Akses kelas selamanya

Ambil Promo
flash sale
hamburger-menu

Tips Back-End

Meningkatkan skills menjadi 1% lebih baik

Kelas Mengenal Fitur Middleware: Keamanan dalam Framework Laravel di BuildWithAngga

Mengenal Fitur Middleware: Keamanan dalam Framework Laravel

Laravel merupakan salah satu framework PHP yang sedang populer saat ini di Indonesia, dengan menawarkan berbagai fitur yang memudahkan pengembangan aplikasi web. Salah satunya adalah middleware, yang berperan penting dalam mengamankan dan mengontrol akses ke rute-rute dalam aplikasi. Sebelum itu mari kita mengenal siapakah Middleware ini dalam Laravel PHP dan apa manfaatnya?... Apa Itu Middleware dalam Laravel? Middleware adalah lapisan perantara antara permintaan route HTTP yang masuk dan action dari Controller yang akan dijalankan. Middleware memungkinkan kita untuk meakukan berbagai tugas baik itu sebelum ataupun sesudah tindakan dilakukan. Kita juga dapat menggunakan tool CLI untuk membuat sebuah Middleware dalam Laravel. Beberapa contoh penggunaan Middleware meliputi autentikasi, validasi, manipulasi permintaan, dan lainnya. php artisan make:middleware auth Manfaat dari Middleware dalam Laravel Keamanan : dalam Middleware memungkinkan kita untuk memverifikasi apakah pengguna sudah diautentikasi sebelum mengakses halaman tertentu. Dengan demikian, kita dapat melindungi data sensitif dan mengontrol hak akses pengguna.Pemfilteran Data : Middleware dapat digunakan untuk memanipulasi data permintaan sebelum sebuah action dalam controller dilakukan. Misalnya, kita dapat memeriksa terlebih dahulu data yang dikirim oleh pengguna sebelum data tersebut diproses lebih lanjut atau kita ingin memodifikasi data yang akan dikirim lalu kita dapat memeriksa ulang data yang akan dikirim oleh pengguna sebelum data tersebut diproses.Logging dan Audit : Middleware juga dapat digunakan untuk mencatat aktivitas pengguna atau melakukan audit terhadap permintaan yang masuk. Ini dapat membantu dalam pemantauan dan analisis aplikasi. Kenali bagaimana bentuk Middleware dalam Framework Laravel Setelah kita menjelajahi apa itu middleware dan apa manfaat middleware pada Framework Laravel, mari kita kenali bagaimana bentuk Middleware dan bagimana alur pembuatannya.. Ketika kita membuat Middleware secara default Middleware akan disimpan pada folder app\Http\Middleware. MengenalFiturMiddleware_BuildWithAngga Setelah kita membuat middleware hasil yang akan kita dapatkan akan seperti contoh dibawah. <?php namespace App\\Http\\Middleware; use Closure; use Illuminate\\Http\\Request; class checkStatus { /** * Handle an incoming request. * * @param \\Illuminate\\Http\\Request $request * @param \\Closure(\\Illuminate\\Http\\Request): (\\Illuminate\\Http\\Response|\\Illuminate\\Http\\RedirectResponse) $next * @return \\Illuminate\\Http\\Response|\\Illuminate\\Http\\RedirectResponse */ public function handle(Request $request, Closure $next) { // code untuk perintah yang akan dilakukan untuk mengatur akses routes return $next($request); } } Lalu kita dapat mengisi code untuk perintah menggunakan if clause sebagai contoh kali ini untuk mengecek status user apakah sudah login atau belum jika status ‘0’ atau offline dalam case ini maka akan diarahkan kembali pada halaman login. //----------------------------------------------------------------------------------------- // Melakukan Pengecekan apakah user sudah melakukan login dan status user masih 0 (offline) if (Auth::check() && Auth::user()->status === 0) { // apabila iya maka user akan logout dan diarahkan pada halaman login kembali Auth::logout(); return redirect('/login'); } //----------------------------------------------------------------------------------------- Setelah kita mengisi code untuk perintah yang akan dilakukan kita harus menambahkan middleware dalam kernel.php pada direktori App\Http . kita dapat menambahkannya pada bagian proteced $routeMiddleware = [ ... ]. protected $routeMiddleware = [ // ... 'checkStatus' => \\Illuminate\\Auth\\Middleware\\checkStatus::class, ]; Lalu langkah terakhir kita dapat menambahkannya dalam route pada direktori routes\web.php Route::get('/home', function () { // ... })->middleware('checkStatus'); Kesimpulan Dalam artikel ini, kita telah mendalami konsep Middleware sebagai unsur krusial dalam menjaga keamanan framework Laravel. Pemahaman tentang manfaat dan penerapan Middleware telah diuraikan, sambil menjelaskan fleksibilitas konfigurasi pada tingkat global, grup, atau individual untuk setiap route. Dengan memanfaatkan Middleware, tidak hanya keamanan HTTP Request dapat diperkuat, tetapi juga proses pemfilteran data dan logging/audit dapat dioptimalkan. Penggunaan Middleware memberikan kemampuan kepada pengembang untuk meningkatkan kehandalan dan keamanan aplikasi Laravel. Tool CLI Laravel turut memberikan efisiensi dalam pembuatan Middleware, memberikan kemudahan dalam tahap pengembangan dan pemeliharaan aplikasi web. Oleh karena itu, pada artikel ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang peran Middleware, tetapi juga menyoroti manfaat praktisnya dalam pengembangan ekosistem Laravel. Untuk belajar lebih lanjut tentang middleware, Kamu dapat mengikuti kelas belajar online dari Build With Angga (BWA) yang membahas tentang Laravel Middleware. Jangan Lupa untuk terus eksplorasi fitur-fitur Laravel PHP !!! Rekomendasi Kelas :Kelas Online Gratis PHP Laravel Web Development | BuildWithAngga Kelas Online Gratis Belajar Laravel di BuildWithAngga

Kelas Cara Menggunakan Method dan Function | Tutorial Golang Bahasa Indonesia di BuildWithAngga

Cara Menggunakan Method dan Function | Tutorial Golang Bahasa Indonesia

Golang, atau biasa dikenal sebagai Go, adalah bahasa pemrograman yang semakin populer di kalangan pengembang perangkat lunak. Dikembangkan oleh Google, Go menawarkan sintaksis yang sederhana, performa tinggi, dan kemudahan dalam penulisan kode. Salah satu fitur utama dari Go adalah kemampuannya untuk menggunakan method dan function secara efektif. Dalam tutorial ini, kita akan menjelaskan cara menggunakan method dan function dalam bahasa pemrograman Go dengan bahasa Indonesia. Pengenalan Method dan Function Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami apa itu method dan function dalam konteks Go. Function Function adalah blok kode yang dapat dipanggil untuk melakukan tugas tertentu. Mereka membantu dalam mengorganisasi kode Kamu dan memungkinkan untuk mengeksekusi tugas yang sama secara berulang. Dalam Go, function dideklarasikan dengan menggunakan kata kunci func, diikuti oleh nama function, daftar parameter (jika ada), dan tipe data yang dikembalikan (jika ada). Method Method adalah function yang terkait dengan suatu tipe data tertentu. Mereka memungkinkan kita untuk "mengikat" function ke tipe data, sehingga operasi tertentu dapat dieksekusi pada instance dari tipe data tersebut. Dalam Go, method dideklarasikan dengan menentukan sebuah function dan menambahkan penerima (receiver) di awal deklarasi function. Cara Membuat dan Menggunakan Function Pertama, mari kita lihat cara membuat dan menggunakan function dalam Go. Output dari program di atas akan menjadi: Cara Membuat dan Menggunakan Method Sekarang, mari kita pelajari cara membuat dan menggunakan method dalam Go. Output dari program di atas akan menjadi: Kesimpulan Dalam tutorial ini, kita telah mempelajari cara menggunakan method dan function dalam bahasa pemrograman Go. Function digunakan untuk mengeksekusi tugas tertentu, sedangkan method memungkinkan kita untuk memanipulasi data melalui tipe data yang terkait. Dengan pemahaman yang baik tentang penggunaan keduanya, Kamu dapat mengembangkan aplikasi Go yang lebih efisien dan mudah dipelihara. Semoga tutorial ini bermanfaat! Semoga dengan pemahaman Go, Kamu lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan aplikasi Go yang lebih kompleks. Jangan ragu untuk terus belajar dan menjelajahi fitur-fitur menarik dalam bahasa Go! Dan untuk pengalaman belajar yang lebih mendalam, yuk bergabung di Build with Angga dan kembangkan keterampilan pemrograman Go Kamu bersama komunitas yang solid dan dukungan dari instruktur ahli. Mari bergabung dan berkembang bersama-sama! 🚀 BuildWithAngga

Kelas Rekomendasi 5 Framework PHP untuk Pemula di BuildWithAngga

Rekomendasi 5 Framework PHP untuk Pemula

Hai Sobat BWA! Pernahkah kalian mendengar tentang bahasa pemrograman PHP? PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor dan menjadi salah satu bahasa pemrograman yang masih digunakan hingga saat ini. Karena kemudahan penggunaannya, PHP sering digunakan untuk pengembangan situs web yang dinamis dan interaktif. Saat ini, PHP tetap menjadi salah satu bahasa pemrograman yang populer dan banyak digunakan. Dan di artikel kali ini, kita akan membahas tentang Rekomendasi 5 Framework PHP untuk Pemula. Simak sampai habis ya! 1.Laravel Laravel adalah salah satu framework berbasis PHP yang populer dan digunakan secara luas di seluruh dunia untuk pengembangan sebuah aplikasi web, mulai dari situs web sederhana hingga aplikasi web yang kompleks. Framework ini cocok untuk pemula karena memiliki syntax yang mudah dipahami dan dipelajari. Laravel juga memiliki komunitas tersendiri yang bisa digunakan untuk berdiskusi tentang Laravel. Keunggulan Laravel: Mempunyai banyak fiturMemiliki dokumentasi yang lengkapMudah dipelajari untuk pemula 2. Symfony Symfony dirilis pada tahun 2005 menggunakan php5 dan disusun sesuai PSR (PHP Standard Recommendations) sehingga kualitas kode dari framework ini tidak perlu diragukan lagi. Symfony sendiri **mudah untuk diinstal dan dikonfigurasi pada banyak platform. Framework ini juga mudah untuk dikembangkan, fleksibel, dan dapat diandalkan. Keunggulan Symfony: Performa cukup tinggiDokumentasi yang jelas dan rinciTerdapat fungsionalitas testing bawaan 3. CodeIgniter CodeIgniter merupakan salah satu framework PHP yang dikenal karena kecepatan dan kehandalannya. Sama seperti Laravel, framework ini juga menerapkan MVC atau Model-View-Controller dan menyediakan seperangkat fitur yang kuat untuk membantu pengembangan aplikasi website. CodeIgniter bisa menjadi pilihan yang tepat karena ringan, mudah dipahami, dan mempunyai performa yang konsisten. Keunggulan Codeigniter: Memiliki performa yang baikSangat ringan dan efisienFleksibel dan mudah disesuaikan 4. CakePHP CakePHP adalah salah satu framework PHP yang menerapkan arsitektur MVC pertama pada awal tahun 2000an. Setiap versi terbaru yang diluncurkan telah memiliki performa yang terus meningkat dan memiliki banyak komponen baru. Framework ini sangat cocok untuk aplikasi web komersial. Keunggulan CakePHP: Memiliki fitur CRUD otomatisPembaruan teraturMemiliki beragam paket komponen 5. Slim Slim adalah salah satu framework PHP yang cocok digunakan untuk pembuatan aplikasi web yang kecil dan ringan. Berbeda dengan framework PHP lainnya, slim lebih minimalis dan mudah di kustomisasi. Framework ini biasanya digunakan untuk pengembangan API RESTful karena memiliki komponen yang bisa digunakan untuk membangun API dengan cepat dan mudah. Keunggulan Slim: Mudah untuk dipelajariRingan dan minimalisRouting yang simpel dan fleksibel Kesimpulan Nah, itulah Rekomendasi 5 Framework PHP untuk Pemula serta keunggulan dari masing-masing framework yang disebutkan. PHP masih banyak memiliki pilihan framework yang dapat dipilih untuk pengembangan aplikasi website. Bagi pemula, pemilihan framework PHP yang tepat dapat mempercepat pembelajaran dan pengembangan aplikasi website. Jadi, framework mana nih yang bakal kalian pilih? Eitss, bagi kalian yang tertarik untuk mempelajari framework PHP di atas, kalian bisa mempelajarinya secara gratis melalui BuildWithAngga loh! Jangan lupa kepoin kelas-kelasnya ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya🙌 Kelas Gratis PHP Laravel Web DevelopmentBelajar PHP Dasar Web DevelopmentKelas Gratis CodeIgniter 4

Kelas Tata Cara Membuat Migration Baru Pada Projek Laravel di BuildWithAngga

Tata Cara Membuat Migration Baru Pada Projek Laravel

Hallo sahabat ngoding Pada bagian ini kita akan berkenalan dengan salah satu yang keren pada laravel. yaitu Migration Apasihh Migration Laravel?? Migration merupakan cara untuk membuat skema database secara langsung dengan mengeksekusi kode program atau bisa disebut dengan Control Version System, bukan melalui eksekusi SQL. Dengan migration, kita bisa membuat table data dengan lebih mudah dan cepat. migration akan meng-generate file - file migration sebagai control system. Maka, kita tidak perlu menulis kode SQL untuk membuat skema database, melainkan menggunakan kode program PHP. Masih bingung? Tenang, saya harap setelah contoh berikut, Anda akan lebih memahami. Sebelum memulai pembuatan file migration, pertama sekali coba teman-teman hapus semua file migration yang sudah ada pada folder database\\migrations. Cara Membuat Migration Untuk membuat file migrasi, kita akan menggunakan Artisan CLI dengan perintah “php artisan” yang nanti akan dijalankan pada command line atau terminal. Namun, sebelum pembuatan migration, pertama kali kita perlu merancang database dengan kebutuhan kita dan sesuaikan koneksi databasenya yang bisa kita atur pada file .env. contohnya, seperti ini : DB_CONNECTION=mysql DB_HOST=127.0.0.1 DB_PORT=3306 DB_DATABASE=latihan_laravel DB_USERNAME=root DB_PASSWORD=root lalu kawan - kawan bisa membuka terminal atau Command Line, masuk ke directory project laravel kalian melalui terminal atau command line, kemudian masukan perintah dengan perinta berikut. $ php artisan make:migration nama_migration // contohnya $ php artisan make:migration create_table_murid apabila terdapat pemberitahuan bahwa file migrasi sudah terbuat dan tersimpan. Setelah itu kalian bisa membuka file migrasi yang tersimpan lalu isi seperti berikut. bigIncrements('id'); $table->timestamps(); }); } /** * Reverse the migrations. * * @return void */ public function down() { Schema::dropIfExists('murid'); } Seperti yang bisa liat , perbedaan fungsi up() dan down() terlihat jelas pada file migrasi. File migrasi yang dibuat dengan memiliki fungsi up() dan down() yang secara otomatis mengenali nama tabel yang akan dibuat. Di sisi lain, file migrasi tanpa awalan create_ memiliki fungsi up() dan down()yang masih kosong dan perlu diisi secara manual. Hal ini merupakan salah satu trik untuk mempercepat pembuatan file migrasi di Laravel. Salah satu tips penting dalam Laravel adalah mengikuti aturan penamaan yang baku. Hal ini akan memudahkan kita dalam pengembangan aplikasi. Contohnya, nama tabel dalam Laravel menggunakan kata jamak, sedangkan nama modelnya menggunakan kata tunggal. Misalnya, model dengan nama User akan dipadankan dengan tabel User. Begitu pula model dengan nama Murid akan dipadankan dengan tabel Murid . Jika kita tidak mengikuti aturan penamaan ini, kita perlu menentukan secara manual nama tabel yang berpadanan dengan model kita. Hal ini dapat menyulitkan dan membuat kode kita kurang terbaca. Melengkapi File Migrasi Tahapan berikutnya adalah melengkapi file migration kita. Pada file migration create_table_murid , lengkapi fungsi up() seperti contoh dibawah ini. bigIncrements('id'); $table->string('nama'); $table->unsignedInteger('nomor_siswa'); $table->timestamps(); }); } /** * Reverse the migrations. * * @return void */ public function down() { Schema::dropIfExists('murid'); } Mari kita bedah potongan kode program diatas. Schema::create('murid', … adalah kode program untuk membuat tabel. Parameter murid adalah sebagai nama tabel yang akan dibuat. Jika diterjemahkan ke kode program SQL maka perintah diatas sama dengan CREATE TABLE murid(....$table->bigIncrements('id') adalah kode program untuk membuat atribut id dengan ketentuan bertipe data big int, unsigned, bersifat not null, bersifat auto_increment, dan dijadikan sebagai primary key. Unsigned artinya nilainya tidak akan bisa negatif, not null artinya tidak boleh dikosongkan, auto_increment artinya akan bertambah secara otomatis ketika menambah data baru. Jika diterjemahkan ke kode program SQL maka perintah diatas sama dengan 'id' int unsigned not null auto_increment primary key .$table->string('nama') adalah kode program untuk membuat atribut name dengan ketentuan bertipe data varchar(255) dan bersifat not null. Varchar(255) artinya adalah tipe berupa rangkaian karakter dengan panjang maksimal 255 karakter, sama dengan 255 bit, karena setiap karakter membutuhkan alokasi memori sebesar 1 bit. Angka 255 adalah angka default dan bisa diganti dengan kebutuhan panjang data kita dengan cara mengubah kode program menjadi $table->string('title', 100) , untuk panjang maksimal 100 karakter. Jika diterjemahkan ke kode program SQL maka perintah diatas sama dengan 'name' varchar(255) not null.$table->unsignedInteger('nomor_siswa') adalah kode program untuk membuat atribut nomor_siswa dengan ketentuan int unsigned not null. Kita buat bersifat unsigned untuk membatasi kesalahan memasukkan data berupa bilangan negatif. Jika diterjemahkan ke kode program SQL maka perintah diatas sama dengan 'nomor_siswa' int unsigned not null$table->timestamps() adalah potongan kode untuk membuat atribut created_at dan updated_at dengan ketentuan timestamp null. Timestamp adalah tipe data untuk menyimpan tanggal dan waktu sekaligus. Null artinya tidak wajib disini. Jika diterjemahkan ke kode program SQL maka perintah diatas sama dengan 'created_at' timestamp null, 'updated_at’ timestamp null Jadi untuk potongan kode pada fungsi up() diatas jika kita menulisnya dalam kode program SQL, maka akan seperti ini. create table 'books' ( 'id' int unsigned not null auto_increment primary key, 'nama' varchar(255) not null, 'nomor_siswa' int unsigned not null, 'created_at' timestamp null, 'updated_at' timestamp null } Eksekusi File Migrasi Setelah menyelesaikan pembuatan file migrasi, langkah selanjutnya adalah menjalankannya. Kita akan menggunakan Artisan CLI untuk melakukan eksekusi. Pastikan konfigurasi koneksi database pada file .env telah diisi dengan benar sebelum menjalankan perintah berikut: php artisan migrate Apabila tidak ada pesan error yang muncul maka migration berjalan dengan benar. Maka table user dan tabel yang kalian dibuat sudah tercipta di dalam database yang terhubung. Apabila terdapat pesan error kalian coba baca dan temukan solusinya di stackoverflow atau forum lainya hehehehe. Sampai sini untuk pembuatan tabel dengan migration Merubah Nama Tabel Pada Migration Laravel Selain create kita juga bisa mengubah nama table yang kita miliki melalui migration fungsi , dengan perintah. Schema::rename('nama_table_yang_ingin_di_rename', 'nama_baru'); tapi kalian bisa juga kok buat ganti table name kalian pada fungsi up(). dan kemudian lakukan perintah php artisan migrate Menghapus Table Dengan Migration Untuk menghapus tabel dengan migration laravel, juga sudah ada fungsi atau metode nya. Schema::drop('nama_table'); Migrasi Laravel menawarkan solusi modern dan efisien untuk merancang skema database. Meskipun tidak wajib, migrasi dapat meningkatkan kolaborasi, deployment, dan kejelasan kode dalam proyek Laravel kalian. Oke Sekian penjelasan tentang migration kalian bisa kembali untuk menguliknya sendiri tentunya. Semoga bermanfaat buat kalian. See you guysss !

Kelas Struktur Kontrol dalam Go: Penggunaan If, For, dan Switch di BuildWithAngga

Struktur Kontrol dalam Go: Penggunaan If, For, dan Switch

Go, bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Google, terkenal karena kesederhanaan dan efisiensinya. Salah satu fitur yang membuat Go menjadi pilihan yang populer di antara para pengembang adalah struktur kontrol yang kuat dan mudah digunakan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi penggunaan struktur kontrol utama dalam Go: if, for, dan switch, serta bagaimana Anda dapat memanfaatkannya dalam pengembangan perangkat lunak. If Statement Statement if digunakan untuk mengevaluasi kondisi dan menjalankan blok kode jika kondisinya benar (true). Contoh penggunaannya: Anda juga dapat menggunakan if tanpa kondisi, yang akan mengevaluasi ekspresi boolean di dalamnya: Go mendukung beberapa jenis loop, tetapi yang paling umum adalah loop for. Loop for digunakan untuk mengulangi blok kode selama kondisi yang ditentukan benar. Contoh sederhananya adalah: Anda juga dapat menggunakan for untuk melakukan loop melalui elemen-elemen dalam sebuah slice atau map: Switch Statement Pernyataan switch digunakan untuk memeriksa beberapa kondisi dan menjalankan blok kode yang sesuai dengan kondisi yang terpenuhi. Contohnya seperti berikut: Anda juga dapat menggunakan switch tanpa ekspresi untuk membuat struktur percabangan yang lebih bersih: Dengan memahami penggunaan yang tepat dari if, for, dan switch dalam Go, Anda dapat menulis kode yang lebih bersih, mudah dimengerti, dan efisien. Teruslah eksplorasi dan praktikkan struktur kontrol ini dalam pengembangan perangkat lunak Anda untuk mencapai hasil yang optimal. Kesimpulan Semoga dengan pemahaman Go, Kamu lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan aplikasi Go yang lebih kompleks. Jangan ragu untuk terus belajar dan menjelajahi fitur-fitur menarik dalam bahasa Go! Dan untuk pengalaman belajar yang lebih mendalam, yuk bergabung di Build with Angga dan kembangkan keterampilan pemrograman Go Anda bersama komunitas yang solid dan dukungan dari instruktur ahli. Mari bergabung dan berkembang bersama-sama! 🚀 BuildWithAngga

Kelas Dasar-Dasar Bahasa Pemrograman Go: Variabel, Tipe Data, dan Operasi Dasar di BuildWithAngga

Dasar-Dasar Bahasa Pemrograman Go: Variabel, Tipe Data, dan Operasi Dasar

Bahasa pemrograman Go, atau biasa disebut Golang, adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Google pada tahun 2007 dan pertama kali dirilis pada tahun 2009. Go dirancang dengan tujuan untuk menyediakan kemudahan pengembangan perangkat lunak yang bersifat sederhana, efisien, dan skalabel. Dalam artikel ini, kita akan membahas dasar-dasar bahasa pemrograman Go, termasuk variabel, tipe data, dan operasi dasar. Variabel dalam Go Variabel dalam Go digunakan untuk menyimpan data yang akan digunakan dalam program. Sebelum digunakan, sebuah variabel harus dideklarasikan terlebih dahulu. Berikut adalah contoh deklarasi variabel dalam Go : var namaVariabel tipeDataContoh :var umur int var nama string Variabel juga dapat dideklarasikan dengan inisialisasi nilai:var namaVariabel tipeData = nilai: Go juga mendukung pendeklarasian variabel dengan menggunakan := operator, yang memberikan kemudahan dalam mendeklarasikan dan menginisialisasi variabel: namaVariabel := nilai Tipe Data dalam Go Go memiliki beragam tipe data yang digunakan untuk menyimpan berbagai jenis nilai. Beberapa tipe data dasar dalam Go meliputi: int: untuk menyimpan bilangan bulat. float64: untuk menyimpan bilangan desimal. string: untuk menyimpan teks. bool: untuk menyimpan nilai boolean (true atau false). Operasi Dasar dalam Go Go mendukung berbagai operasi dasar untuk melakukan manipulasi data. Beberapa operasi dasar yang umum digunakan antara lain: Aritmatika: Operasi untuk melakukan perhitungan matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.Contoh: Penugasan: Operasi untuk memberikan nilai pada variabel.Contoh :x := 10 Perbandingan: Operasi untuk membandingkan dua nilai. Contoh :x := 10 y := 5 fmt.Println(x > y) // Output: true Logika: Operasi untuk melakukan operasi logika seperti AND, OR, dan NOT. Contoh:x := true y := false fmt.Println(x && y) // Output: false Concatenation: Operasi untuk menggabungkan dua string. Contoh:str1 := "Hello" str2 := "World" hasil := str1 + " " + str2 // Output: "Hello World" KesimpulanSemoga dengan pemahaman Go, Kamu lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan aplikasi Go yang lebih kompleks. Jangan ragu untuk terus belajar dan menjelajahi fitur-fitur menarik dalam bahasa Go! Dan untuk pengalaman belajar yang lebih mendalam, yuk bergabung di Build with Angga dan kembangkan keterampilan pemrograman Go Anda bersama komunitas yang solid dan dukungan dari instruktur ahli. Mari bergabung dan berkembang bersama-sama! 🚀 BuildWithAngga

Kelas Pengenalan Dasar tentang Node JS di BuildWithAngga

Pengenalan Dasar tentang Node JS

Hai sobat BWA!🙌 Sejak diluncurkannya Node.js pada tahun 2009, banyak inovasi baru dan perubahan dalam dunia pemrograman, terutama dalam pengembangan aplikasi web. Eitss, kalian tau ga sih kalo Node.js itu bukan termasuk bahasa pemrograman loh! Node.js adalah sebuah platform yang digunakan untuk mengeksekusi program JavaScript di luar browser. Node.js diciptakan sebagai pendukung JavaScript agar lebih optimal untuk digunakan. Ingin tahu tentang Node.js lebih luas? Simak artikel ini sampai habis ya! Apa itu Node.js? Node.js adalah platform runtime yang dibangun di atas mesin JavaScript V8 yang kuat sehingga memungkinkan untuk menjalankan JavaScript di sisi server dan mengembangkan aplikasi web berbasis server dengan mudah, efisien, dan cepat. Node.js digunakan secara luas dalam pengembangan aplikasi web dan dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi seperti server web, aplikasi real-time, aplikasi berbasis mikro, dan banyak lagi. Node.js memiliki beberapa fitur utama seperti non-blocking I/O, skalabilitas, modul NPM yang kuat, dan fleksibilitas dalam pengembangan aplikasi dengan berbagai bahasa pemrograman. Platform yang dikembangkan oleh Ryan Dahl pada tahun 2009 ini cocok untuk aplikasi real-time yang membutuhkan respons cepat, seperti aplikasi chat dan streaming karena mempunyai fitur utamanya yaitu non-blocking I/O. Fitur ini memungkinkan aplikasi untuk mengelola banyak permintaan secara efisien dan cepat. Selain itu, Node.js juga menggunakan arsitektur event-driven yang memungkinkan server untuk menangani banyak koneksi secara bersamaan. Kelebihan Node.js Model non-blocking: Node.js menggunakan model non-blocking yang memungkinkan server untuk menangani banyak permintaan secara bersamaan tanpa harus menunggu permintaan selesai. Hal ini membuat Node.js sangat efisien dalam menangani beban kerja yang berat dan memberikan respons yang cepat kepada pengguna.Skalabilitas yang Baik: Node.js dirancang untuk skalabilitas yang baik. Dengan kemampuan untuk menangani banyak permintaan dalam waktu yang bersamaan, Node.js cocok untuk aplikasi yang membutuhkan skalabilitas tinggi, seperti aplikasi real-time dan aplikasi yang melayani banyak pengguna secara bersamaan.Penggunaan JavaScript di Kedua Sisi: Dengan Node.js, kalian dapat menggunakan JavaScript di sisi server maupun di sisi klien. Hal ini memungkinkan pengembang untuk menggunakan kembali kode JavaScript yang sama dan membuat pengembangan web menjadi lebih seragam dan efisien.Repositori Paket yang Kaya: Node.js memiliki NPM (Node Package Manager), yang merupakan repositori paket yang kaya dengan ribuan modul yang tersedia. Modul-modul ini memudahkan kalian untuk memperluas fungsionalitas aplikasi dengan menambahkan fitur-fitur yang sudah ada.Popularitas dan Komunitas yang Besar: Node.js telah menjadi sangat populer di kalangan pengembang dan memiliki komunitas yang besar. Dengan hal ini, kalian bisa menemukan dokumentasi, tutorial, dan dukungan dari komunitas dengan mudah untuk membantu dalam pengembangan aplikasi menggunakan Node.js. Cara Install Node.js Cara Install Node. js pada Windows 1. Buka https://nodejs.org/en/download 2.Pilih versi Node.js LTS (Long-Term-Support), lalu pilih Windows Installer dan sesuaikan dengan bit laptop/komputer kalian 3. Tunggu hingga proses download selesai kemudian jalankan installer Node.js 4. Tentukan folder untuk instalasi Node.js 5. Klik “Install” untuk memulai instalasi 6. Node.js berhasil terinstall 7. Setelah instalasi selesai, kalian bisa memeriksa versi Node.js dan NPM yang terinstall melalui command prompt dengan melakukan perintah berikut: node -v //untuk memeriksa versi Node.js npm -v //untuk memeriksa versi npm Cara Install Node.js pada macOS Buka https://nodejs.org/en/downloadPilih versi Node.js LTS (Long-Term-Support), lalu pilih macOS InstallerTunggu hingga proses download selesai kemudian jalankan installer Node.jsTentukan folder untuk instalasi Node.jsKlik “Install” untuk memulai instalasiNode.js berhasil terinstall di laptop kalianSetelah terinstall, kalian dapat memeriksa versi Node.js dan NPM dengan perintah yang sama seperti di Windows Jika kalian memiliki Homebrew pada macOS, kalian dapat langsung menginstall Node.js dengan cara berikut: 1. Buka terminal 2. Jalankah perintah brew install node 3. Setelah instalasi selesai, kalian dapat memeriksa versi Node.js dan NPM dengan perintah yang sama seperti di Windows Kesimpulan Nah, itulah Pengenalan Dasar tentang Node.js serta kelebihan dan cara install platform tersebut. Banyak kelebihan Node.js yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memilih platform ini, seperti model non-blocking, skalabilitas yang baik, penggunaan JavaScript di kedua sisi, repositori paket yang kaya, dan popularitas serta komunitas yang besar. Untuk menginstall Node.js, pada Windows dapat dilakukan melalui Windows Installer, sedangkan pada macOS dapat dilakukan melalui macOS Installer atau menggunakan Homebrew. Node.js menjadi pilihan yang kuat untuk pengembangan aplikasi web yang efisien, scalable, dan responsif. Bagi kalian yang tertarik untuk mempelajari Node.js, kalian bisa mempelajarinya secara gratis melalui BuildWithAngga loh! Jangan lupa kepoin kelas-kelasnya ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya🙌 Kelas Online Gratis Node JavaScript DasarMempelajari Struktur Data dengan JavaScript secara gratis

Kelas PHP vs Golang: Harus Pilih yang Mana? di BuildWithAngga

PHP vs Golang: Harus Pilih yang Mana?

Hello, people with the spirit of learning! Setiap kali ingin membuat proyek, pasti kita akan terlebih dahulu menentukan tech stack (kombinasi teknologi) yang ingin digunakan. Setiap teknologi yang tersedia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dianalisa dengan teliti demi terciptanya proyek yang dapat berjalan dengan baik. PHP dan Golang merupakan salah satu teknologi populer dalam banyak bidang, salah satunya Backend Web Development. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Kapan harus memilih PHP? Kapan harus memilih Golang? Kita akan bahas poin-poin tersebut dalam artikel ini. Namun, kita harus mengenal dulu apa itu PHP dan Golang, serta mengetahui perbedaannya. PHP (Preprocessor Hypertext) PHP adalah sebuah bahasa scripting bertipe dinamis yang diciptakan oleh programmer asal Denmark bernama Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Penggunaan umum bahasa PHP adalah untuk mengembangkan aplikasi web terutama di bagian server-side scripting dan juga dapat di-embed dalam kode HTML. Pada saat artikel ini ditulis, implementasi referensi PHP aktif diproduksi oleh The PHP Group. Repositori resmi PHP dapat dilihat di https://github.com/php. Golang (Go Language) Bahasa Go, atau yang biasa disebut Golang merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dibuat di Google oleh Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson pertama kali pada tahun 2009. Penggunaan bahasa Golang lebih fleksibel dibandingkan PHP yang secara umum terbatas untuk pengembangan aplikasi web, karena Golang juga sangat umum digunakan untuk mengembangkan cloud dan networking service. Sama seperti PHP, Golang bersifat open source sehingga seluruh programmer dapat berkontribusi untuk pengembangannya. Kunjungi repositorinya di https://github.com/golang/go. Perbedaan PHP dan Golang Berikut adalah perbedaan teknis antara PHP dan Golang: PHP: Bahasa scripting yang interpretedBertipe dinamis dalam implementasinya Golang: Bahasa pemrograman high-level yang dapat dicompileBertipe statis dalam implementasinya Melalui poin pertama, kita dapat melihat bahwa Golang adalah bahasa yang dapat dicompile. Artinya, sebuah compiler dapat melakukan translasi kode Golang menjadi kode mesin yang dapat dijalankan dengan sangat cepat oleh CPU dalam komputer kita. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa Golang dapat bekerja jauh lebih cepat dibandingkan PHP yang dijalankan baris per baris menggunakan interpreter. Itulah perbedaan antara bahasa yang compiled dengan interpreted. Melalui poin kedua, kita dapat melihat bahwa Golang bertipe data statis dalam implementasinya. Artinya, kita harus dengan teliti menentukan tipe data sebuah variabel agar sesuai dengan nilai yang akan disimpan didalamnya. Dalam konteks ini, performa Golang lebih unggul dibandingkan bahasa yang bertipe dinamis karena tidak perlu mengalokasikan waktu di tahap runtime (saat aplikasi berjalan) untuk menentukan tipe data apa yang sesuai dengan data di dalamnya karena itu sudah dilakukan saat proses compile. Sedangkan bahasa yang dinamis seperti PHP akan menuntut interpreter untuk menentukan tipe data yang ada pada tahap runtime. Walaupun kode Golang juga mendukung penulisan kode yang dinamis, penulisan statis tetap menjadi implementasi yang paling umum dilakukan oleh para programmer Golang. Pros and Cons Berikut adalah kelebihan dan kekurangan secara umum antara bahasa PHP dan Golang: PHP: ProsConsDukungan yang luas untuk deployment menggunakan platform shared-hosting.Dukungan komunitas yang sangat besar karena merupakan bahasa yang sudah lama dikembangkanIndependen terhadap platform. Dapat dijalankan di atas UNIX, Linux, Windows, dan lain-lain.Minim error-handling karena debugging tools yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainTidak memerlukan terlalu banyak “ceremony” (setup awal inisialisasi) proyek karena arsitektur aplikasinya dapat dirancang secara fleksibelCenderung sulit untuk maintenance karena tidak bersifat modular seperti bahasa Java atau Golang. Golang: ProsConsDukungan Garbage Collection yang memudahkan manajemen memori programBahasa pemrograman yang masih muda sehingga dukungan library masih sedikitDukungan multi-threading dalam eksekusi programCenderung lebih sulit untuk refactoring kode karena sifatnya yang statisAdanya implementasi concurrency melalui goroutines sehingga dapat menjalankan banyak task di waktu yang bersamaanPenggunaan resource yang tinggi di beberapa skenario pengembangan aplikasi When to use & when not to use PHP / Golang? Dengan kelebihannya yang dinamis, platform-independent, library yang melimpah, dan tidak memerlukan banyak setup diawal, maka PHP akan sangat cocok kita gunakan untuk melakukan Rapid Development and Prototyping (pengembangan dan prototyping yang cepat) pada proyek kita. Namun, pertimbangan terkait keamanan aplikasi PHP juga dapat membuat kita berpikir beberapa kali untuk menggunakan PHP dalam pengembangan proyek kita. Selain itu, jika kita mempertimbangkan aspek performa aplikasi dalam menangani traffic yang sangat besar, maka ada baiknya kita menghindari pengembangan aplikasi menggunakan PHP. Jika kita ingin mengembangkan aplikasi seperti real-time chat atau microservice, maka Golang adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan PHP. Karena implementasi dari kedua aplikasi tersebut sangat erat kaitannya dengan concurrency yang sangat mendukung aplikasi kita untuk menjalankan banyak task dalam waktu yang bersamaan. Namun, arsitektur aplikasi yang diimplementasikan dengan Golang biasanya akan memakan lebih banyak waktu dibandingkan PHP pada tahap inisialisasi project. Perlu diingat bahwa Golang bersifat modular dan kita harus menerapkannya dengan cermat. Selain itu, Golang juga memakan lebih banyak resource demi menjaga keunggulan performanya. Hal tersebut dapat menjadi alasan untuk kita tidak memilih Golang apabila kita memiliki keterbatasan dalam penyediaan resource. Kesimpulan Pada akhirnya, pilihan kita akan tergantung pada kebutuhan dari aplikasi. Baik PHP maupun Golang akan sangat baik digunakan apabila disesuaikan dengan kebutuhan. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi para programmer untuk menentukan teknologi apa yang harus dipakai dan dihindari dalam pengembangan proyeknya. BuildWithAngga menyediakan kelas gratis untuk kalian yang mau belajar menjadi programmer Golang dan pastinya akan membantu kalian untuk paham implementasi pengembangan aplikasi website menggunakan Golang. Ayo, akses kelasnya di sini!

Kelas Memulai dengan Go: Panduan dasar untuk pemula di BuildWithAngga

Memulai dengan Go: Panduan dasar untuk pemula

1. Pendahuluan Go, atau dikenal juga sebagai Golang, adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Google. Proyek pengembangannya dimulai pada tahun 2007 oleh Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson, tiga insinyur yang bekerja di Google, dengan tujuan untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi dalam pengembangan perangkat lunak di perusahaan tersebut. Sejarah pengembangan Go dimulai dari kebutuhan Google untuk bahasa pemrograman yang lebih efisien dalam mengatasi permasalahan skala besar yang dihadapi oleh sistem-sistem mereka. Beberapa masalah yang ingin mereka atasi meliputi kompleksitas dan waktu kompilasi yang lambat pada bahasa-bahasa pemrograman yang ada, terutama pada proyek-proyek dengan skala besar dan tim yang besar pula. Tujuan pengembangan utama dari Go adalah untuk menciptakan bahasa pemrograman yang sederhana, efisien, dan mudah dipahami bagi para pengembang. Go dirancang dengan fokus pada produktivitas, keterbacaan kode, dan kinerja yang baik, sehingga memungkinkan pengembang untuk menulis kode yang efisien dan mudah di-maintain. 2. Persiapan Berikut adalah panduan langkah-demi-langkah untuk menginstal Go compiler dan tools terkait: Unduh Paket Instalasi Go: Kunjungi situs web resmi Go di https://golang.org/dl/.Unduh paket instalasi Go yang sesuai dengan sistem operasi dan arsitektur komputer Anda. Go tersedia untuk berbagai sistem operasi seperti Windows, macOS, dan Linux, serta untuk arsitektur 32-bit dan 64-bit. Buka paket instalasi Go yang telah Anda unduh (.msi untuk Windows)Ikuti langkah-langkah panduan instalasi yang muncul di layarPilih direktori tempat Go akan diinstal. Secara default, Go akan diinstal di C:\\Go. Anda bisa mengubahnya jika diperlukanTunggu hingga proses instalasi selesai Verifikasi Instalasi: Buka terminal atau command promptKetikkan perintah ***go version*** untuk memastikan bahwa Go telah terinstal dengan benar. Anda seharusnya melihat versi Go yang telah diinstal. 3. Dasar-dasar Bahasa Go: Variabel dan Tipe Data: Di Go, Anda mendefinisikan variabel menggunakan kata kunci ***var***. Tipe data variabel dinyatakan setelah namanya. Go juga memiliki kemampuan untuk menyimpulkan tipe variabel secara otomatis menggunakan operator :=. Tipe Data Dasar: Go memiliki tipe data dasar seperti string, integer, float, boolean, dan beberapa tipe data lainnya. Tipe data numerik dapat dinyatakan dengan presisi tertentu seperti *int*, *int64*, *float32*, dll. Operator Dasar: Go mendukung operator-aritmatika (+, -, *, /, %), operator-perbandingan (==, !=, >, <, >=, <=), operator-logika (&&, ||, !), dan beberapa operator lainnya yang umumnya digunakan dalam bahasa pemrograman. Struktur Dasar Program: Program Go diawali dengan fungsi *main()* yang merupakan titik masuk eksekusi program. Program Go diorganisir dalam paket, dan setiap file Go harus dimulai dengan deklarasi paket. Arrays, Slices: Perbedaan antara array dan slice dalam Go Array: Array adalah struktur data dengan ukuran tetap yang terdiri dari elemen-elemen dengan tipe data yang sama.Setelah sebuah array dideklarasikan, ukurannya tidak dapat diubah. Contoh : Slice: Slice adalah struktur data yang fleksibel dengan ukuran dinamis yang memungkinkan penambahan atau pengurangan elemen sesuai kebutuhanSlice merupakan tampilan (view) atau bagian dari array yang sesungguhnya Contoh kode untuk slice: Perbedaan utama antara array dan slice adalah bahwa array memiliki ukuran tetap, sedangkan slice memiliki ukuran dinamis dan dapat tumbuh atau menyusut sesuai kebutuhan. Dalam contoh kode di atas, Anda dapat melihat bahwa slice memungkinkan penambahan elemen dengan menggunakan fungsi append(), sedangkan array tidak memiliki fungsi serupa karena ukurannya tetap. Semoga dengan pemahaman Go, Anda lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan aplikasi Go yang lebih kompleks. Jangan ragu untuk terus belajar dan menjelajahi fitur-fitur menarik dalam bahasa Go! Dan untuk pengalaman belajar yang lebih mendalam, yuk bergabung di Build with Angga dan kembangkan keterampilan pemrograman Go Anda bersama komunitas yang solid dan dukungan dari instruktur ahli. Mari bergabung dan berkembang bersama-sama! 🚀 https://buildwithangga.com/

Kelas 10 Extensions Visual Studio Code Membantu Produktifitas Website Developer di BuildWithAngga

10 Extensions Visual Studio Code Membantu Produktifitas Website Developer

Halo, Sobat Developer! Di dunia yang serba cepat ini, siapa sih yang tidak ingin bekerja dengan lebih efisien? Terutama bagi kalian, para developer memiliki alat yang tepat akan sangat membantu dalam pengerjaan suatu project betul tidak? Nah, di sinilah Visual Studio Code (VSCode) akan mempermudah kamu. Sebagai salah satu code editor yang paling banyak digunakan, VSCode menawarkan berbagai extension yang bisa membuat pekerjaan kita sebagai developer menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dalam artikel ini, saya ingin mengajak kalian untuk mengeksplorasi 10 extension di VSCode yang akan membantu kita dalam berkerja. Dari extension yang membuat code kita menjadi tertata rapi, hingga extension yang mempermudah kita debuging codingan kita, Siap untuk menemukan extension yang mungkin selama ini kamu cari? Yuk, kita simak pembahasannya! 🚀💻 1. Prettier - Code Formatter Nah, di list yang pertama ini ada Prettier - Code Formatter Bagi kalian yang sering menggunakan HTML, CSS, hingga JavaScript, Prettier ini berfungsi untuk merapikan codingan kamu. Prettier akan membuat setiap baris code yang kamu tulis tidak hanya berfungsi dengan baik, tapi juga terlihat cantik dan rapi. Hal ini membuat codingan kita dapat dibaca dengan lebih mudah dan dipahami, baik oleh kamu atau developer lainya yang ingin melihat codinganmu. Manfaat Extension Prettier: 🌟 Membuat codingan Menjadi Estetik: Prettier akan membantu membuat codingan kamu menjadi lebih estetik, kamu hanya perlu klik ctrl + s (save). Maka codingan kamu akan tertata dengan rapi.✨ Efisiensi Waktu: Dengan Prettier, kamu bisa lebih fokus dengan memecahkan permasalahan yang ada di codingan kamu, Bukan lagi dalam penataan codingan kamu. Sangat menghemat waktu bukan?🎨 Support berbagai bahasa pemrograman: Prettier mendukung berbagai bahasa pemrograman populer, jadi satu extension untuk banyak kebutuhan.🔧 Mudah Diatur: Prettier fleksibel dan bisa kamu sesuaikan dengan standar codingan timmu. Install, set-up, dan biarkan ia bekerja. Dengan Prettier, setiap baris code yang kamu tulis bukan hanya akan efisien dalam performa, tapi juga memanjakan mata siapa pun yang melihatnya🚀✨ 2. Live Server Nah di list yang ke dua ini ada, Live Server yang akan membuat proses pengembangan web kamu jadi lebih lancar dan menyenangkan. Bayangkan, kamu bisa langsung melihat perubahan yang kamu buat pada code HTML atau CSS di browser secara real-time. Yup, tidak perlu lagi bolak-balik refresh halaman webmu. Live Server ini bakal membantumu dalam mengecek perubahan desain atau fungsionalitas halaman web yang sedang kamu garap. Simpel, efektif, dan tentunya, menghemat banyak waktu! Keuntungan Menggunakan Live Server: 🚀 Preview Real-Time: Lihat langsung perubahan pada halaman webmu tanpa perlu refresh manual.🔄 Live Reload Otomatis: Setiap kali kamu menyimpan perubahan pada codingan kamu, Live Server akan otomatis memuat ulang halaman.💡 Efisiensi Waktu: Menghemat waktu dalam proses pengembangan, karena kamu bisa langsung melihat perubahanya. Well, Live Server membantumu dalam mengerjakan suatu project menajdi lebih cepat dan menyenangkan. Let's code and see the magic happen! 🌟💻 3. Bracket Pair Colorizer Pernahkah kamu merasa kebingungan mencari bracket pair yang susah di banyaknya baris code? Nah, Bracket Pair Colorizer hadir sebagai solusi cerdas untuk masalah ini. Bayangkan setiap kurawal, atau bracket di code kamu diberi warna berbeda. Seperti pelangi yang mewarnai langit, extension ini akan mewarnai codinganmu, membuat setiap bagian menjadi jelas dan mudah dikenali. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang membuat navigasi dan pengelolaan code yang kompleks menjadi lebih mudah. Dengan Bracket Pair Colorizer, setiap sesi coding jadi lebih efisien dan mengurangi risiko kecil yang bisa jadi besar, seperti kesalahan dalam menyusun kurung. Kegunaan Bracket Pair Colorizer: 🌈 Membuat codinganmu menjadi berwarna: Masing-masing tag, atau bracket mendapat warna berbeda, membuatnya mudah dilihat.🧭 Navigasi yang Mudah: Dengan warna yang berbeda, mencari kesalahan dalam struktur code jadi lebih cepat dan mudah.👀 Mengurangi Kesalahan dalam Coding: Warna yang berbeda membantu mengurangi kesalahan dalam codingan seperti kurung yang tidak tertutup atau tidak sesuai. Bracket Pair Colorizer ini membuat codingan kamu menjadi jelas dan indah dalam setiap baris code yang kamu tulis. 4. Auto Rename Tag Pernah gak sih, saat kamu asik mengedit code HTML atau XML, lalu tiba-tiba sadar kalau ada tag yang belum kamu ganti namanya? Nah, Auto Rename Tag di sini berfungsi secara otomatis mengganti nama tag pembuka dan penutup sesuai dengan perubahan yang kamu lakukan. Bayangkan, kamu mengubah satu tag, dan voila! Tag pasangannya juga berubah. Tidak perlu lagi khawatir tentang tag yang tidak sinkron atau kesalahan kecil yang bisa membuatmu pusing. Berikut beberapa manfaat extension ini: 🔄 Menyingkronkan Tag yang Kamu Ubah: Ubah satu tag, dan tag pasangannya juga ikut berubah secara otomatis.⏰ Hemat Waktu: Mengurangi waktu kamu untuk mencocokkan tag pembuka dan penutup.🛠️ Kurangi Kesalahan: Dengan Auto Rename Tag, risiko kesalahan seperti tag yang tidak tertutup atau tidak konsisten jadi berkurang.💡 Efisiensi Tinggi: Codingan lebih cepat selesai, lebih rapi, dan tentunya lebih mudah dibaca. Dengan Auto Rename Tag, setiap kali kamu merubah sebuah tag, keseluruhan proses jadi lebih cepat, lebih efisien, dan pastinya lebih mudah.🌟🛠️ 5. ESLint Next, untuk extension yang ke lima ini berfungsi untuk menjadikan code JavaScript-mu lebih bersih dan berkualitas. ESLint merupakan extension yang akan membantumu dalam menjaga kualitas codingan kamu. ESLint adalah JavaScript yang terintegrasi langsung ke dalam Visual Studio Code (VSCode). Jadi, extension ini akan dengan pintar mengidentifikasi dan menyoroti masalah dalam code JavaScript-mu, bahkan sebelum code tersebut dijalankan. Extension ini bukan hanya mebantu mu dalam menemukan error dalam codinganmu, namun juga membantu mu untuk memberikan solusi dari setiap permasalahan yang ada dalam codinganmu. Berikut beberapa manfaat extension ini : 🚀 Memperbaiki kualitas codinganmu: Dengan bantuan ESLint, kamu akan selalu membuat code yang lebih bersih dan berkualitas.🧐 Mendeteksi permasalahan yang ada dalam codinganmu: ESLint membantu kamu menemukan masalah dalam codinganmu sebelum codingan tersebut dijalankan.🧰 Otomatis Memperbaiki Codinganmu: ESLint tidak hanya menunjukkan masalah, tapi juga memberikan solusi untuk memperbaikinya. Dengan ESLint, kamu akan menjadi seorang developer yang lebih tangguh dalam menghasilkan code JavaScript yang handal dan berkualitas. 6. Code Runner Code Runner adalah extension yang akan membantu kamu dalam pengembangan perangkat lunak. Extension ini memungkinkanmu untuk menjalankan code dalam berbagai bahasa pemrograman secara instan, tanpa perlu keluar dari VSCode. Di samping itu, Code Runner menampilkan hasil pengujian code dengan cepat, dan menghemat waktumu. Berikut beberapa manfaat utamanya: 🚀 Mengeksekusi Code dengan Cepat: Menjalankan code hanya dalam beberapa klik, meningkatkan efisiensi pengujian dan debugging.🌐 Support Beberapa Bahasa Pemrogaman: Code Runner mendukung berbagai bahasa pemrograman, memungkinkanmu untuk bekerja dalam bahasa yang kamu kuasai. Dengan Code Runner, pengujian dan eksekusi code kamu akan lebih efisien dan menyenangkan.🏃‍♂️ 7. Path Intellisense Kalian tentu pernahkan saat mengerjakan sebuah project bingung mencari file-file yang dibutuhkan? Perkenalkan extension yang satu ini, Path Intellisense hadir sebagai extension yang mengatasi masalah ini. Extension ini menyediakan fitur autocompletion untuk jalur file, sehingga saat kamu mengetik alamat file, Path Intellisense akan dengan cerdas menampilkan pilihan file yang sesuai. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi menghafal jalur-jalur file yang panjang atau mencarinya secara manual. Di samping itu, ada beberapa manfaat tambahan: 🚀 Navigasi yang Cepat: Path Intellisense membuat navigasi file dalam proyekmu menjadi lebih cepat dan efisien.📂 Memudahkan saat digunakan pada Project Besar: Extension ini ideal untuk digunakan dalam project-project besar dengan banyak file dan folder.🎯 Menghindari Kesalahan: Mengurangi risiko kesalahan karena kamu tidak perlu mengetik jalur file secara manual. Dengan Path Intellisense, proses mencari dan menavigasi file dalam proyekmu akan menjadi lebih mudah dan efektif.🌟📁 8. CSS Peek Pasti kalian sering menemukan tantangan dalam mengulik code CSS kalian? Nah, extension CSS Peek ini merupakan extension yang akan membuat proses dalam menavigasi code CSS dengan cepat dan mudah. Tidak hanya itu berikut adalah beberapa manfaat dari extension tersebut : 🚀 Menemukan Deklarasi CSS dengan Mudah: Dengan CSS Peek, kamu dapat dengan mudah menemukan deklarasi CSS untuk elemen yang spesifik tanpa harus mencari-cari manual.🌈 Melihat Sumber Code CSS di HTML: Extension ini memungkinkan kamu melihat code sumber CSS yang terhubung dengan elemen HTML tertentu dengan sekali klik.👁️ Membantu Dalam Mencari Hubungan Element dengan Code CSS: Memudahkan dalam memahami hubungan antara elemen HTML dan code CSS yang berkaitan. Dengan bantuan CSS Peek, kamu akan mudah dalam mengelola dan menavigasi code CSS akan menjadi jauh lebih baik. 9. GitLens Jika kamu mencari cara untuk lebih memahami history dan perubahan code dalam project kamu, GitLens adalah extension yang tepat untukmu. Extension ini membawa fitur bawaan Git di Visual Studio Code (VSCode) dengan beragam fitur hebat, seperti tracking perubahan code kamu, riwayat perubahan, dan banyak lagi. Tidak hanya itu, berikut adalah beberapa manfaat utamanya: 🕵️ Tracking Perubahan Codinganmu: GitLens memungkinkan kamu untuk melacak setiap perubahan code, mengetahui siapa yang merubahnya, dan kapan perubahan itu terjadi.📜 History Perubahan: Kamu dapat menjelajahi riwayat perubahan codinganmu dengan mudah, melihat semua revisi, dan membandingkannya.🙌 Memudahkan dalam Berkolaborasi dengan Tim: Membantu dalam bekerja sama dengan tim, karena kamu dapat melihat kontribusi setiap anggota tim dengan mudah. Dengan GitLens, kamu akan mudah dalam melacak codinganmu yang lebih jelas dan mendalam, memungkinkanmu untuk mengelola versi code dengan lebih baik dan berkolaborasi dengan tim secara efisien.🌟🧑‍💻👩‍💻 10. CSS Flexbox Cheatsheet Ketika berurusan dengan desain tata letak dalam CSS, ilmu tentang Flexbox adalah kunci untuk menciptakan tampilan yang responsif dan rapi. Well berbicara soal flexbox, CSS Flexbox Cheatsheet hadir sebagai extension yang akan membantumu menguasai konsep-konsep Flexbox dengan mudah. Inilah beberapa manfaat utamanya: 🎯 Memberi Gambaran Jelas Terkait Properti Flexbox Pada CSS: Cheatsheet ini memberikan gambaran jelas tentang properti Flexbox dan bagaimana cara menggunakannya.📈 Menyederhanakan Code CSS: Dengan pemahaman yang baik tentang Flexbox, kamu dapat menyusun code CSS dengan lebih efisien.📱 Responsifitas: Menggunakan Flexbox membantumu membuat tampilan yang responsif untuk berbagai perangkat. Extension ini sangat berguna untuk membantumu menguasai Flexbox, sehingga dapat meningkatkan keterampilan desain tata letak dan menciptakan tampilan web yang lebih baik. Kesimpulan Well, tidak terasa kita telah menjelajahi 10 ekstensi Visual Studio Code yang sangat membantu produktivitas para developer. Dari Prettier yang membantu merapikan setiap baris codingan hingga GitLens yang mempermudah pelacakan perubahan dalam codingan, setiap ekstensi memberikan nilai tambah yang luar biasa dalam pengembangan perangkat lunak. Selain itu, dengan adanya CSS Flexbox Cheatsheet, kita dapat menguasai konsep-konsep Flexbox dengan lebih mudah, meningkatkan keterampilan tata letak desain, dan menciptakan tampilan web yang lebih responsif. Nah, buat kamu yang ingin terus mengembangkan keterampilan dalam dunia web development, saya ingin mengajakmu untuk bergabung di kelas BuildWithAngga. Di sana, kamu dapat memperdalam pengetahuan dan keterampilanmu dalam pengembangan perangkat lunak. Jadi, jangan ragu untuk mendaftar dan terus meningkatkan kemampuanmu. Selamat bertemu dikelas! 🚀💻