Kreatifitas seorang Desainer tidak semata-mata muncul hanya karena bakat alami. Untuk tetap menjadi kreatif, Desainer harus berada di lingkungan yang suportif, mempunyai Mentor yang berpengalaman, terus mencari inspirasi dari buku atau sumber termudah saat ini yaitu internet. Kali ini kami berikan tips untuk menambah pengetahuan desain dari sumber-sumber yang sudah biasa kita temui sehari-hari. Tren di industri kreatif saat ini berkembang begitu cepat, maka agar bisa survive, Anda sebagai Desainer harus bisa fleksibel menyesuaikan diri dengan segala update yang sesuai kebutuhan kerja. Akan selalu ada inovasi agar kita bisa mendesain lebih efisien, entah itu terkait tool atau proses desain  terbaru. Dengan tips berikut, Anda bisa selalu mengikuti tren dan tentunya mengaplikasikannya untuk pekerjaan. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. 😊

Finding Inspiration in Popular Platform

By: Thor Schroeder

Dalam sebuah aplikasi, pengalaman pengguna adalah hal terpenting. UI Designer sudah pasti terlibat di dalam prosesnya karena tampilan antarmuka atau UI adalah hal pertama yang menjadi fokus pemakaian aplikasi pertama kali. Bila pengguna merasa tidak 'sreg' dengan desain, pengguna bisa seketika menutup aplikasi dan membuka aplikasi serupa milik kompetitor, atau the worst scenario yang mungkin terjadi, mereka bisa uninstall aplikasinya. Maka, semua aspek visual (button, proximity, balance, contrast, dll) harus dipikirkan secara terstruktur  agar aplikasi nyaman digunakan. Agar paham UI seperti apa yang laku di pasaran, Anda bisa cari inspirasi pada platform khusus para seniman kreatif di dunia seperti Behance dan Dribbble. Kedua platform ini mudah dipakai seperti sosial media pada umumnya. Anda pun bisa pamer portofolio desain aplikasi/web dan mencari kerja dengan mengubah status menjadi "Hire Me". Ada segudang inspirasi desain pada platform tersebut untuk terus memotivasi diri menjadi desainer yang lebih baik lagi. Selain itu, desain baru yang Anda temukan tentunya bisa langsung diaplikasikan pada projek Anda pribadi dengan metode ATM.

Learn from Case Study

By: UX Indonesia.

Mempelajari desain tidaklah cukup dengan mengetahui komponen-komponen pembangunnya saja secara terpisah, tapi juga harus mengetahui prosesnya secara menyeluruh dari pre-production sampai post-production. Membaca case study di Medium bisa jadi cara mengenal proses desain yang menyenangkan. Tidak seperti text book, pembahasannya di Medium ringan untuk dibaca dan menarik karena sering dilengkapi gambar atau animasi yang interaktif. Membangun case study bisa jadi sarana yang efektif untuk menggaet klien dari mana saja. Selain itu, case study adalah salah satu cara yang baik untuk mendokumentasi suatu projek. Melalui case study, Anda bisa melihat bagaimana proses berpikir Desainer saat membangun tampilan aplikasi, apa saja pertimbangan yang dipilih entah itu berdasarkan data (kualitatif dan kuantitatif) saat research atau mungkin ada aspek-aspek lain yang mempengaruhi saat app development. Di sisi lain, Desainer pemula bisa belajar banyak dari sebuah case study karena bisa belajar proses desain sebenarnya dari orang yang lebih berpengalaman secara mudah dan gratis.

Figure Out How Design Works in Apps

By: freestocks

Cara terdekat memahami desain adalah dengan sering memakai aplikasi untuk kebutuhan sehari-hari. Saat ini apa pun serba mobile, banyak hal yang bisa dilakukan secara singkat lewat aplikasi. Jadi bila ingin menjadi UI Designer yang profesional, ada baiknya Anda memang secara aktif memakai aplikasi yang sama setiap hari. Dengan begitu Anda bisa memahami user journey dan tampilan yang tepat untuk kondisi dan waktu yang berbeda berdasarkan pengalaman Anda pribadi. Selain itu, cobalah untuk download beragam aplikasi di handphone Anda. Cara ini bisa menyegarkan pikiran Anda saat sedang merasa stuck merancang UI. Referensi aplikasi bisa sangat beragam, dari yang lokal sampai mancanegara. Dengan melihat aplikasi buatan orang lain, Anda bisa belajar menilai kekurangan dan kelebihan Anda saat mendesain. Dan kebiasaan tersebut bisa pula memunculkan inspirasi baru yang bisa Anda pakai untuk pembuatan projek desain berikutnya.

Enroll Design Course to Build Real-World Projects

By: Avel C.

Menjadi Desainer profesional itu butuh proses panjang dari mulai menguasai dasar sampai membangun karya-karya yang bisa dikumpulkan ke dalam satu portofolio. Setelah menguasai dasar, mungkin bisa dari buku cetak atau sumber online, langkah tepat berikutnya adalah mengikuti kelas yang memiliki case study  projek yang benar-benar dipakai di dunia nyata. Sudah banyak kelas Desain yang tersedia baik itu online atau offline, yang memungkinkan konsultasi projek bersama Mentor bahkan sampai penyaluran kerja setelah case study diselesaikan. Dengan bergabung di kelas, Anda bisa terus semangat dan belajar jadi lebih terarah. Pilihlah kelas yang sesuai minat dan bakat agar portofolionya nanti bisa langsung dipakai untuk mencari pekerjaan impian. BuildWith Angga bisa menjadi pilihan untuk Anda yang ingin membuat projek desain yang cantik dan fungsional. Materi yang ada pun beragam diantaranya tentang prototype dengan Adobe XD, membuat UI Animation atau tutorial lengkap UI Design di Figma. Case study yang Anda buat di kelas, nantinya bisa Anda susun menjadi portofolio dan tampilkan di platform online agar mudah diakses siapa pun, termasuk  calon rekruter atau klien yang bisa jadi adalah rekan kerja Anda di masa depan.