flash sale
hamburger-menu

Tips Code

Meningkatkan skills menjadi 1% lebih baik

Kelas Tips Mom Belajar Coding for Kids di Era Digital di BuildWithAngga

Tips Mom Belajar Coding for Kids di Era Digital

Saat ini, manusia semakin bergantung pada website dan aplikasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Mulai dari memesan makanan, belanja online, hingga mengatur jadwal pekerjaan, semua dapat dilakukan dengan mudah melalui perangkat digital. Contohnya: Memesan Makanan: Aplikasi seperti GoFood atau GrabFood memudahkan kita memesan makanan dari restoran favorit tanpa perlu keluar rumah.Belanja Online: Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada memungkinkan kita membeli berbagai kebutuhan dari rumah.Mengatur Jadwal: Aplikasi kalender seperti Google Calendar membantu kita mengatur jadwal harian dan mengingatkan kita akan berbagai tugas dan janji temu. Di balik kenyamanan ini, ada proses kompleks yang terjadi, yaitu coding. Coding adalah bagian terbesar dari proses pembuatan website dan aplikasi yang kita gunakan setiap hari. Memiliki keahlian coding tidak hanya membuka peluang karir yang baik tetapi juga mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih. Pengertian Coding dan Analogi Sehari-Hari Coding adalah proses menulis instruksi yang dapat dipahami oleh komputer. Instruksi ini kemudian digunakan untuk membuat aplikasi atau website berfungsi sesuai yang diinginkan. Untuk memahami coding dengan lebih mudah, bayangkan kita sedang memberikan resep masakan kepada teman: Instruksi: Seperti kita memberikan langkah-langkah cara memasak suatu makanan, coding memberikan langkah-langkah kepada komputer tentang apa yang harus dilakukan.Bahasa: Resep bisa ditulis dalam bahasa apa saja selama teman kita memahaminya, begitu juga dengan coding yang menggunakan berbagai bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, atau HTML.Urutan: Urutan langkah dalam resep harus benar agar hasilnya sesuai, begitu juga dengan coding di mana urutan instruksi sangat penting untuk memastikan program berjalan dengan benar. Apakah Anak Kecil Bisa Memulai Belajar Coding? Tentu saja, anak kecil bisa mulai belajar coding! Bahkan, belajar coding sejak dini memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa alasannya: Kemampuan Berpikir Logis: Coding membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan menyelesaikan masalah.Kreativitas: Melalui coding, anak-anak bisa menciptakan sesuatu yang mereka bayangkan, seperti membuat game atau aplikasi sederhana.Persiapan Karir: Memiliki dasar coding sejak dini bisa membuka banyak peluang karir di masa depan, terutama di bidang teknologi yang terus berkembang. 5 Ciri Tanda Anak Memiliki Bakat pada Coding Menemukan bakat coding pada anak sejak dini bisa menjadi langkah penting dalam mempersiapkan masa depan mereka. Berikut adalah lima ciri yang bisa menjadi tanda bahwa anak Anda memiliki bakat dalam coding: Kemampuan Berpikir Logis dan Analitis:Anak yang berbakat dalam coding biasanya menunjukkan kemampuan berpikir logis dan analitis yang kuat. Mereka mampu memahami pola, membuat prediksi, dan memecahkan masalah dengan pendekatan yang terstruktur.Contoh: Anak sering menyelesaikan teka-teki atau permainan strategi dengan cepat dan tepat, menunjukkan ketertarikan pada matematika dan sains.Minat pada Teknologi:Anak yang memiliki minat besar pada teknologi, seperti komputer, tablet, atau smartphone, cenderung memiliki bakat dalam coding. Mereka tidak hanya menggunakan teknologi untuk bermain tetapi juga menunjukkan rasa ingin tahu tentang bagaimana teknologi tersebut bekerja.Contoh: Anak sering bertanya tentang bagaimana aplikasi atau game dibuat dan mencoba mengutak-atik perangkat untuk memahami fungsinya.Kreativitas dan Imajinasi:Coding tidak hanya tentang logika tetapi juga kreativitas. Anak yang suka menciptakan cerita, game, atau proyek seni digital menunjukkan potensi besar dalam coding.Contoh: Anak suka membuat cerita interaktif di platform seperti Scratch atau menggambar desain game yang mereka impikan.Kesabaran dan Ketekunan:Coding membutuhkan kesabaran dan ketekunan, terutama saat menghadapi bug atau masalah yang sulit. Anak yang tidak mudah menyerah dan terus mencoba sampai berhasil menunjukkan ciri khas seorang programmer.Contoh: Anak terus mencoba memperbaiki kesalahan dalam proyek coding mereka tanpa merasa frustrasi atau bosan.Keterampilan Problem Solving yang Baik:Anak yang mampu memecahkan masalah dengan cepat dan menemukan solusi inovatif biasanya memiliki bakat dalam coding. Mereka menikmati tantangan dan merasa puas ketika berhasil menyelesaikan masalah.Contoh: Anak suka bermain permainan yang membutuhkan pemecahan masalah, seperti puzzle, rubik, atau game logika. Mengamati ciri-ciri ini pada anak Anda dapat membantu Anda mengenali bakat mereka dalam coding dan memberikan dukungan yang tepat untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Memberikan akses ke sumber daya belajar coding yang sesuai usia, seperti platform pembelajaran interaktif dan permainan edukatif, dapat membantu anak Anda mengeksplorasi dan mengembangkan minat mereka dalam bidang teknologi dan pemrograman. Manfaat Utama Mempelajari Programming untuk Anak-Anak Mempelajari programming tidak hanya bermanfaat untuk persiapan karir, tetapi juga memberikan berbagai keuntungan lainnya, seperti: Mengembangkan Keterampilan Problem Solving: Coding mengajarkan anak-anak cara menyelesaikan masalah dengan cara yang terstruktur.Meningkatkan Kreativitas: Dengan coding, anak-anak bisa berkreasi dan membuat berbagai proyek seperti game, animasi, atau aplikasi sederhana.Memahami Teknologi: Di era digital, memahami dasar-dasar teknologi menjadi sangat penting. Coding membantu anak-anak mengerti bagaimana teknologi bekerja.Kerja Tim dan Komunikasi: Banyak proyek coding yang dilakukan secara kolaboratif, sehingga anak-anak belajar bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain. Software Rekomendasi untuk Belajar Coding for Kids Ada banyak software yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak belajar coding dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Beberapa di antaranya adalah: Scratch:Fitur: Scratch adalah platform visual yang memungkinkan anak-anak membuat cerita interaktif, game, dan animasi dengan drag-and-drop.Keunggulan: Mudah digunakan, cocok untuk pemula, dan memiliki komunitas yang besar sehingga anak-anak bisa berbagi proyek mereka.Code.org:**Fitur: Menyediakan berbagai kursus coding gratis untuk anak-anak dari berbagai usia, dengan tutorial interaktif dan video.Keunggulan: Materi yang terstruktur dengan baik, berkolaborasi dengan banyak sekolah dan organisasi untuk menyediakan pendidikan coding.Tynker:Fitur: Platform yang menawarkan pelajaran coding berbasis game, memungkinkan anak-anak belajar melalui bermain.Keunggulan: Interface yang menarik, berbagai proyek coding yang menyenangkan, dan kemampuan untuk berkembang ke level coding yang lebih tinggi.Kodable:Fitur: Aplikasi yang mengajarkan dasar-dasar coding melalui permainan interaktif yang dirancang untuk anak-anak usia dini.Keunggulan: Sangat ramah anak, mudah digunakan, dan mengajarkan konsep coding dasar tanpa memerlukan kemampuan membaca yang tinggi.Blockly:Fitur: Platform visual yang memungkinkan anak-anak mempelajari konsep coding dengan menyusun blok-blok instruksi.Keunggulan: Interaktif, mudah dipahami oleh pemula, dan dapat digunakan untuk mengajarkan dasar-dasar logika pemrograman. Contoh Game Sederhana untuk Anak-Anak Belajar Coding Belajar coding bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak, terutama ketika mereka bisa membuat game sederhana. Berikut beberapa contoh game yang bisa mereka ciptakan: Tebak Angka:Anak-anak bisa membuat game di mana pemain harus menebak angka yang dipilih secara acak oleh komputer.Fitur: Memberikan petunjuk apakah tebakan terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan menghitung jumlah percobaan yang dibutuhkan untuk menebak angka dengan benar.Tic-Tac-Toe:Game klasik ini memungkinkan dua pemain untuk bermain melawan satu sama lain atau melawan komputer.Fitur: Membuat papan permainan, aturan kemenangan, dan algoritma dasar untuk strategi komputer.Balapan Karakter:Game balapan sederhana di mana anak-anak bisa membuat karakter yang bergerak di lintasan dengan menekan tombol tertentu.Fitur: Menambahkan rintangan, mengukur waktu balapan, dan mencatat skor tertinggi.Labirin:Game di mana pemain harus menemukan jalan keluar dari labirin.Fitur: Merancang labirin dengan tingkat kesulitan yang berbeda, menambahkan timer, dan menyimpan rekor waktu terbaik.Pengejaran Harta Karun:Pemain mengendalikan karakter yang harus mengumpulkan harta karun yang tersebar di berbagai lokasi.Fitur: Menambahkan tantangan atau musuh yang harus dihindari, serta memberikan petunjuk untuk menemukan harta karun. Membuat game sederhana ini tidak hanya mengasah kemampuan coding anak-anak tetapi juga meningkatkan kreativitas dan keterampilan problem-solving mereka. Platform seperti Scratch menyediakan alat yang mudah digunakan untuk membuat game-game ini, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain. Penutup dan Saran Di era digital ini, mempelajari coding sudah menjadi kebutuhan wajib bagi anak-anak. Coding tidak hanya membuka peluang karir yang cerah tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kreatif sejak dini. Anak-anak bisa mulai belajar coding secara gratis melalui berbagai kelas yang disediakan oleh buildwithangga. Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, buildwithangga adalah tempat yang tepat bagi anak-anak untuk memulai perjalanan mereka dalam dunia coding.

Kelas Membuat Aplikasi dengan Date Format di Flutter: Tips dan Trik! di BuildWithAngga

Membuat Aplikasi dengan Date Format di Flutter: Tips dan Trik!

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Membuat Aplikasi dengan Date Format di Flutter: Tips dan Trik!. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Membuat Aplikasi dengan Date Format di Flutter: Tips dan Trik!. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Apa itu Date Format? Date format pada Flutter adalah cara untuk menampilkan atau memformat objek tanggal dan waktu dalam berbagai format yang diinginkan, seperti tanggal, waktu, atau kombinasi keduanya. Flutter tidak memiliki fitur bawaan untuk memformat tanggal, tetapi teman-teman dapat menggunakan package seperti ‘intl’ untuk melakukan pemformatan tanggal. Dalam Flutter, package ‘intl’ sering digunakan untuk memformat tanggal dan waktu. Package ‘intl’ mampu membantu teman-teman untuk menyediakan Date Format untuk memformat objek tanggal dan waktu ke dalam berbagai format yang berbeda. Teman-teman dapat menentukan format tanggal yang diinginkan dan kemudian menggunakan metode ‘format( )’ untuk menerapkan format tersebut pada objek tanggal dan waktu. Cara Penggunaan Date Format di Flutter Berikut cara untuk penggunaan date format di Flutter: import 'package:flutter/material.dart'; import 'package:intl/intl.dart'; void main() { runApp(const MyApp()); } class MyApp extends StatelessWidget { const MyApp({super.key}); @override Widget build(BuildContext context) { // Objek DateTime yang akan diformat DateTime now = DateTime.now(); // Membuat objek DateFormat dengan format yang diinginkan DateFormat dateFormat = DateFormat('dd/MM/yyyy HH:mm:ss'); // Memformat tanggal menggunakan DateFormat String formattedDate = dateFormat.format(now); return MaterialApp( home: Scaffold( appBar: AppBar( title: const Text("Date Format BuildWithAngga"), ), body: Center( child: Text( formattedDate, style: const TextStyle(fontSize: 20), ), ), ), ); } } Tambahan untuk teman-teman: 1. Tambahkan package ‘intl’ pada pubspec.yaml terlebih dahulu. Untuk package ‘intl’ teman-teman bisa cek pada pub.dev. 2. Setelah teman-teman berhasil menambahkan package ‘intl’ pada pubspec.yaml, jangan lupa untuk menambahkan package ‘intl’ pada kode pengerjaan sebelum membuat date format pada proyek teman-teman. 3. Untuk date format class, teman-teman bisa mengeceknya dan menggunakannya sesuai kebutuhan teman-teman pada intl library. Output Penggunaan Date Format di Flutter Kesimpulan Dengan menggunakan package ‘intl’ dan Date Format dalam Flutter, teman-teman dapat dengan mudah mengatur tampilan tanggal dan waktu dalam aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan teman-teman mengikuti langkah-langkah diatas, mulai dari menambahkan package ‘intl’ pada pubspec.yaml, menambahkannya pada kode pengerjaan hingga membuat date format pada proyek teman-teman. Teman-teman diharapkan mampu dengan mudah menambahkan date format pada aplikasi yang sedang dikembangkan dan mengatur tampilannya sesuai dengan kebutuhan teman-teman. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas Trik Mudah Mengubah Jenis Font dalam Pengembangan Aplikasi Flutter di BuildWithAngga

Trik Mudah Mengubah Jenis Font dalam Pengembangan Aplikasi Flutter

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Trik Mudah Mengubah Jenis Font dalam Pengembangan Aplikasi Flutter. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Trik Mudah Mengubah Jenis Font dalam Pengembangan Aplikasi Flutter. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Manfaat Mengubah Jenis Font Pada Flutter 1. Mengubah jenis font memungkinkan teman-teman untuk menciptakan tampilan yang unik dan menarik untuk aplikasi yang sedang teman-teman kembangkan.2. Pemilihan jenis font yang tepat dapat meningkatkan teks tersebut dapat dibaca pada aplikasi. Font yang mudah dibaca dan berukuran tepat dapat membantu pengguna untuk lebih mudah memahami konten yang disajikan.3. Menggunakan jenis font yang konsisten dengan identitas teman-teman sehingga dapat membantu pengguna untuk mengidentifikasi aplikasi tertentu.4. Mengubah jenis font dapat menambahkan estetika visual dan membuat aplikasi terlihat lebih profesional. Cara mengubah jenis font pada Flutter Mengubah jenis font dalam pengembangan aplikasi Flutter adalah proses yang sederhana dan mudah. Berikut langkah-langkah mengubah jenis font pada Flutter: Pertama, teman-teman perlu memilih font mana yang akan digunakan pada aplikasi Flutter melalui Google Fonts. Kemudian setelah memilih silahkan unduh dan ekstrak file font tersebut. 2. Kedua, teman-teman perlu menambahkan font yang terdapat di dalam folder static, kemudian teman-teman tambahkan ke dalam folder assets di dalam proyek Flutter teman-teman. 3. Ketiga, teman-teman perlu mengupdate file pubspec.yaml dan menambahkan path dari font tersebut dalam bagian ‘fonts’. flutter: uses-material-design: true fonts: - family: Oswald fonts: - asset: fonts/Oswald-Regular.ttf - asset: fonts/Oswald-Bold.ttf weight: 700 4. Keempat, teman-teman tinggal input nama font kedalam kode proyek Flutter, sesuai dengan nama font yang ada di file pubspec.yaml. import 'package:flutter/material.dart'; void main() => runApp(MaterialApp( theme: ThemeData( primaryColor: Colors.blue, ), home: const MainApp(), )); class MainApp extends StatelessWidget { const MainApp({super.key}); @override Widget build(BuildContext context) { return Scaffold( appBar: AppBar( title: const Text('Text'), ), body: const Center( child: Text( 'Belajar Flutter di BuildWithAngga', style: TextStyle(fontFamily: 'Oswald', fontWeight: FontWeight.bold, ), ), ), ); } } Output Setelah Mengubah Jenis Font Dalam pengembangan aplikasi Flutter, prosedur dimulai dengan menambahkan file font ke dalam proyek Flutter dan mengkonfigurasi file pubspec.yaml dengan menambahkan pada font yang ingin digunakan. Setelah font ditambahkan dan dikonfigurasi, teman-teman dapat menggunakan font tersebut dalam kode proyek Flutter dengan menentukan properti fontFamily pada widget teks. Dengan langkah-langkah ini, teman-teman dapat dengan mudah mempersonalisasi tampilan teks dalam aplikasi Flutter teman-teman sesuai dengan preferensi masing-masing. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas Membuat Tampilan yang Menarik dengan Icon Widget dalam Flutter di BuildWithAngga

Membuat Tampilan yang Menarik dengan Icon Widget dalam Flutter

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Membuat Tampilan yang Menarik dengan Icon Widget dalam Flutter. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Membuat Tampilan yang Menarik dengan Icon Widget dalam Flutter. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Apa itu Icon Widget? Icon Widget adalah komponen yang dapat digunakan untuk menampilkan ikon dalam aplikasi teman-teman. Flutter menyediakan banyak pilihan ikon yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, teman-teman dapat menggunakan ikon untuk menunjukkan status, seperti ikon centang untuk menunjukkan bahwa tugas telah selesai, atau ikon rumah untuk menavigasi pengguna ke halaman utama. Icon Widget menjadi pilihan yang sangat berguna dan efisien untuk membangun antarmuka pengguna yang menarik dan responsif dalam aplikasi Flutter. Teman-teman dapat melihat secara keseluruhan icons yang disediakan Flutter pada Icons class. Cara Penggunaan Icon Widget di Flutter Untuk menggunakan icon widget dalam Flutter, teman-teman dapat memasukkan kode berikut di dalam Visual Studio Code teman-teman: import 'package:flutter/material.dart'; void main() => runApp(MaterialApp( theme: ThemeData( primaryColor: Colors.blue, ), home: const MainApp(), )); class MainApp extends StatelessWidget { const MainApp({super.key}); @override Widget build(BuildContext context) { return Scaffold( appBar: AppBar( title: const Text("Icon Widget BuildWithAngga"), ), body: const Center( child: Icon( Icons.home, // Menggunakan Icons.home untuk menunjukkan icon rumah size: 75, color: Colors.blue, // Menggunakan Colors.blue untuk warna ), ), ); } } Output Penggunaan Icon Widget di Flutter: Cara Menambahkan Efek Shadow Pada Icon Widget Untuk menambahkan efek shadow pada icon widget dalam Flutter, teman-teman dapat memasukkan kode berikut di dalam Visual Studio Code teman-teman: shadows: [ Shadow( offset: Offset(3, 3), blurRadius: 8, color: Colors.black54, ), ], Output penggunaan efek shadow pada Icon Widget: Kesimpulan Dalam pengembangan aplikasi Flutter, penggunaan Icon Widget merupakan salah satu elemen penting untuk menciptakan tampilan yang menarik dan fungsional. Icon Widget mampu menyediakan akses yang mudah kepada pengguna dengan beragam jenis ikon bawaan Flutter, serta mempermudah teman-teman untuk menambahkan ikon ke dalam aplikasi teman-teman tanpa perlu mencari atau membuat ikon sendiri. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas Memahami Penggunaan Widget Padding untuk Tata Letak yang Lebih Baik di Flutter di BuildWithAngga

Memahami Penggunaan Widget Padding untuk Tata Letak yang Lebih Baik di Flutter

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Memahami Penggunaan Widget Padding untuk Tata Letak yang Lebih Baik di Flutter. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Memahami Penggunaan Widget Padding untuk Tata Letak yang Lebih Baik di Flutter. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Apa itu Widget Padding? Widget Padding adalah salah satu widget yang paling sering digunakan dalam Flutter. Widget ini digunakan untuk memberikan ruang kosong di sekitar widget lain, yang dapat membantu dalam mendesain tata letak yang lebih baik dan lebih rapi. Penting untuk memahami bahwa padding bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang fungsi. Dengan memberikan ruang kosong di sekitar widget, kita dapat memastikan bahwa widget tidak merasa “bertumpuk” dan dapat membantu pengguna dalam berinteraksi dengan aplikasi. Cara Penggunaan Widget Padding di Flutter Untuk menggunakan widget padding, teman-teman cukup membungkus widget yang ingin teman-teman beri padding di dalamnya. teman-teman kemudian dapat memilih berapa banyak ruang yang ingin teman-teman berikan dengan menggunakan kelas EdgeInsets. Berikut cara penggunaan Widget Padding di Flutter: import 'package:flutter/material.dart'; void main() => runApp(MaterialApp( theme: ThemeData( primaryColor: Colors.blue, ), home: const MainApp(), )); class MainApp extends StatelessWidget { const MainApp({super.key}); @override Widget build(BuildContext context) { return Scaffold( appBar: AppBar( title: const Text("BuildWithAngga"), ), body: ListView( children: const <Widget>[ Padding( padding: EdgeInsets.all(8.0), child: Text("Padding Widget Flutter 1"), ), Padding( padding: EdgeInsets.all(8.0), child: Text("Padding Widget Flutter 2"), ), Padding( padding: EdgeInsets.all(8.0), child: Text("Padding Widget Flutter 3"), ), Padding( padding: EdgeInsets.all(8.0), child: Text("Padding Widget Flutter 4"), ), Padding( padding: EdgeInsets.all(8.0), child: Text("Padding Widget Flutter 5"), ), ], ), ); } } Tambahan untuk teman-teman: Dalam contoh di atas, setiap teks “Padding Widget Flutter 1-5” akan dikelilingi oleh ruang kosong 8 piksel di semua sisi. Anda juga dapat memberikan padding yang berbeda di setiap sisi dengan menggunakan EdgeInsets.only. Output Penggunaan Widget Padding: Kesimpulan Dengan menggunakan widget padding, teman-teman dapat menyesuaikan ukuran padding secara fleksibel untuk setiap sisi children, memberikan kendali yang presisi terhadap tata letak keseluruhan. Hal ini memungkinkan teman-teman untuk menciptakan antarmuka pengguna yang responsif dan estetis, sesuai dengan kebutuhan desain pada aplikasi yang teman-teman sedang kembangkan. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas Tingkatkan Produktivitas: 6 Alasan Mengapa Hot Reload Flutter Membantu Pengembang Flutter di BuildWithAngga

Tingkatkan Produktivitas: 6 Alasan Mengapa Hot Reload Flutter Membantu Pengembang Flutter

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Tingkatkan Produktivitas: 6 Alasan Mengapa Hot Reload Flutter Membantu Pengembang Flutter. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Tingkatkan Produktivitas: 6 Alasan Mengapa Hot Reload Flutter Membantu Pengembang Flutter. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Apa itu Hot Reload? Hot reload adalah fitur yang dapat memungkingkan pengembang untuk membuat perubahan pada kode sumber aplikasi Flutter dan perubahan tersebut dapat secara langsung diterapkan ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa perlu me-restart atau memuat ulang aplikasi secara manual. Dengan hot reload, perubahan yang dilakukan oleh developer adalah seperti perubahan tata letak UI, styling pada aplikasi, dan state management. Hot reload mampu melakukan perubahan pada aplikasi yang berjalan dalam waktu singkat, dalam hitungan detik perubahan pada kode dapat langsung diaplikasikan pada aplikasi Flutter. Bagaimana Hot Reload mampu melakukan perubahan dalam hitungan detik? Proses hot reload bekerja dengan cara menyimpan status aplikasi yang sedang berjalan di dalam memori, kemudian mengganti kode yang telah diperbarui secara langsung ke dalam proses tersebut tanpa memulai ulang seluruh aplikasi. Hal ini memungkinkan teman-teman untuk melihat efek dari perubahan dengan menggunakan hot reload secara langsung, dan tentunya dengan menggunakan hot reload dapat meningkatkan produktivitas teman-teman dalam mengembangkan aplikasi Flutter. 6 Alasan Mengapa Hot Reload Flutter Membantu Pengembang Flutter Berikut adalah enam alasan mengapa fitur ini sangat membantu pengembang Flutter: Peningkatan Produktivitas Dengan hot reload, teman-teman dapat melihat perubahan yang hot reload buat dalam kode dan langsung diterapkan ke aplikasi yang teman-teman kembangkan tanpa perlu menunggu proses kompilasi maupun memuat ulang aplikasi. Tentu dengan adanya fitur ini, teman-teman dapat menghemat banyak waktu untuk fokus pada pengembangan fitur daripada menunggu proses build. 2. Menguji Perubahan dengan Cepat Teman-teman dapat langsung menguji perubahan kecil maupun besar pada aplikasi Flutter tanpa harus meninggalkan konteks aplikasi. Ini dapat membantu teman-teman dalam proses perencanaan, pengembangan, serta pengujian secara langsung berdasarkan umpan balik yang diperoleh. 3. Debugging Menjadi Lebih Mudah Hot reload adalah fitur yang dapat teman-teman gunakan untuk melihat hasil, setelah melakukan perubahan kode pada aplikasi secara langsung. Sehingga dapat membantu proses debugging secara cepat dan membantu teman-teman untuk melihat hasil dari perubahan kode yang teman-teman kembangkan pada aplikasi Flutter. 4. SAT SET SAT SET! Merespon Feedback dari Pengguna Pengguna aplikasi biasanya sering memberikan umpan balik atau permintaan fitur agar aplikasi semakin efisien digunakan. Dengan hot reload, teman-teman dapat merespon umpan balik tersebut dengan cepat dan menerapkan perubahan yang dapat mempengaruhi pengalaman pengguna tanpa harus menunggu proses build yang lambat. 5. Meningkatkan Kreativitas Kemampuan hot reload dalam melakukan perubahan secara langsung dapat memungkinkan teman-teman untuk bereksperimen dengan ide-ide baru tanpa takut kehilangan konteks maupun waktu karena proses build yang lama. Sehingga teman-teman dapat terus mengembangkan dan eksplorasi pada aplikasi Flutter. 6. Alur Kerja Menjadi Lebih Baik Dengan teman-teman menggunakan fitur hot reload, dapat membuat teman-teman tetap fokus pada alur kerja dalam mengembangkan aplikasi tanpa harus terganggu oleh proses build yang memakan waktu. Hot reload dapat terus terhubung dengan kode serta pengguna secara langsung. Sehingga dengan hot reload dapat meningkatkan efisiensi dan fokus dalam mengembangkan aplikasi Flutter. Kesimpulan Hot reload sangat bermanfaat dalam pengembangan aplikasi Flutter karena memungkinkan teman-teman untuk melakukan eksperimen dengan cepat, menguji perubahan pada kode ke aplikasi, dan merespon feedback pengguna secara langsung tanpa harus terganggu oleh proses kompilasi atau memuat ulang aplikasi yang akan memakan waktu. Hot reload juga dapat memfasilitasi teman-teman untuk melihat dan menguji perubahan yang dilakukan secara langsung pada aplikasi Flutter. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas Langkah Awal yang Tepat: 6 Tips Paling Dicari untuk Pemula Flutter! di BuildWithAngga

Langkah Awal yang Tepat: 6 Tips Paling Dicari untuk Pemula Flutter!

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Langkah Awal yang Tepat: 6 Tips Paling Dicari untuk Pemula Flutter. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Langkah Awal yang Tepat: 6 Tips Paling Dicari untuk Pemula Flutter. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Flutter menjadi salah satu bahasa pemrograman yang pada saat ini cukup populer karena kemudahan yang diberikan kepada kita semua untuk membangun aplikasi yang cepat dan mudah untuk dipahami. Namun, banyak juga diantara kita yang masih ragu untuk mencoba mempelajari Flutter karena masih kesulitan untuk mempelajari Flutter. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa tips yang paling dicari oleh pemula Flutter dan merasa bingung untuk memulai belajar Flutter dari mana. Berikut adalah 6 tips penting yang paling sering dicari oleh pemula Flutter: Pahami Konsep Dasar dari Flutter Sebelum memulai sesuatu yang baru, tentu kita perlu untuk memahami konsep dasar dari setiap hal yang ingin kita pelajari. Sebelum terjun ke proyek-proyek besar yang ada di Flutter, teman-teman perlu memahami konsep dari OOP atau Object Oriented Programming secara menyeluruh, karena bahasa seperti Java, C++ merupakan konsep dasar dari OOP. Kemudian selanjutnya teman-teman akan dengan mudah memahami bahasa pemrograman Dart yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi melalui Flutter. 2. Menginstall Flutter Belajar tanpa mempraktekkan rasanya masih kurang untuk teman-teman dalam belajar Flutter. Maka dari itu, teman-teman perlu untuk menginstall Flutter pada perangkat masing-masing. Cara menginstall Flutter dapat teman-teman lakukan dengan cara menginstall dengan menggunakan Android Studio atau Visual Studio Code. 3. Belajar Memahami Flutter Melalui Flutter Documentation Flutter Documentation merupakan situs resmi yang disediakan oleh tim pengembangan Flutter untuk dapat membantu pengembang dalam memahami konsep Flutter, API, widget, serta fitur yang tersedia dalam framework Flutter. Dokumentasi ini adalah referensi untuk pengembang dalam belajar dan memahami bagaimana cara menggunakan Flutter dengan baik sehingga dapat menciptakan aplikasi mobile yang dapat bermanfaat bagi semua orang. Pada Flutter Documentation ini terdapat berbagai topik pembahasan yang dapat membantu teman-teman dalam belajar Flutter seperti panduan awal, widget catalog, panduan pengembangan, API reference, codelabs dan tutorial, dan petunjuk pengembangan. 4. Mempelajari Pengelolaan State Pengelolaan state merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi Flutter. Flutter menyediakan berbagai cara untuk teman-teman dapat mengelola state, seperti Stateful Widget, Provider, dan BloC (Business Logic Component), dan lainnya. Teman-teman tidak perlu untuk menggunakan semuanya, karena mengelola state ini dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek teman-teman nantinya. Sehingga diperlukan untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pengelolaan state. Teman-teman bisa mempelajari pengelolaan state melalui Tips BuildWithAngga atau silahkan ikuti kelas gratisnya di Kelas Flutter BuildWithAngga. 5. Asah Ilmu Melalui Kelas Online Belajar melalui kelas online merupakan salah satu tempat yang terbaik bagi teman-teman yang ingin belajar Flutter dan memulai belajar pemrograman. Tujuannya adalah agar teman-teman dapat menambah wawasan baru tentang Flutter dan dapat menguji kemampuan teman-teman melalui proyek-proyek yang disediakan oleh kelas online. Sehingga, teman-teman dapat dengan mudah memahami dan mempelajari Flutter. Salah satu kelas online yang menyediakan pembelajaran pemrograman dengan lengkap dan terjangkau adalah BuildWithAngga. BuildWithAngga bisa menjadi sumber yang tepat untuk teman-teman mempelajari Flutter karena teman-teman akan dibantu untuk mempelajari Flutter melalui pembelajaran yang praktis dengan proyek-proyek yang dapat teman-teman langsung terapkan. 6. Bergabung Bersama Komunitas Flutter Bergabung bersama komunitas Flutter adalah tips terakhir yang sangat tepat untuk membantu teman-teman belajar Flutter. Teman-teman bisa jelajahi forum dan grup media sosial seperti Stack Overflow, Reddit, Google Developer Groups, dan Discord Flutter. Sehingga dengan teman-teman bergabung didalam komunitas Flutter, dapat berbagi pengetahuan dan tumbuh dalam pengembangan Flutter. Jangan ragu untuk selalu berbagi pengetahuan dan pengalaman teman-teman dengan komunitas. Kesimpulan Sekian pembahasan langkah-langkah awal yang tepat untuk kamu yang baru memulai belajar Flutter yaitu dengan memahami konsep dasar dari Flutter, menginstall Flutter, belajar memahami Flutter melalui Flutter Documentation, mempelajari pengelolaan state, mengasah ilmu melalui kelas online, dan bergabung bersama komunitas Flutter. Dengan memahami dan menerapkan enam tips ini, teman-teman diharapkan dapat membangun fondasi yang kuat dalam pengembangan Flutter dan dapat meningkatkan keterampilan secara bertahap untuk kedepannya menjadi pengembang yang lebih mahir. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas 7 Extension Chrome Terbaik untuk Para Developer di BuildWithAngga

7 Extension Chrome Terbaik untuk Para Developer

Hai Sobat BWA!🙌 Saat ini, banyak terdapat extension dan tools yang tersedia secara gratis maupun berbayar dan dapat membantu pekerjaan kita sebagai developer. Pasti kalian sudah tidak asing mendengar tentang extension yang terdapat pada Visual Studio Code. Selain itu, ternyata banyak extension lain yang dapat di-install pada browser sehingga dapat membantu mempermudah pekerjaan kita loh! Bagi kalian yang belum mengetahui tentang beberapa contoh extension pada browser, kita akan membahasnya pada artikel kali ini. Kita akan membahas beberapa extension chrome yang dapat kalian coba untuk mempermudah proses development. Simak artikel berikut sampai habis ya! 1. Usersnap Usersnap adalah sebuah extension Chrome yang dirancang untuk memudahkan developer dalam mengelola feedback dan bug dari pengguna. Ini berguna untuk para developer yang ingin memperbaiki bug, meningkatkan user experience, atau menerima saran dari pengguna. Usernap dapat diintegrasikan dengan beberapa software lain seperti Jira, Slack, Wordpress, dan lainnya. Fitur-Fitur Usersnap: In-Browser Screenshots: Kita akan mendapatkan tangkapan layar tentang user experience dari pengunjung website dan menemukan masalah khusus pada browser dengan cepatInstalasi Tanpa Kode: Usersnap merupakan extension yang dapat di-install secara langsung sehingga kita tidak perlu menambahkan kode apapun pada aplikasi kitaKolaborasi & Komunikasi Tim: Fitur ini memudahkan kita untuk melacak setiap bug atau item yang ada pada Usersnap dan membagikannya pada tim kita. Kita juga dapat menambahkan label, lampiran, dan komentar agar kerjasama tim menjadi lebih baikConsole Log Errors: Jika terjadi error pada aplikasi, user dapat mengirim screenshot dengan menyertakan catatan mereka sehingga meminimalisir waktu developer untuk melakukan troubleshootingAnalisis Metadata: Usersnap secara otomatis menyertakan environment data seperti URL, info browser, ukuran layar, waktu, dan lokasi 2. BrowserStack BrowserStack adalah sebuah platform pengujian lintas browser dan lintas platform yang digunakan untuk menguji aplikasi dan situs web di berbagai perangkat dan browser. Extension ini mempermudah kita ketika ingin menguji situs web atau aplikasi web di berbagai browser langsung dari browser Chrome tanpa harus membuka browser lain satu persatu. Fitur-Fitur BrowserStack: Uji Lintas Browser: Kita dapat memilih dari berbagai browser yang didukung, termasuk versi desktop dan mobile, dan meluncurkan sesi pengujian langsung dari browser ChromeUji Lintas Platform: Selain browser, kita juga dapat menguji situs web pada berbagai platform, termasuk Windows, macOS, iOS, dan Android. Hal ini menjadikan pengujian lintas platform yang komprehensif untuk memastikan bahwa website berfungsi dengan baik di berbagai perangkatDebugging: Extension ini juga mendukung fitur debugging untuk melakukan debugging langsung dari Chrome dan pada berbagai environment. Hal ini meliputi inspect element, memeriksa console log, dan mengidentifikasi masalah lintas browser secara langsung 3. Fake Filler Fake Filler adalah sebuah extension yang sering kali kita butuhkan untuk keperluan dummy data. Fake Filler bekerja dengan cara mengisi formulir secara otomatis dengan data palsu atau acak. Fitur-Fitur Fake Filler: Generate Fake Data: Extension ini dapat menghasilkan data palsu secara otomatis untuk diisi ke dalam formulir, termasuk nama, alamat email, tanggal lahir, nomor telepon, dan lainnyaPreset Templates: Kita dapat membuat template fake data yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan kita sehingga secara cepat mengisi formulir menggunakan fake data yang telah dibuat dengan konsistenRandomization: Fitur ini memungkinkan kita untuk memilih tingkat acak dalam menghasilkan sebuah data palsu. Dengan demikian, setiap kali pengguna menggunakan extension ini untuk mengisi formulir, data palsu yang berbeda-beda akan digunakan 4. JSON Viewer Extension "JSON Viewer" adalah sebuah alat yang berguna bagi web developer dan pengguna yang sering berurusan dengan data dalam format JSON. JSON (JavaScript Object Notation) adalah format data yang ringan dan mudah dibaca dan sering digunakan untuk pertukaran data antar aplikasi web. Fitur-Fitur JSON Viewer: Validasi JSON: Beberapa extension JSON Viewer juga dapat memvalidasi data JSON untuk memastikan bahwa itu memenuhi struktur yang diharapkan. Jika ada kesalahan sintaksis atau format, extension ini sering memberikan pesan kesalahan yang informatifMengonversi JSON menjadi Struktur yang Terstruktur: Extension ini secara otomatis mengonversi data dalam format JSON menjadi struktur yang mudah dibaca dan dipahami oleh manusia. Contohnya seperti pengelompokan data berdasarkan objek, array, dan tipe data lainnya, sehingga membuatnya lebih mudah untuk menganalisis struktur dataPenyajian Warna dan Pemberian Tautan: JSON Viewer sering menggunakan warna untuk membedakan antara berbagai jenis data, seperti objek, array, string, angka, dan lainnya. Ini membuatnya lebih mudah untuk memahami struktur data dengan cepat 5. Web Developer Checklist Extension "Web Developer Checklist" untuk adalah alat yang digunakan para web developer untuk memastikan bahwa situs web yang mereka bangun memenuhi sejumlah kriteria atau standar dalam web development. Extension ini dirancang untuk memberikan daftar pemeriksaan yang komprehensif, termasuk berbagai aspek yang penting dalam pembuatan situs web yang berkualitas. Fitur-Fitur Web Developer Checklist: Pemeriksaan Otomatis: Extension ini memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan otomatis terhadap situs web yang sedang dikembangkan. Hal ini bisa mencakup analisis kode, pengujian kinerja, pemeriksaan keamanan, dan lain-lainIntegrasi dengan Alat Pengembangan Lainnya: Extension ini sering terintegrasi dengan alat pengembangan web lainnya, seperti Chrome Developer Tools atau alat pengujian lintas browser, untuk memberikan pengalaman pengembangan yang lebih baikCheck List: Extension ini menyediakan check list yang mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan web, termasuk performa, aksesibilitas, keamanan, SEO (Search Engine Optimization), responsif, dan lain-lain. Daftar ini membantu developer untuk memastikan bahwa mereka tidak melewatkan aspek penting mana pun dalam proses development 6. Clear Session Clear Session adalah extension yang dirancang untuk menghapus session atau data penyimpanan lokal yang terkait dengan situs web tertentu dengan cepat dan mudah. Ini dapat berguna dalam berbagai situasi, terutama saat kita ingin membersihkan riwayat atau informasi pribadi dari sebuah website tanpa harus menghapus seluruh riwayat atau data peramban. Fitur-Fitur Clear Session: Pilihan Kustomisasi: Beberapa extension semacam ini menyediakan opsi untuk memilih jenis data yang ingin dihapus atau dipertahankan. Misalnya, kita dapat memilih untuk hanya menghapus cookie atau cache, tanpa menghapus riwayat penelusuran atau sesi loginJadwal Pembersihan: Kita dapat mengatur jadwal pembersihan otomatis, yang secara teratur membersihkan data session sesuai dengan preferensi yang telah ditentukanPenghapusan Otomatis: Clear Session memiliki fitur untuk mengatur penghapusan data secara otomatis setelah sesi browsing tertentu selesai. Ini dapat membantu menjaga privasi dan keamanan dengan menghapus data sesi secara teratur 7. VisBug VisBug adalah extension Chrome yang dirancang untuk membantu developer dalam menemukan dan memperbaiki bug visual pada halaman web. Extension ini membantu kita untuk dengan mudah menyoroti, menandai, dan menganalisis elemen HTML dan CSS pada halaman web untuk mengidentifikasi masalah tata letak, desain, atau tampilan. Fitur-Fitur VisBug: Inspect Element: Kita dapat mengklik elemen tertentu pada halaman web dan dengan cepat melihat properti CSS yang diterapkan, termasuk ukuran, posisi, warna, dan lain-lainVisual Bug Detection: Fitur ini memudahkan kita untuk menyorot dan menandai elemen-elemen pada halaman web yang mungkin mengalami masalah tata letak atau gaya visual. Ini membantu kita dalam mengidentifikasi bug atau ketidaksesuaian antara desain yang diinginkan dan implementasi aktual pada situs webAnnotasi: Kita dapat menambahkan catatan atau anotasi langsung pada elemen yang bermasalah, sehingga memudahkan kolaborasi antar anggota tim dalam memecahkan masalah Kesimpulan Beberapa Extension yang telah kita bahas di atas memiliki fungsi yang berbeda-beda dan dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Mulai dari Usersnap yang memudahkan pengelolaan feedback dan bug, dengan fitur seperti screenshot in-browser, instalasi tanpa kode, dan analisis metadata. Kemudian BrowserStack yang mendukung uji lintas browser, uji lintas platform, dan debugging. Fake Filler yang memudahkan kita untuk mengisi formulir dengan data palsu atau acak, dengan fitur generate fake data, preset templates, dan randomization. JSON Viewer yang dapat digunakan ketika berurusan dengan data dalam format JSON, dengan fitur validasi JSON, konversi JSON menjadi struktur yang terstruktur, dan penyajian warna dan pemberian tautan. Lalu, ada Web Developer Checklist yang berfungsi untuk memastikan situs web memenuhi standar dalam web development, dengan fitur pemeriksaan otomatis, integrasi dengan alat pengembangan lainnya, dan fitur check list. Clear Session yang dapat menghapus session atau data penyimpanan lokal dengan fitur pilihan kustomisasi, jadwal pembersihan, dan penghapusan otomatis. Dan terakhir adalah VisBug untuk membantu menemukan dan memperbaiki visual bug dengan fitur inspect element, visual bug detection, dan annotasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya! Dan bagi kalian yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Web Development, kalian bisa mempelajarinya secara gratis melalui BuildWithAngga loh! Jangan lupa kepoin kelas-kelasnya ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya🙌

Kelas Desain Input Field yang Ramah Pengguna dengan Widget TextField di Flutter di BuildWithAngga

Desain Input Field yang Ramah Pengguna dengan Widget TextField di Flutter

Sebelum kamu memulai untuk belajar tentang Flutter, ada baiknya kamu harus mengenal terlebih dahulu Desain Input Field yang Ramah Pengguna dengan Widget TextField di Flutter. Kamu juga bisa belajar lebih dalam lagi tentang Flutter di kelas Flutter bersama BuildWithAngga. Pada pembahasan artikel ini, kita akan membahas Desain Input Field yang Ramah Pengguna dengan Widget TextField di Flutter. Daripada penasaran, yuk kita bedah! Flutter merupakan sebuah framework open-source yang dibuat oleh Google yang bertujuan untuk dapat membuat aplikasi antarmuka yang responsif dan konsisten di berbagai platform, contohnya seperti IOS, Android, Web maupun Desktop. Satu kode yang digunakan sebagai sumber utama bagi developer agar aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Dart. Dengan menggunakan Flutter dapat membantu developer dalam membuat aplikasi yang kaya akan fitur, kinerja dan tampilan yang baik. Apa itu Text Field? Text Field adalah sebuah widget pada Flutter yang digunakan untuk menerima inputan berupa teks dari pengguna. Widget ini dapat memungkinkan kita sebagai pengguna aplikasi untuk dapat memasukkan teks dengan menggunakan keyboard. Manfaat menggunakan Text Field ini sangat beragam, biasanya penggunaan Text Field ini digunakan pada formulir, kuesioner, dan input lainnya. Bagaimana Cara Mendesain Input Field yang Ramah Pengguna dengan Widget TextField di Flutter? Penggunaan Widget Text Field Widget TextField ini digunakan oleh developer untuk membuat input field sebagai tempat untuk pengguna memasukkan teks seperti nama, alamat email, kata sandi, konfirmasi kata sandi, dan sebagainya. Contoh penggunaan sederhana widget TextField: TextField( decoration: InputDecoration( labelText: 'Nama Lengkap', ), ) Pada bagian penggunaan widget TextField, developer biasanya menambahkan properti decoration untuk dapat menambahkan label, placeholder, atau ikon pada TextField. 2. Mengakses Hasil Input Pengguna Pada widget TextField, developer dapat mengakses data yang dimasukkan oleh pengguna ke dalam TextField. Tujuannya adalah untuk dapat menangani perubahan data yang dibuat oleh pengguna. Pada tahap ini developer dapat menggunakan properti TextEditingController dan properti OnChange. 3. Penggunaan Properti TextEditingController TextEditingController merupakan properti yang digunakan oleh developer untuk dapat mengontrol TextField. Developer dapat mengakses dan mengubah teks yang dimasukkan oleh pengguna. Kemudian dengan TextEditingController, developer dapat menetapkan nilai awal atau default pada input field. Contoh penggunaan properti TextEditingController: TextEditingController _controller = TextEditingController(); TextField( controller: _controller, decoration: InputDecoration( labelText: 'Kata Sandi Baru', ), ) Output penggunaan properti TextEditingController: 4. Penggunaan Properti OnChange OnChange merupakan properti TextField yang digunakan untuk dapat menangani perubahan pada nilai TextField yang sedang diinput atau dihapus oleh pengguna. Setiap perubahan pada input field akan dicatat saat developer menggunakan properti OnChange. Contoh penggunaan properti OnChange: TextField( onChanged: (value) { print(value); }, decoration: InputDecoration( labelText: 'Masukkan jawaban anda', ), ) Output penggunaan properti OnChange: 5. Penggunaan Properti OnSubmitted Dribbble.com/JackHarvatt OnSubmitted adalah properti TextField yang digunakan oleh untuk dapat menangani perubahan yang dilakukan pengguna setelah menekan tombol “Submit” atau “Done” pada keyboard. Dengan menggunakan properti ini dapat memudahkan developer dalam menginput data setelah pengguna selesai memasukkan teks. Contoh penggunaan properti OnSubmitted: TextField( onSubmitted: (value) { print(value); }, decoration: InputDecoration( labelText: 'Masukkan jawaban anda', ), ) 6. Penggunaan Properti OnEditingComplete OnEditingComplete merupakan properti TextField yang tujuannya untuk memudahkan developer dalam menentukan fungsi yang akan dipanggil ketika pengguna telah menyelesaikan pengeditan teks setelah menekan tombol “Done” pada keyboard. Pasti teman-teman bakal bertanya apa perbedaannya OnSubmitted dan OnEditingComplete? jawabannya berbeda. Karena OnEditingComplete akan dipanggil tanpa mengirimkan teks yang dimasukkan oleh pengguna. Contoh penggunaan OnEditingComplete: TextField( onEditingComplete: () { print("Teks Diterima"); }, decoration: InputDecoration( labelText: 'Masukkan jawaban anda', ), ) Kesimpulan Dengan menggunakan kombinasi TextEditingController, OnChanged, OnSubmitted, dan OnEditingComplete, teman-teman dapat membuat sebuah aplikasi yang memberikan pengalaman yang lebih interaktif. Menyimpan dan memproses data dengan lebih efisien, serta menangani aksi dari pengguna dengan lebih baik dalam aplikasi Flutter yang teman-teman kembangkan. Hal ini memberikan fleksibilitas dan kontrol yang diperlukan untuk membuat input field yang berfungsi dengan baik sesuai dengan kebutuhan aplikasi teman-teman. Kamu bisa mempelajarinya lebih lanjut dengan mengikuti kelas online gratis belajar flutter di BuildWithAngga loh!😍 Dengan belajar di BuildWithAngga kamu bisa belajar dengan mentor yang berpengalaman dan selalu siap membantu kamu untuk meningkatkan skill programming kamu. Eitss tunggu dulu, setiap kamu menyelesaikan kelasnya kamu bakal dikasih sertifikat loh!🤩 Yuk buruan belajar bersama BuildWithAngga.

Kelas Git Tutorial: Git Cheat Sheets Bahasa Indonesia di BuildWithAngga

Git Tutorial: Git Cheat Sheets Bahasa Indonesia

Hai Sobat BWA!🙌 Git adalah salah satu alat yang dibutuhkan untuk mempermudah proses pengerjaan sebuah proyek terutama jika dilakukan dalam sebuah tim. Banyak command git yang harus kalian pahami agar mempermudah pengerjaan. Beberapa command ini dapat dijalankan pada direktori proyek kalian melalui terminal atau command prompt. Simak artikel berikut sampai habis ya! Dasar-Dasar Git git init <nama-direktori> : Membuat repositori baru pada direktori tertentugit clone <nama-repositori> : Kloning sebuah repositori github ke lokal atau komputer kitagit add <nama-direktori> : Menambahkan semua perubahan pada file yang berada dalam direktori tertentu ke dalam staging area (juga dikenal sebagai index)git commit -m “<pesan commit>” : Digunakan ketika akan melakukan commit perubahan yang telah dilakukangit status : Menampilkan daftar file mana yang diubah pada working directory kitagit add : Untuk menambahkan file yang akan di commitgit diff : Menampilkan perubahan yang belum dilakukan antara indeks dan work directory kita Git Branches git branch : Menampilkan semua list branch yang ada pada suatu repositorigit branch -b <nama-branch> : Membuat branch baru dan tetap berada pada branch yang samagit checkout -b <nama-branch> : Membuat branch baru bernama <nama-branch>, sedangkan -b digunakan untuk memeriksa cabang yang sudah adagit merge <nama-branch> : Menggabungkan <branch> ke dalam branch saat inigit branch -d <nama-branch> : Untuk menghapus branch Melakukan Remote Repository git remote add <name> <url> : Untuk membuat sambungan ke repositori yang akan di remote. Setelah menambahkan remote, kalian dapat mengguanakan <name> sebagai pintasan untuk <url> pada command laingit fetch <remote> <branch> : Fetching <branch> tertentu dari sebuah repositori. Jangan gunakan <branch> jika ingin fetching semua referensi jarak jauhgit pull : Memperbarui local repository ke commit terbarugit push <remote> <branch> : Mengirimkan perubahan yang terjadi pada branch lokal ke branch sesuai pada remote repository yang ditentukan Membatalkan Perubahan yang Telah Dilakukan git revert <commit> : Membuat commit baru yang membatalkan semua perubahan yang dibuat, lalu diterapkan pada branch saat inigit reset <file> : menghapus perubahan yang belum di-commit pada file tertentu dalam repositori Gitgit clean -n : Menampilkan file mana yang akan dihapus dari working directorygit clean -f : Untuk menghapus file yang akan dihapus dari working directory Melihat Riwayat Perubahan git log : Melihat daftar riwayat revisi untuk branch saat inigit log --follow <file> : Melihat daftar riwayat perubahan untuk pada sebuah file, termasuk penggantian namagit diff <first-branch>…<second-branch> : untuk melihat perbedaan antara dua branchgit show <commit> : Menampilkan perubahan dan metadata dari commit tertentu Menulis Ulang Riwayat Git git commit --amend : mengubah atau memperbarui commit terakhir yang dilakukan dalam repositorigit rebase <base> : Mengabungkan atau memindahkan commit dari satu cabang ke cabang lainnyagit reflog : melihat riwayat referensi (reference logs) dalam sebuah repositori Kesimpulan Itulah beberapa command git yang dapat kalian sebagai acuan ketika berkolaborasi dalam pengerjaan sebuah proyek. Git memungkinkan developer untuk melacak perubahan source code dalam sebuah proyek, menyimpan riwayat perubahan, dan mengelola cabang (branch) kode dengan mudah. Sehingga para developer bisa bekerja secara bersama-sama pada berbagai fitur atau perbaikan bug tanpa mengganggu kode inti. Selain itu, Git memfasilitasi manajemen konflik, penggabungan (merge), serta penyelidikan kesalahan dengan mudah. Command git yang paling sering digunakan ketika berkolaborasi dalam mengerjaka proyek adalah git clone, git add, git branch, git commit -m “pesan commit”, git add, git pull, dan git push. Semoga artikel ini dapat bermanfaat ya! Dan bagi kalian yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Git, kalian bisa mempelajarinya secara gratis melalui BuildWithAngga loh! Jangan lupa kepoin kelas-kelasnya ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya🙌