charset="UTF-8"> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> <title>Toko Sepatu</title> @livewireStyles </head> <body> <div class="container"> @livewire('shoe-list') </div> @livewireScripts </body> </html> Langkah 6: Menjalankan Proyek Terakhir, jalankan proyek Laravel Anda untuk melihat hasilnya: php artisan serve Buka browser Anda dan akses http://localhost:8000. Anda akan melihat daftar sepatu yang diambil dari database dan ditampilkan menggunakan Livewire. Dengan langkah-langkah di atas, Anda telah berhasil menginstal Livewire 3 pada proyek Laravel 11, membuat model untuk toko sepatu, dan membuat komponen Livewire untuk menampilkan daftar sepatu. Selamat mencoba! Kesimpulan Livewire adalah alat yang sangat berguna dalam pengembangan aplikasi Laravel. Dengan Livewire, kita dapat membuat aplikasi dinamis dengan lebih mudah dan cepat tanpa harus mempelajari banyak JavaScript. Ini sangat menguntungkan bagi pengembang yang ingin fokus pada logika backend tanpa mengorbankan interaktivitas dan pengalaman pengguna. Selain itu, Livewire terintegrasi dengan baik dalam ekosistem Laravel, memudahkan dalam penggunaan dan pengelolaan proyek. Saran Bagi yang ingin belajar lebih dalam tentang Livewire dan pengembangan aplikasi Laravel, platform BuildWithAngga menawarkan kelas-kelas gratis dengan mentor expert. Anda akan mendapatkan banyak manfaat seperti: Akses Selamanya: Anda bisa mengakses materi kapan saja tanpa batas waktu.Konsultasi dengan Mentor: Jika menghadapi masalah atau error, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan mentor yang berpengalaman.Portfolio yang Menjual: Kesempatan untuk membangun portfolio yang menarik dan menjual sebagai modal bekerja. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dari yang terbaik dan tingkatkan skill Anda di dunia web development dengan BuildWithAngga!

Kelas Contoh Relasi Database Many to Many Menggunakan Framework Laravel di BuildWithAngga

Contoh Relasi Database Many to Many Menggunakan Framework Laravel

Dalam pengembangan aplikasi web, memiliki struktur database yang baik sangatlah penting. Ini memastikan data dapat dikelola dengan efisien dan reliabel. Salah satu aspek penting dari struktur database adalah relasi antar tabel, dan relasi many-to-many adalah salah satu jenis relasi yang sangat sering digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk proyek Laravel. Mengelola Data Kompleks: Dalam aplikasi web, kita sering berhadapan dengan data yang saling terkait dan kompleks. Contohnya, dalam aplikasi toko online, satu produk bisa termasuk dalam beberapa kategori, dan satu kategori bisa memiliki banyak produk. Relasi many-to-many memungkinkan kita mengelola jenis data ini dengan mudah dan rapi.Meningkatkan Efisiensi Query: Dengan menggunakan relasi many-to-many, kita dapat menulis query yang lebih efisien untuk mengakses data terkait. Ini tidak hanya mengurangi waktu eksekusi query tetapi juga meningkatkan performa aplikasi secara keseluruhan. Efisiensi ini sangat penting dalam aplikasi dengan banyak pengguna atau data yang sangat besar.Fleksibilitas dan Skalabilitas: Relasi many-to-many memudahkan perubahan dan pengembangan struktur data. Jika di masa depan kita perlu menambahkan fitur baru yang membutuhkan relasi tambahan, kita dapat melakukannya tanpa mengubah struktur database secara drastis. Fleksibilitas ini memungkinkan aplikasi kita untuk berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang berubah.Integritas Data: Dengan relasi many-to-many, kita dapat memastikan integritas data. Misalnya, kita dapat menetapkan aturan untuk menghapus data terkait di tabel pivot ketika data utama dihapus, sehingga tidak ada data "yatim piatu" yang tersisa. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi dan kebersihan database. Cara Termudah Menerapkan Many to Many pada Proyek Laravel Laravel menyediakan cara yang sangat mudah dan intuitif untuk menerapkan relasi many-to-many melalui Eloquent ORM. Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk mengimplementasikan relasi many-to-many di Laravel: 1. Buat Tabel Pivot Tabel pivot adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan relasi many-to-many antara dua tabel. Misalnya, jika kita memiliki tabel products dan categories, kita akan membuat tabel pivot category_product. php artisan make:migration create_category_product_table --create=category_product Dalam file migrasi yang dihasilkan, tambahkan kolom untuk product_id dan category_id: Schema::create('category_product', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->foreignId('product_id')->constrained()->onDelete('cascade'); $table->foreignId('category_id')->constrained()->onDelete('cascade'); $table->timestamps(); }); 2. Definisikan Relasi di Model Selanjutnya, kita perlu mendefinisikan relasi many-to-many di model Eloquent. Misalnya, di model Product dan Category, kita tambahkan metode belongsToMany: class Product extends Model { public function categories() { return $this->belongsToMany(Category::class); } } class Category extends Model { public function products() { return $this->belongsToMany(Product::class); } } 3. Menggunakan Relasi dalam Query Setelah mendefinisikan relasi, kita bisa menggunakannya dalam query Eloquent untuk mengakses data yang terkait: $product = Product::find(1); $categories = $product->categories; $category = Category::find(1); $products = $category->products; Contoh Penerapan Relasi Many to Many pada Proyek Toko Online dengan Laravel Dalam proyek toko online, kita mungkin memiliki produk yang dapat dikaitkan dengan beberapa kategori dan sebaliknya. Berikut adalah contoh implementasi relasi many-to-many dalam proyek toko online menggunakan Laravel. 1. Struktur Database Kita akan memiliki tiga tabel utama: products, categories, dan tabel pivot category_product. Tabel Products Schema::create('products', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('name'); $table->text('description'); $table->decimal('price', 8, 2); $table->timestamps(); }); Tabel Categories Schema::create('categories', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('name'); $table->timestamps(); }); Tabel Pivot Category_Product Schema::create('category_product', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->foreignId('product_id')->constrained()->onDelete('cascade'); $table->foreignId('category_id')->constrained()->onDelete('cascade'); $table->timestamps(); }); 2. Model dan Relasi Model Product Pada model Product, kita mendefinisikan relasi many-to-many dengan menggunakan metode belongsToMany. class Product extends Model { protected $fillable = ['name', 'description', 'price']; public function categories() { return $this->belongsToMany(Category::class); } } Model Category Pada model Category, kita juga mendefinisikan relasi many-to-many dengan menggunakan metode belongsToMany. class Category extends Model { protected $fillable = ['name']; public function products() { return $this->belongsToMany(Product::class); } } 3. Menambahkan Data Kita bisa menambahkan data ke dalam relasi many-to-many dengan metode attach. Misalnya, kita ingin menambahkan produk dan menghubungkannya dengan kategori tertentu. // Membuat produk baru $product = Product::create([ 'name' => 'Laptop Gaming', 'description' => 'Laptop dengan spesifikasi tinggi untuk gaming', 'price' => 20000000 ]); // Membuat kategori baru $category = Category::create(['name' => 'Electronics']); // Menghubungkan produk dengan kategori $product->categories()->attach($category->id); // Atau bisa menggunakan ID langsung $product->categories()->attach([1, 2, 3]); // Menghubungkan ke beberapa kategori sekaligus 4. Mengambil Data Kita bisa mengambil data yang terkait dengan metode Eloquent. Misalnya, kita ingin mengambil semua kategori dari sebuah produk atau semua produk dari sebuah kategori. Mengambil Kategori dari Produk $product = Product::find(1); foreach ($product->categories as $category) { echo $category->name; } Mengambil Produk dari Kategori $category = Category::find(1); foreach ($category->products as $product) { echo $product->name; } 5. Mengelola Data Relasi Selain attach, Laravel juga menyediakan metode lain seperti detach dan sync untuk mengelola data relasi. Menghapus Relasi dengan detach $product = Product::find(1); $product->categories()->detach($category->id); // Menghapus semua relasi $product->categories()->detach(); Menyinkronkan Relasi dengan sync Metode sync digunakan untuk menyinkronkan relasi, yaitu menghapus relasi yang tidak ada dalam array dan menambahkan relasi baru yang ada dalam array. $product = Product::find(1); $product->categories()->sync([1, 2, 3]); Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat dengan mudah mengimplementasikan relasi many-to-many dalam proyek toko online menggunakan Laravel. Hal ini memungkinkan kita untuk mengelola data yang kompleks dengan lebih efisien dan terstruktur. Contoh Penerapan Relasi Many to Many pada Proyek Tiket Pesawat Online dengan Laravel Dalam proyek tiket pesawat online, kita mungkin memiliki penerbangan yang dapat dikaitkan dengan beberapa penumpang dan sebaliknya. Berikut adalah contoh implementasi relasi many-to-many dalam proyek tiket pesawat online menggunakan Laravel. 1. Struktur Database Kita akan memiliki tiga tabel utama: flights, passengers, dan tabel pivot flight_passenger. Tabel Flights Schema::create('flights', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('flight_number'); $table->string('destination'); $table->timestamp('departure_time'); $table->timestamps(); }); Tabel Passengers Schema::create('passengers', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->string('name'); $table->string('email'); $table->timestamps(); }); Tabel Pivot Flight_Passenger Schema::create('flight_passenger', function (Blueprint $table) { $table->id(); $table->foreignId('flight_id')->constrained()->onDelete('cascade'); $table->foreignId('passenger_id')->constrained()->onDelete('cascade'); $table->timestamps(); }); 2. Model dan Relasi Model Flight Pada model Flight, kita mendefinisikan relasi many-to-many dengan menggunakan metode belongsToMany. class Flight extends Model { protected $fillable = ['flight_number', 'destination', 'departure_time']; public function passengers() { return $this->belongsToMany(Passenger::class); } } Model Passenger Pada model Passenger, kita juga mendefinisikan relasi many-to-many dengan menggunakan metode belongsToMany. class Passenger extends Model { protected $fillable = ['name', 'email']; public function flights() { return $this->belongsToMany(Flight::class); } } 3. Menambahkan Data Kita bisa menambahkan data ke dalam relasi many-to-many dengan metode attach. Misalnya, kita ingin menambahkan penerbangan dan menghubungkannya dengan penumpang tertentu. // Membuat penerbangan baru $flight = Flight::create([ 'flight_number' => 'GA123', 'destination' => 'Jakarta', 'departure_time' => now() ]); // Membuat penumpang baru $passenger1 = Passenger::create(['name' => 'John Doe', 'email' => '[email protected]']); $passenger2 = Passenger::create(['name' => 'Jane Doe', 'email' => '[email protected]']); // Menghubungkan penerbangan dengan penumpang $flight->passengers()->attach($passenger1->id); $flight->passengers()->attach($passenger2->id); // Atau bisa menggunakan array ID langsung $flight->passengers()->attach([$passenger1->id, $passenger2->id]); 4. Mengambil Data Kita bisa mengambil data yang terkait dengan metode Eloquent. Misalnya, kita ingin mengambil semua penumpang dari sebuah penerbangan atau semua penerbangan dari seorang penumpang. Mengambil Penumpang dari Penerbangan $flight = Flight::find(1); foreach ($flight->passengers as $passenger) { echo $passenger->name . ' - ' . $passenger->email . '<br>'; } Mengambil Penerbangan dari Penumpang $passenger = Passenger::find(1); foreach ($passenger->flights as $flight) { echo $flight->flight_number . ' - ' . $flight->destination . '<br>'; } 5. Mengelola Data Relasi Selain attach, Laravel juga menyediakan metode lain seperti detach dan sync untuk mengelola data relasi. Menghapus Relasi dengan detach $flight = Flight::find(1); $flight->passengers()->detach($passenger1->id); // Menghapus semua relasi $flight->passengers()->detach(); Menyinkronkan Relasi dengan sync Metode sync digunakan untuk menyinkronkan relasi, yaitu menghapus relasi yang tidak ada dalam array dan menambahkan relasi baru yang ada dalam array. $flight = Flight::find(1); $flight->passengers()->sync([$passenger1->id, $passenger2->id]); Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita dapat dengan mudah mengimplementasikan relasi many-to-many dalam proyek tiket pesawat online menggunakan Laravel. Hal ini memungkinkan kita untuk mengelola data yang kompleks dengan lebih efisien dan terstruktur. Beberapa Contoh Kesalahan Ketika Menerapkan Many to Many Relationship Menerapkan relasi many-to-many memang cukup mudah dengan Laravel, namun ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi: 1. Tidak Membuat Tabel Pivot Kesalahan ini cukup sering terjadi, terutama bagi developer pemula. Tabel pivot sangat penting dalam relasi many-to-many karena menyimpan informasi tentang hubungan antara dua tabel. 2. Tidak Mendefinisikan Relasi di Kedua Model Relasi many-to-many harus didefinisikan di kedua model yang terkait. Jika hanya mendefinisikan relasi di satu model, maka kita tidak dapat mengakses data dari kedua sisi. 3. Tidak Menggunakan Metode attach, detach, atau sync Metode attach, detach, dan sync adalah cara untuk mengelola relasi many-to-many di Laravel. Tanpa menggunakan metode ini, kita akan kesulitan menambahkan, menghapus, atau mengelola data relasi. 4. Tidak Menghapus Data Terkait di Tabel Pivot Saat menghapus data dari salah satu tabel yang memiliki relasi many-to-many, kita harus memastikan bahwa data terkait di tabel pivot juga dihapus. Ini dapat dilakukan dengan menambahkan onDelete('cascade') saat mendefinisikan foreign key di tabel pivot. 5. Tidak Menggunakan Eager Loading Tanpa eager loading, query yang melibatkan relasi many-to-many dapat menjadi sangat lambat karena N+1 problem. Menggunakan eager loading dengan metode with dapat meningkatkan performa aplikasi. $products = Product::with('categories')->get(); Demikianlah pembahasan tentang penerapan relasi many-to-many menggunakan framework Laravel. Dengan mengikuti langkah-langkah dan tips di atas, kita dapat membangun aplikasi yang lebih terstruktur dan efisien. Relasi many-to-many adalah konsep yang sangat penting dalam desain database, terutama saat mengelola data yang saling terkait secara kompleks. Implementasi yang tepat dari relasi many-to-many tidak hanya membuat aplikasi lebih efisien dan fleksibel, tetapi juga memastikan integritas dan konsistensi data. Sebagai seorang programmer, memahami dan menguasai relasi many-to-many akan memberikan keuntungan besar dalam pengembangan aplikasi yang lebih kompleks. Dengan struktur database yang baik, Anda dapat mengembangkan fitur-fitur baru dengan lebih mudah dan menjaga performa aplikasi tetap optimal. Saran untuk Programmer Untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan relasi many-to-many di Laravel, sangat disarankan untuk belajar dari mentor yang ahli. BuildWithAngga adalah salah satu platform belajar yang menawarkan banyak benefit menarik, termasuk: Akses Seumur Hidup: Anda bisa belajar kapan saja dan di mana saja tanpa batasan waktu. Ini sangat berguna untuk revisi dan pembelajaran berkelanjutan.Konsultasi dengan Mentor: Dapatkan bimbingan langsung dari para mentor yang berpengalaman. Ini membantu Anda memahami konsep dengan lebih baik dan menyelesaikan masalah yang Anda hadapi dalam proyek.Benefit Lainnya: BuildWithAngga juga menawarkan berbagai keuntungan lain seperti akses ke komunitas belajar, materi pelajaran yang terus diperbarui, dan proyek-proyek praktis yang bisa membantu Anda mengasah keterampilan secara langsung. Dengan bergabung dan belajar dari BuildWithAngga, Anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga praktik langsung yang akan sangat berguna dalam karier Anda sebagai developer. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan Anda dan menjadi developer yang lebih kompeten dan profesional. Selamat belajar dan semoga sukses dalam setiap proyek yang Anda kerjakan!

Kelas Apa itu Full-Stack Web Developer: Pengertian, Tata Cara, Alur Belajar, Tools Wajib di BuildWithAngga

Apa itu Full-Stack Web Developer: Pengertian, Tata Cara, Alur Belajar, Tools Wajib

Menjadi Full-Stack Web Developer: Pelajari peran penting dalam pembangunan website, mulai dari frontend, backend, hingga full-stack. Dapatkan wawasan tentang keterampilan wajib, tools esensial, dan tantangan dalam karir ini. Temukan juga informasi tentang gaji dan tips sukses untuk memulai karir sebagai Full-Stack Web Developer. Di era digital ini, website telah menjadi media utama untuk promosi jasa dan barang. Banyak perusahaan mulai berbisnis secara online untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Sebuah website dengan fitur canggih dan design menarik dapat memberikan kepuasan pengguna dan meningkatkan bisnis secara signifikan. Namun, untuk mewujudkan website yang optimal, peran seorang web developer sangat dibutuhkan. Website tidak hanya sebagai sarana promosi tetapi juga sebagai tempat transaksi, komunikasi, dan pelayanan pelanggan. Dengan adanya website, bisnis dapat beroperasi selama 24 jam tanpa batas geografis. Sebuah website dengan fitur canggih dan desain menarik akan memberikan pengalaman pengguna yang baik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan konversi penjualan. Peran Web Developer dalam Membangun Website Dalam membangun sebuah website, ada beberapa peran penting yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa website tersebut berfungsi dengan baik dan memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Berikut adalah peran-peran tersebut beserta tanggung jawabnya: Frontend Developer Frontend Developer bertanggung jawab atas tampilan dan interaksi pengguna dengan website. Mereka bekerja dengan HTML, CSS, dan JavaScript untuk membuat desain yang responsif dan interaktif. Tanggung jawab utama mereka meliputi: Desain Antarmuka Pengguna: Membuat layout dan elemen visual yang menarik dan intuitif.Interaksi Pengguna: Menambahkan fitur-fitur interaktif seperti tombol, formulir, dan animasi.Optimisasi Kinerja: Memastikan bahwa halaman web dimuat dengan cepat dan efisien di berbagai perangkat. Backend Developer Backend Developer mengelola server, database, dan logika bisnis dari website. Mereka menggunakan bahasa pemrograman seperti Python, Ruby, PHP, atau Node.js untuk mengembangkan backend aplikasi. Tanggung jawab utama mereka meliputi: Pengelolaan Server: Menyiapkan dan mengelola server tempat website dihosting.Manajemen Database: Merancang dan mengelola database untuk penyimpanan dan pengambilan data.Implementasi Logika Bisnis: Mengembangkan fungsi-fungsi yang menjalankan logika bisnis aplikasi, seperti autentikasi pengguna dan pemrosesan transaksi. Full-Stack Developer Full-Stack Developer menguasai kedua peran di atas, yaitu frontend dan backend, sehingga mampu menangani semua aspek dari pengembangan website. Tanggung jawab mereka mencakup: Pengembangan End-to-End: Menangani seluruh proses pengembangan, dari desain antarmuka hingga manajemen server dan database.Kolaborasi Tim: Bekerja sama dengan tim desain, frontend, dan backend untuk mengintegrasikan semua komponen aplikasi.Pemecahan Masalah: Mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang muncul di berbagai bagian aplikasi. Analogi Sederhana Bayangkan membangun sebuah rumah. Frontend developer seperti arsitek yang mendesain tampilan rumah dan interiornya, sedangkan backend developer adalah insinyur yang memastikan struktur rumah kuat dan sistem air serta listrik berfungsi dengan baik. Full-stack developer adalah orang yang bisa melakukan keduanya. Apa itu Full-Stack Web Developer dan Mengapa Penting? Full-Stack Web Developer adalah seorang yang memiliki keahlian dalam mengembangkan frontend dan backend dari sebuah website. Mereka memiliki kemampuan untuk membangun seluruh bagian dari aplikasi web, dari antarmuka pengguna hingga server dan database. Peran ini penting karena: Efisiensi: Memungkinkan satu orang untuk mengembangkan fitur end-to-end.Pemahaman Menyeluruh: Memiliki pandangan menyeluruh tentang bagaimana semua bagian dari aplikasi bekerja bersama-sama.Fleksibilitas: Dapat bekerja pada berbagai aspek proyek sesuai kebutuhan. 5 Perbedaan Backend dan Frontend yang Penting Dipelajari Bahasa Pemrograman: Frontend menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript, sedangkan backend menggunakan bahasa seperti Python, Ruby, PHP, dan Node.js.Fokus Utama: Frontend fokus pada tampilan dan interaksi pengguna, sementara backend fokus pada logika bisnis, server, dan database.Framework: Frontend biasanya menggunakan framework seperti React, Angular, atau Vue.js. Backend menggunakan framework seperti Express, Django, atau Laravel.Tools dan Libraries: Frontend menggunakan tools seperti Bootstrap dan jQuery. Backend menggunakan tools seperti Docker dan Kubernetes.Data Handling: Frontend menampilkan data yang diambil dari server, sedangkan backend bertanggung jawab untuk menyimpan, memproses, dan mengelola data. Hal Wajib Dipelajari untuk Berkarir sebagai Full-Stack Web Developer Untuk menjadi seorang full-stack web developer yang kompeten, ada beberapa hal yang wajib dipelajari dan dikuasai. Keterampilan ini mencakup berbagai aspek dari pengembangan frontend hingga backend, serta alat dan teknologi yang mendukung proses pengembangan. Berikut adalah rincian hal-hal penting yang perlu dipelajari: HTML/CSS HTML (HyperText Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets) adalah dasar dari semua halaman web. HTML digunakan untuk membuat struktur konten web, seperti paragraf, header, link, gambar, dan tabel. CSS digunakan untuk mendesain dan mengatur tata letak halaman web, seperti warna, font, margin, dan padding. Keduanya sangat penting untuk memahami bagaimana membangun dan menata elemen-elemen dasar dari sebuah halaman web. HTML: Memahami tag-tag dasar, atribut, dan elemen-elemen HTML5.CSS: Memahami selektor, properti, media queries, dan Flexbox/Grid untuk tata letak responsif. JavaScript JavaScript adalah bahasa pemrograman utama untuk web development yang digunakan untuk membuat halaman web menjadi interaktif dan dinamis. JavaScript memungkinkan pengembang untuk menambahkan fitur seperti validasi form, animasi, manipulasi DOM, dan banyak lagi. JavaScript juga merupakan dasar untuk berbagai framework dan library modern. Dasar-dasar JavaScript: Variabel, fungsi, loop, kondisi, dan event handling.ES6+: Fitur modern seperti arrow functions, async/await, dan destructuring. Backend Language Memilih dan menguasai satu atau lebih bahasa pemrograman backend adalah langkah penting untuk menjadi full-stack developer. Bahasa-bahasa ini digunakan untuk mengelola logika server, interaksi dengan database, dan pengolahan data. Python: Mudah dipelajari dan memiliki framework populer seperti Django dan Flask.Ruby: Terkenal dengan framework Ruby on Rails yang memudahkan pengembangan aplikasi web.PHP: Banyak digunakan dan memiliki framework Laravel yang kuat.Node.js: JavaScript runtime yang memungkinkan penggunaan JavaScript untuk server-side programming, sering digunakan dengan Express.js. Database Management Manajemen database adalah keterampilan penting lainnya, karena semua aplikasi web memerlukan penyimpanan dan pengambilan data. Pengembang perlu memahami cara merancang, mengelola, dan mengoptimalkan database. SQL: Bahasa standar untuk mengelola database relasional seperti MySQL, PostgreSQL, dan SQLite.NoSQL: Mengelola database non-relasional seperti MongoDB yang digunakan untuk penyimpanan data yang lebih fleksibel. Version Control Git adalah sistem version control yang sangat penting untuk melacak perubahan kode, bekerja secara kolaboratif dengan tim, dan mengelola versi proyek. Menggunakan Git memungkinkan pengembang untuk mengatur proyek secara lebih efektif dan menjaga integritas kode. Dasar-dasar Git: Commit, branch, merge, dan resolving conflicts.GitHub/GitLab: Platform untuk hosting repositori Git dan kolaborasi tim. Framework dan Libraries Menguasai framework dan libraries modern dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengembangan web. Framework membantu dalam mengelola struktur proyek, sedangkan libraries menyediakan fungsi tambahan yang mempercepat proses pengembangan. Frontend Frameworks: React, Angular, atau Vue.js untuk membangun antarmuka pengguna yang dinamis.Backend Frameworks: Express.js (Node.js), Django (Python), Ruby on Rails (Ruby), atau Laravel (PHP). API dan RESTful Services Memahami cara kerja API (Application Programming Interface) dan RESTful services adalah keterampilan penting untuk menghubungkan frontend dengan backend dan layanan eksternal. Pengembang harus mampu membuat, menguji, dan mengintegrasikan API. Membuat API: Menggunakan framework backend untuk membuat endpoint API.Testing API: Menggunakan tools seperti Postman untuk menguji endpoint API.OAuth: Autentikasi dan otorisasi menggunakan protokol seperti OAuth2. 5 Tools Wajib untuk Full-Stack Web Developer 1. Visual Studio Code Visual Studio Code adalah editor kode yang sangat populer dan powerful. Dikembangkan oleh Microsoft, editor ini mendukung berbagai bahasa pemrograman dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang mempermudah pengembangan aplikasi web. Beberapa fitur utamanya adalah: Debugging: Visual Studio Code memiliki debugger bawaan yang memungkinkan pengembang untuk menemukan dan memperbaiki bug secara langsung di dalam editor.Snippet: Fitur snippet membantu dalam menulis kode lebih cepat dengan menyediakan potongan kode yang dapat digunakan kembali.Git Control: Integrasi dengan Git memungkinkan pengelolaan version control langsung dari editor.Terminal Terintegrasi: Pengembang tidak perlu lagi beralih antara editor dan terminal, karena Visual Studio Code menyediakan terminal yang terintegrasi. Editor ini juga sangat fleksibel dengan berbagai ekstensi yang tersedia di marketplace, memungkinkan pengembang untuk menyesuaikan editor sesuai dengan kebutuhan mereka. Fitur IntelliSense memberikan saran kode yang cerdas dan auto-completion, yang sangat meningkatkan produktivitas. Download Visual Studio Code 2. Git Git adalah sistem version control yang sangat penting untuk melacak perubahan kode. Dikembangkan oleh Linus Torvalds, Git memungkinkan beberapa pengembang untuk bekerja pada proyek yang sama secara bersamaan tanpa kehilangan jejak perubahan. Beberapa keuntungan menggunakan Git adalah: Branching dan Merging: Anda dapat membuat branch untuk mengembangkan fitur baru secara terpisah dari branch utama, kemudian menggabungkannya kembali setelah selesai.History Tracking: Git menyimpan sejarah perubahan, memungkinkan rollback ke versi sebelumnya jika terjadi kesalahan.Kolaborasi: Platform seperti GitHub dan GitLab memanfaatkan Git untuk memfasilitasi kolaborasi antar pengembang. Dengan Git, pengelolaan versi kode menjadi lebih mudah dan terstruktur, yang sangat penting dalam proyek-proyek besar. Pelajari Git 3. Postman Postman adalah tool yang sangat berguna untuk testing API. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, Postman memungkinkan pengembang untuk membuat, menguji, dan mendokumentasikan API dengan mudah. Beberapa fitur utama Postman adalah: Pengiriman Permintaan HTTP: Anda dapat mengirim berbagai jenis permintaan HTTP (GET, POST, PUT, DELETE) dan melihat responnya.Koleksi: Mengelompokkan permintaan dalam koleksi untuk pengujian yang lebih terstruktur.Environment Variables: Menggunakan variabel lingkungan untuk mengelola konfigurasi pengujian yang berbeda.Automatisasi Pengujian: Postman mendukung penulisan skrip pre-request dan test untuk otomatisasi pengujian. Postman juga memungkinkan berbagi koleksi dan dokumentasi API dengan tim, meningkatkan kolaborasi dan efisiensi. Download Postman 4. Docker Docker adalah alat yang digunakan untuk containerization aplikasi, yang memungkinkan aplikasi berjalan secara konsisten di berbagai lingkungan. Beberapa manfaat utama Docker adalah: Portabilitas: Aplikasi yang dikemas dalam container dapat dijalankan di mana saja tanpa perubahan, baik itu di mesin pengembangan lokal, server, atau cloud.Isolasi: Setiap container berjalan secara terisolasi, sehingga tidak ada konflik antara aplikasi yang berbeda.Efisiensi Sumber Daya: Docker memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dibandingkan dengan virtual machines tradisional. Dengan Docker, pengembang dapat memastikan bahwa aplikasi mereka berjalan dengan cara yang sama di semua lingkungan, dari pengembangan hingga produksi. Pelajari Docker 5. Webpack Webpack adalah module bundler untuk JavaScript yang memungkinkan pengembang untuk mengelola dan mengoptimalkan aset frontend. Beberapa fitur utama Webpack adalah: Bundling: Menggabungkan banyak file JavaScript menjadi satu atau beberapa bundle untuk mengurangi jumlah permintaan HTTP.Code Splitting: Memecah kode menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, yang hanya dimuat saat diperlukan, meningkatkan kinerja aplikasi.Loaders: Memungkinkan penggunaan berbagai tipe file (seperti CSS, gambar, dan font) dalam proyek JavaScript.Plugins: Menyediakan berbagai plugin untuk optimisasi lebih lanjut, seperti minifikasi kode dan hot module replacement. Webpack membantu dalam mengelola kompleksitas proyek frontend modern dan meningkatkan kinerja aplikasi web. Pelajari Webpack Dengan menguasai dan menggunakan tools ini, seorang Full-Stack Web Developer dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja mereka, serta memastikan bahwa aplikasi web yang dikembangkan berjalan dengan optimal. Gaji Full-Stack Web Developer dan Tanggung Jawab Masing-Masing Role Gaji seorang full-stack web developer bervariasi tergantung pada lokasi dan pengalaman. Berikut beberapa contoh gaji berdasarkan level pengalaman serta tanggung jawab masing-masing role: Junior Full-Stack Developer Gaji: Rata-rata $50,000 - $70,000 per tahun. Tanggung Jawab: Implementasi Frontend: Membuat antarmuka pengguna dengan HTML, CSS, dan JavaScript berdasarkan desain yang sudah ditentukan.Penulisan Kode Backend Sederhana: Mengembangkan fungsi-fungsi backend dasar menggunakan bahasa pemrograman seperti Node.js atau Python.Pengujian dan Debugging: Melakukan pengujian unit dan debugging untuk memastikan kode berfungsi dengan baik.Kolaborasi dengan Tim: Bekerja sama dengan senior developer dan tim desain untuk memastikan implementasi yang sesuai dengan spesifikasi proyek. Mid-Level Full-Stack Developer Gaji: Rata-rata $70,000 - $100,000 per tahun. Tanggung Jawab: Desain dan Pengembangan Frontend: Membuat komponen frontend yang kompleks dan memastikan responsivitas antarmuka pengguna.Manajemen Database: Mendesain dan mengelola database serta melakukan query untuk menyimpan dan mengambil data.Integrasi API: Mengembangkan dan mengintegrasikan API untuk komunikasi antara frontend dan backend.Optimisasi Kinerja: Mengoptimalkan kinerja aplikasi web baik di sisi frontend maupun backend.Mentoring Junior Developer: Membimbing junior developer dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan teknis. Senior Full-Stack Developer Gaji: Rata-rata $100,000 - $130,000 per tahun. Tanggung Jawab: Arsitektur Sistem: Merancang arsitektur keseluruhan dari aplikasi web, termasuk memilih teknologi dan framework yang tepat.Pengembangan Fitur Kompleks: Mengembangkan fitur-fitur yang kompleks dan berpengaruh besar pada fungsionalitas keseluruhan aplikasi.Keamanan Aplikasi: Menjamin keamanan aplikasi web dengan mengimplementasikan praktik terbaik dalam pengembangan keamanan.Manajemen Tim: Memimpin tim pengembang, mengkoordinasikan tugas, dan memastikan proyek berjalan sesuai dengan jadwal.Strategi DevOps: Mengelola proses deployment, pengaturan server, dan infrastruktur untuk memastikan aplikasi berjalan dengan lancar di lingkungan produksi.Pemecahan Masalah Tingkat Tinggi: Mengatasi masalah teknis yang kompleks dan mencari solusi yang efektif untuk berbagai tantangan dalam pengembangan web. (Sumber: Indeed) Tantangan Utama dan Solusi dalam Karir Full-Stack Web Developer Menjadi seorang Full-Stack Web Developer memiliki banyak keuntungan, namun juga tidak lepas dari tantangan yang perlu dihadapi. Berikut adalah beberapa tantangan utama yang sering dihadapi oleh para Full-Stack Developer, serta solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya: Mengikuti Perkembangan Teknologi Teknologi web terus berkembang dengan cepat. Setiap tahun, muncul framework baru, bahasa pemrograman yang diperbarui, dan alat-alat baru yang menjanjikan untuk membuat pengembangan web lebih efisien dan efektif. Mengikuti perkembangan ini bisa sangat menantang, terutama jika Anda sibuk dengan proyek-proyek yang sedang dikerjakan. Solusi: Belajar Berkelanjutan: Selalu sediakan waktu untuk belajar dan mengikuti tren terbaru. Ini bisa melalui kursus online, webinar, atau konferensi teknologi.Membaca Blog dan Artikel: Banyak developer sukses yang membagikan pengetahuan mereka melalui blog dan artikel. Mengikuti blog terkenal seperti Smashing Magazine, CSS-Tricks, dan Medium dapat memberikan wawasan tentang perkembangan terbaru.Berpartisipasi dalam Komunitas: Bergabung dengan komunitas developer seperti Stack Overflow, GitHub, atau forum-forum diskusi bisa menjadi cara yang baik untuk belajar dari pengalaman orang lain dan mendapatkan tips serta trik terbaru. Menangani Kompleksitas Proyek Proyek web yang kompleks memerlukan manajemen yang baik dan keterampilan organisasi yang solid. Tanpa manajemen yang tepat, proyek dapat dengan mudah keluar jalur, menyebabkan penundaan, bug, dan frustasi di antara anggota tim. Solusi: Menggunakan Tools Manajemen Proyek: Tools seperti JIRA, Trello, dan Asana dapat membantu dalam mengatur tugas, menetapkan tenggat waktu, dan melacak kemajuan proyek. Dengan menggunakan tools ini, tim dapat bekerja lebih terorganisir dan efisien.Pendekatan Agile: Metodologi Agile, seperti Scrum atau Kanban, dapat membantu dalam memecah proyek besar menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan dapat dikelola. Pendekatan ini juga memungkinkan untuk penyesuaian dan iterasi yang cepat berdasarkan umpan balik.Dokumentasi yang Baik: Pastikan setiap bagian dari proyek didokumentasikan dengan baik. Ini termasuk kode, keputusan desain, dan proses kerja. Dokumentasi yang baik memudahkan seluruh tim untuk memahami dan mengikuti alur kerja proyek. Masalah Komunikasi Kolaborasi dengan tim yang beragam dan tersebar di berbagai lokasi bisa menjadi tantangan besar. Masalah komunikasi seringkali muncul ketika ada perbedaan waktu, bahasa, atau gaya kerja. Solusi: Menggunakan Tools Komunikasi yang Efektif: Tools seperti Slack, Microsoft Teams, dan Zoom dapat memfasilitasi komunikasi yang lebih baik antar anggota tim. Dengan menggunakan tools ini, tim dapat tetap terhubung, mengadakan rapat virtual, dan berbagi informasi dengan mudah.Menyelenggarakan Rapat Rutin: Rapat rutin, seperti stand-up meeting harian atau rapat mingguan, dapat membantu dalam menyinkronkan pekerjaan dan memastikan semua anggota tim berada di halaman yang sama.Mengatur Dokumentasi Kolaboratif: Menggunakan dokumen kolaboratif seperti Google Docs atau Confluence memungkinkan semua anggota tim untuk mengakses dan mengedit informasi proyek secara real-time. Ini membantu dalam menjaga transparansi dan memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke informasi terbaru. Penutup dan Saran untuk Pemula yang Ingin Menjadi Full-Stack Web Developer Menjadi seorang Full-Stack Web Developer adalah perjalanan yang menantang namun sangat memuaskan. Dengan menguasai keterampilan dalam frontend dan backend development, serta memahami berbagai alat dan teknologi yang digunakan dalam industri ini, Anda dapat membangun aplikasi web yang lengkap dan berfungsi dengan baik. Ingatlah untuk selalu belajar dan mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah. Saran untuk Pemula Mulai dari Dasar: Kuasai dasar-dasar HTML, CSS, dan JavaScript terlebih dahulu. Memiliki fondasi yang kuat dalam tiga teknologi ini sangat penting sebelum melangkah ke tahap yang lebih kompleks.Pelajari Framework dan Libraries: Setelah menguasai dasar-dasar, mulai eksplorasi framework dan libraries seperti React, Angular, Vue.js untuk frontend, serta Express.js, Django, atau Laravel untuk backend.Praktikkan Secara Konsisten: Buat proyek kecil secara konsisten untuk menerapkan apa yang telah Anda pelajari. Mulailah dengan proyek sederhana dan tingkatkan kompleksitasnya seiring dengan peningkatan keterampilan Anda.Gunakan Tools yang Tepat: Manfaatkan tools yang populer di kalangan developer seperti Visual Studio Code untuk coding, Git untuk version control, Postman untuk testing API, Docker untuk containerization, dan Webpack untuk module bundling.Ikuti Kursus Online: Manfaatkan berbagai sumber belajar online. BuildWithAngga menawarkan berbagai kelas gratis yang dapat membantu Anda memulai perjalanan menjadi Full-Stack Web Developer. Dengan akses seumur hidup, Anda bisa belajar kapan saja dan mengembangkan keterampilan Anda sesuai dengan waktu yang Anda miliki. Belajar dari Mentor Expert di BuildWithAngga Salah satu cara terbaik untuk mempercepat proses belajar adalah dengan belajar dari mentor yang berpengalaman. Di BuildWithAngga, Anda bisa mendapatkan bimbingan dari para expert melalui berbagai jenis kelas gratis yang tersedia. Anda akan mendapatkan wawasan praktis dan tips berharga yang tidak hanya membantu Anda menguasai teknis tetapi juga mempersiapkan Anda untuk tantangan nyata di dunia kerja. Manfaatkan kesempatan untuk mendapatkan akses seumur hidup ke semua materi dan kelas yang ada. Dengan bimbingan dari mentor expert dan sumber daya yang komprehensif, Anda dapat dengan lebih mudah mencapai tujuan menjadi seorang Full-Stack Web Developer yang sukses. Mulailah perjalanan Anda hari ini dengan belajar dari para ahli di BuildWithAngga dan jadilah bagian dari komunitas developer yang terus berkembang. Dengan dedikasi dan bimbingan yang tepat, kesuksesan dalam karir web development adalah hal yang bisa Anda capai.

Kelas Apa itu MVC Software Design Pattern Pada Laravel di BuildWithAngga

Apa itu MVC Software Design Pattern Pada Laravel

Ketika membangun website, kita tidak hanya memastikan fitur-fitur berfungsi dengan baik, tetapi juga harus memperhatikan agar website mudah diperbesar (scalable) dan dimaintenance (maintainable). Bayangkan sebuah bangunan yang dirancang dengan baik; saat kita ingin menambah ruangan atau merenovasi, kita dapat melakukannya dengan mudah tanpa harus merobohkan seluruh bangunan. Begitu juga dengan website, struktur kode yang baik memungkinkan kita menambah fitur baru atau memperbaiki bug tanpa mengganggu sistem yang sudah ada. Pentingnya Kerja Sama Programmer Dalam tim pengembangan, kerja sama yang baik antara programmer sangat penting. Untuk mencapai hal ini, diperlukan pola kerja yang terstruktur dan terorganisir. Salah satu pola yang dapat membantu adalah Model-View-Controller (MVC) pattern. MVC pattern membantu programmer bekerja sama lebih efisien dengan membagi tanggung jawab kode ke dalam tiga komponen utama: Model, View, dan Controller. Apa itu MVC Pattern? MVC adalah singkatan dari Model-View-Controller, sebuah pola arsitektur yang digunakan untuk mengorganisir kode dalam aplikasi. Untuk memahami konsep ini, kita bisa menggunakan analogi sederhana dari kehidupan sehari-hari. Bayangkan sebuah restoran: Model: Bagian dapur yang menyiapkan makanan (data).View: Area tempat pelanggan duduk dan melihat menu (antarmuka pengguna).Controller: Pelayan yang mengambil pesanan dari pelanggan dan menyampaikannya ke dapur serta mengembalikan makanan ke pelanggan (logika aplikasi). Dengan menggunakan MVC, kita memisahkan data (Model), antarmuka pengguna (View), dan logika aplikasi (Controller) sehingga setiap komponen dapat dikembangkan dan diuji secara independen. Laravel dan MVC Pattern Laravel adalah salah satu framework PHP yang menggunakan MVC pattern. Berikut adalah tiga alasan mengapa Laravel menggunakan MVC pattern: Pemeliharaan Kode: Dengan memisahkan komponen-komponen aplikasi, Laravel membuat kode lebih mudah untuk dipelihara dan diperbaiki. Kita dapat memperbaiki bug atau menambah fitur baru tanpa mengganggu komponen lain.Kolaborasi Tim: MVC memungkinkan anggota tim bekerja pada bagian yang berbeda secara bersamaan. Seorang developer dapat bekerja pada Model, sementara yang lain mengerjakan View, dan yang lain lagi mengembangkan Controller.Pengujian: Dengan MVC, kita dapat menguji setiap komponen secara terpisah. Misalnya, kita dapat menguji logika aplikasi tanpa harus melibatkan antarmuka pengguna, yang mempermudah proses debugging dan pengembangan fitur baru. Contoh Penerapan MVC dalam Proyek Pesan Tiket Hotel Mari kita lihat bagaimana MVC pattern diterapkan dalam proyek pesan tiket hotel dengan fitur cari hotel, booking, dan pembayaran menggunakan Midtrans payment gateway. 1. Model Model bertanggung jawab untuk mengelola data. Dalam contoh ini, kita memiliki model Hotel dan Booking. // app/Models/Hotel.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Hotel extends Model { protected $fillable = ['name', 'location', 'price']; } // app/Models/Booking.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Booking extends Model { protected $fillable = ['hotel_id', 'user_id', 'check_in', 'check_out', 'payment_status']; } 2. View View bertanggung jawab untuk menampilkan data kepada pengguna. Dalam Laravel, kita menggunakan Blade templates. <!-- resources/views/hotels/index.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('content') <h1>Hotels</h1> <form method="GET" action="{{ route('hotels.index') }}"> <input type="text" name="search" placeholder="Search hotels..."> <button type="submit">Search</button> </form> @foreach($hotels as $hotel) <div> <h2>{{ $hotel->name }}</h2> <p>{{ $hotel->location }}</p> <p>${{ $hotel->price }}</p> <a href="{{ route('bookings.create', $hotel->id) }}">Book Now</a> </div> @endforeach @endsection 3. Controller Controller bertanggung jawab untuk logika aplikasi. Berikut adalah contoh controller untuk mencari hotel dan membuat booking. // app/Http/Controllers/HotelController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Hotel; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class HotelController extends Controller { public function index(Request $request) { $search = $request->input('search'); $hotels = Hotel::where('name', 'LIKE', "%$search%") ->orWhere('location', 'LIKE', "%$search%") ->get(); return view('hotels.index', compact('hotels')); } } // app/Http/Controllers/BookingController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Booking; use App\\\\Models\\\\Hotel; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; use Midtrans; class BookingController extends Controller { public function create($hotelId) { $hotel = Hotel::findOrFail($hotelId); return view('bookings.create', compact('hotel')); } public function store(Request $request) { $booking = Booking::create([ 'hotel_id' => $request->input('hotel_id'), 'user_id' => auth()->id(), 'check_in' => $request->input('check_in'), 'check_out' => $request->input('check_out'), 'payment_status' => 'pending', ]); // Proses pembayaran menggunakan Midtrans Midtrans::setConfig([ 'serverKey' => env('MIDTRANS_SERVER_KEY'), 'isProduction' => false, ]); $params = [ 'transaction_details' => [ 'order_id' => $booking->id, 'gross_amount' => $request->input('amount'), ], 'customer_details' => [ 'first_name' => auth()->user()->name, 'email' => auth()->user()->email, ], ]; $snapToken = Midtrans::getSnapToken($params); return view('bookings.payment', compact('snapToken', 'booking')); } } Kesalahan Utama Programmer Pemula dalam Menerapkan MVC Pattern 1. Menggabungkan Logika dalam View Programmer pemula sering kali memasukkan logika aplikasi dalam view. Seharusnya, logika ini ditempatkan di dalam controller. Hal ini membuat kode sulit dibaca dan sulit untuk di-maintenance. Berikut adalah contoh kesalahan umum: Contoh Kesalahan: <!-- resources/views/hotels/index.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('content') <h1>Hotels</h1> <form method="GET" action="{{ route('hotels.index') }}"> <input type="text" name="search" placeholder="Search hotels..."> <button type="submit">Search</button> </form> @foreach($hotels as $hotel) <div> <h2>{{ $hotel->name }}</h2> <p>{{ $hotel->location }}</p> <p>${{ $hotel->price }}</p> @if($hotel->availability > 0) <p>Available</p> @else <p>Not Available</p> @endif </div> @endforeach @endsection Pada contoh di atas, logika pengecekan ketersediaan hotel dimasukkan langsung ke dalam view. Sebaiknya, logika ini ditempatkan di controller. Contoh yang Benar: // app/Http/Controllers/HotelController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Hotel; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class HotelController extends Controller { public function index(Request $request) { $search = $request->input('search'); $hotels = Hotel::where('name', 'LIKE', "%$search%") ->orWhere('location', 'LIKE', "%$search%") ->get() ->map(function ($hotel) { $hotel->availability_status = $hotel->availability > 0 ? 'Available' : 'Not Available'; return $hotel; }); return view('hotels.index', compact('hotels')); } } <!-- resources/views/hotels/index.blade.php --> @extends('layouts.app') @section('content') <h1>Hotels</h1> <form method="GET" action="{{ route('hotels.index') }}"> <input type="text" name="search" placeholder="Search hotels..."> <button type="submit">Search</button> </form> @foreach($hotels as $hotel) <div> <h2>{{ $hotel->name }}</h2> <p>{{ $hotel->location }}</p> <p>${{ $hotel->price }}</p> <p>{{ $hotel->availability_status }}</p> </div> @endforeach @endsection 2. Model yang Tidak Berhubungan Programmer pemula sering tidak mendefinisikan relasi antara model dengan benar. Misalnya, dalam proyek pesan tiket hotel, kita perlu mendefinisikan hubungan antara Hotel dan Booking. Relasi yang jelas membantu dalam mengelola data lebih efisien. Contoh Kesalahan: // app/Models/Hotel.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Hotel extends Model { protected $fillable = ['name', 'location', 'price']; } // app/Models/Booking.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Booking extends Model { protected $fillable = ['hotel_id', 'user_id', 'check_in', 'check_out', 'payment_status']; } Pada contoh di atas, relasi antara Hotel dan Booking tidak didefinisikan dengan jelas. Contoh yang Benar: // app/Models/Hotel.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Hotel extends Model { protected $fillable = ['name', 'location', 'price']; public function bookings() { return $this->hasMany(Booking::class); } } // app/Models/Booking.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Booking extends Model { protected $fillable = ['hotel_id', 'user_id', 'check_in', 'check_out', 'payment_status']; public function hotel() { return $this->belongsTo(Hotel::class); } } Dengan mendefinisikan relasi ini, kita dapat dengan mudah mengambil data booking terkait dengan sebuah hotel. 3. Tidak Memanfaatkan Middleware Banyak pemula tidak memanfaatkan middleware untuk menangani logika umum seperti otentikasi dan otorisasi, yang seharusnya dikelola secara terpusat. Middleware membantu memastikan bahwa logika ini diterapkan secara konsisten di seluruh aplikasi. Contoh Kesalahan: // app/Http/Controllers/BookingController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Booking; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class BookingController extends Controller { public function create() { if (!auth()->check()) { return redirect('login'); } return view('bookings.create'); } public function store(Request $request) { if (!auth()->check()) { return redirect('login'); } Booking::create([ 'hotel_id' => $request->input('hotel_id'), 'user_id' => auth()->id(), 'check_in' => $request->input('check_in'), 'check_out' => $request->input('check_out'), 'payment_status' => 'pending', ]); return redirect()->route('bookings.index'); } } Pada contoh di atas, pengecekan otentikasi dilakukan langsung di controller, yang seharusnya dikelola oleh middleware. Contoh yang Benar: // app/Http/Controllers/BookingController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Booking; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class BookingController extends Controller { public function __construct() { $this->middleware('auth'); } public function create() { return view('bookings.create'); } public function store(Request $request) { Booking::create([ 'hotel_id' => $request->input('hotel_id'), 'user_id' => auth()->id(), 'check_in' => $request->input('check_in'), 'check_out' => $request->input('check_out'), 'payment_status' => 'pending', ]); return redirect()->route('bookings.index'); } } Dengan menggunakan middleware, kita memastikan bahwa hanya pengguna yang terotentikasi yang dapat mengakses metode create dan store pada BookingController. Perbedaan antara MVC dan Service Repository Pattern dalam Framework Laravel MVC (Model-View-Controller) dan Service Repository Pattern adalah dua pola arsitektur yang dapat digunakan dalam pengembangan aplikasi menggunakan Laravel. Berikut adalah lima perbedaan utama antara keduanya beserta contoh koding untuk memperjelas perbedaan tersebut. 1. Tanggung Jawab Kode MVC: Memisahkan tanggung jawab antara logika aplikasi, tampilan, dan manajemen data.Service Repository Pattern: Menambahkan lapisan tambahan untuk mengelola logika bisnis dan akses data, memisahkan lebih jauh tanggung jawab antara lapisan aplikasi. Contoh MVC: // app/Models/Hotel.php namespace App\\\\Models; use Illuminate\\\\Database\\\\Eloquent\\\\Model; class Hotel extends Model { protected $fillable = ['name', 'location', 'price']; } // app/Http/Controllers/HotelController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Models\\\\Hotel; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class HotelController extends Controller { public function index() { $hotels = Hotel::all(); return view('hotels.index', compact('hotels')); } } Contoh Service Repository Pattern: // app/Repositories/HotelRepository.php namespace App\\\\Repositories; use App\\\\Models\\\\Hotel; class HotelRepository { public function getAllHotels() { return Hotel::all(); } } // app/Services/HotelService.php namespace App\\\\Services; use App\\\\Repositories\\\\HotelRepository; class HotelService { protected $hotelRepository; public function __construct(HotelRepository $hotelRepository) { $this->hotelRepository = $hotelRepository; } public function listHotels() { return $this->hotelRepository->getAllHotels(); } } // app/Http/Controllers/HotelController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Services\\\\HotelService; class HotelController extends Controller { protected $hotelService; public function __construct(HotelService $hotelService) { $this->hotelService = $hotelService; } public function index() { $hotels = $this->hotelService->listHotels(); return view('hotels.index', compact('hotels')); } } 2. Keterbacaan dan Pemeliharaan Kode MVC: Struktur kode lebih sederhana dan langsung, cocok untuk aplikasi kecil hingga menengah.Service Repository Pattern: Kode lebih terorganisir dan mudah dikelola untuk aplikasi skala besar dengan logika bisnis kompleks. Contoh MVC: // Logika bisnis langsung di dalam controller public function bookHotel(Request $request, $hotelId) { $hotel = Hotel::findOrFail($hotelId); $booking = new Booking(); $booking->hotel_id = $hotel->id; $booking->user_id = auth()->id(); $booking->check_in = $request->input('check_in'); $booking->check_out = $request->input('check_out'); $booking->save(); return redirect()->route('bookings.index'); } Contoh Service Repository Pattern: // app/Services/BookingService.php namespace App\\\\Services; use App\\\\Repositories\\\\HotelRepository; use App\\\\Repositories\\\\BookingRepository; use Illuminate\\\\Support\\\\Facades\\\\Auth; class BookingService { protected $hotelRepository; protected $bookingRepository; public function __construct(HotelRepository $hotelRepository, BookingRepository $bookingRepository) { $this->hotelRepository = $hotelRepository; $this->bookingRepository = $bookingRepository; } public function bookHotel($hotelId, $data) { $hotel = $this->hotelRepository->find($hotelId); $booking = $this->bookingRepository->create([ 'hotel_id' => $hotel->id, 'user_id' => Auth::id(), 'check_in' => $data['check_in'], 'check_out' => $data['check_out'], ]); return $booking; } } // app/Http/Controllers/BookingController.php namespace App\\\\Http\\\\Controllers; use App\\\\Services\\\\BookingService; use Illuminate\\\\Http\\\\Request; class BookingController extends Controller { protected $bookingService; public function __construct(BookingService $bookingService) { $this->bookingService = $bookingService; } public function bookHotel(Request $request, $hotelId) { $this->bookingService->bookHotel($hotelId, $request->all()); return redirect()->route('bookings.index'); } } 3. Pengujian MVC: Pengujian unit bisa lebih sulit karena logika bisnis sering tercampur dalam controller dan model.Service Repository Pattern: Memisahkan logika bisnis membuat pengujian lebih mudah dan lebih spesifik. Contoh Pengujian pada MVC: // tests/Feature/HotelControllerTest.php public function testIndex() { $response = $this->get('/hotels'); $response->assertStatus(200); $response->assertViewHas('hotels'); } Contoh Pengujian pada Service Repository Pattern: // tests/Unit/HotelServiceTest.php use App\\\\Services\\\\HotelService; use App\\\\Repositories\\\\HotelRepository; use PHPUnit\\\\Framework\\\\TestCase; class HotelServiceTest extends TestCase { public function testListHotels() { $hotelRepository = $this->createMock(HotelRepository::class); $hotelRepository->method('getAllHotels')->willReturn(collect([])); $hotelService = new HotelService($hotelRepository); $hotels = $hotelService->listHotels(); $this->assertEmpty($hotels); } } 4. Keterlibatan Komponen MVC: Langsung melibatkan model, view, dan controller tanpa lapisan tambahan.Service Repository Pattern: Menambah lapisan repository untuk manajemen data dan service untuk logika bisnis. Contoh MVC: // Menggunakan model langsung di controller $hotel = Hotel::findOrFail($hotelId); Contoh Service Repository Pattern: // Menggunakan repository untuk akses data $hotel = $this->hotelRepository->find($hotelId); 5. Scalability MVC: Cocok untuk aplikasi kecil hingga menengah, bisa menjadi sulit dikelola seiring bertambahnya kompleksitas.Service Repository Pattern: Lebih scalable dan maintainable untuk aplikasi besar dengan logika bisnis yang kompleks. Contoh MVC: // Struktur sederhana public function index() { $hotels = Hotel::all(); return view('hotels.index', compact('hotels')); } Contoh Service Repository Pattern: // Struktur lebih kompleks tapi scalable public function index() { $hotels = $this->hotelService->listHotels(); return view('hotels.index', compact('hotels')); } 10 Kesimpulan yang Dapat Dipelajari dari Artikel Ini Pemahaman Tanggung Jawab Kode: MVC pattern memisahkan tanggung jawab kode menjadi tiga komponen utama, yaitu Model, View, dan Controller. Ini membantu menjaga keteraturan dan keterbacaan kode. Struktur Kode yang Terorganisir: Service Repository Pattern menambahkan lapisan tambahan untuk mengelola logika bisnis dan akses data, membuat struktur kode lebih terorganisir dan scalable. Kemudahan Pemeliharaan Kode: Dengan memisahkan logika aplikasi, tampilan, dan manajemen data, MVC pattern mempermudah pemeliharaan dan pengembangan aplikasi. Kolaborasi Tim yang Lebih Baik: MVC pattern memungkinkan anggota tim untuk bekerja pada bagian yang berbeda secara bersamaan, meningkatkan efisiensi dan kolaborasi. Pengujian yang Lebih Mudah: Service Repository Pattern membuat pengujian unit lebih mudah karena logika bisnis dipisahkan dalam service dan repository, memungkinkan pengujian yang lebih spesifik dan terfokus. Skalabilitas: Service Repository Pattern lebih scalable dan maintainable untuk aplikasi besar dengan logika bisnis yang kompleks, karena pemisahan yang jelas antara logika bisnis dan akses data. Manajemen Relasi Data: Mendefinisikan relasi antara model dengan benar, seperti hubungan antara Hotel dan Booking, membantu dalam mengelola data lebih efisien dan konsisten. Pemanfaatan Middleware: Menggunakan middleware untuk logika umum seperti otentikasi dan otorisasi membantu memastikan bahwa logika ini diterapkan secara konsisten di seluruh aplikasi. Pengurangan Bug: Dengan memisahkan logika bisnis dan manajemen data, MVC dan Service Repository Pattern dapat mengurangi bug dan memudahkan debugging serta pengembangan fitur baru. Pembelajaran dan Implementasi yang Lebih Baik: Memahami dan mengimplementasikan MVC dan Service Repository Pattern dengan benar sangat penting untuk pengembangan aplikasi yang sukses, serta membantu programmer menjadi lebih terampil dan efisien dalam mengelola kode. Dengan mempelajari kesimpulan ini, programmer dapat mengembangkan aplikasi yang lebih baik, terstruktur, dan mudah dikelola, serta meningkatkan kolaborasi tim dan efisiensi pengembangan. Penutup dan Saran Penerapan MVC pattern dan Service Repository Pattern sangat penting dalam pembangunan aplikasi yang scalable dan maintainable. Kedua pola ini menawarkan keuntungan dalam hal keterbacaan kode, pemeliharaan, dan pengujian, yang semuanya esensial untuk pengembangan aplikasi yang sukses. Bagi programmer, memahami dan mengimplementasikan pola-pola ini dengan benar adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kode. Saran untuk Programmer Berikut adalah beberapa saran penting yang bisa diikuti oleh programmer dalam mengimplementasikan MVC dan Service Repository Pattern: Pahami Dasar-Dasar MVC:Pelajari komponen-komponen utama MVC (Model, View, Controller) dan bagaimana mereka bekerja bersama.Cobalah menerapkan MVC pattern dalam proyek kecil untuk memahami cara kerjanya sebelum menggunakannya dalam proyek besar.Implementasikan Service Repository Pattern untuk Proyek Besar:Gunakan Service Repository Pattern untuk proyek dengan logika bisnis yang kompleks.Pisahkan logika bisnis ke dalam service dan repository untuk meningkatkan keterbacaan dan pemeliharaan kode.Manfaatkan Middleware:Gunakan middleware untuk menangani logika umum seperti otentikasi dan otorisasi, sehingga controller tetap bersih dan fokus pada logika bisnis.Fokus pada Keterbacaan Kode:Tuliskan kode yang jelas dan mudah dimengerti oleh anggota tim lain.Hindari menumpuk terlalu banyak logika dalam satu tempat, seperti di controller atau view.Lakukan Pengujian secara Teratur:Buat pengujian unit untuk setiap komponen aplikasi, termasuk model, service, dan repository.Pastikan setiap fitur diuji dengan baik sebelum dirilis.Manfaatkan Relasi Model dengan Benar:Definisikan relasi antara model dengan benar untuk memudahkan pengelolaan data.Gunakan Eloquent ORM Laravel untuk memanfaatkan fitur-fitur relasi yang disediakan.Gunakan Tools dan Resource yang Tepat:Manfaatkan tools dan resource yang tepat untuk belajar dan mengimplementasikan MVC dan Service Repository Pattern, seperti tutorial online, dokumentasi, dan komunitas programmer.Belajar dari Mentor Expert:Belajar dari mentor yang berpengalaman, seperti yang tersedia di BuildWithAngga, untuk mendapatkan bimbingan langsung dan tips praktis.Manfaatkan benefit yang ditawarkan, seperti akses seumur hidup, konsultasi mentor, dan berbagai keuntungan lainnya. Dengan mengikuti saran-saran ini, programmer dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan aplikasi yang lebih baik dan terstruktur, serta memaksimalkan potensi kolaborasi dalam tim pengembangan. Implementasi yang baik dari MVC dan Service Repository Pattern akan membantu dalam menciptakan kode yang lebih rapi, mudah dikelola, dan scalable.