Hello people with the spirit of learning! Flutter merupakan SDK yang dikembangkan oleh Google untuk membangun aplikasi Android, iOS, Website, dan Desktop dalam single codebase. Sejak pertama kali diluncurkannya, hingga saat ini Flutter sudah digunakan oleh berbagai perusahaan besar seperti Alibaba, Tencent, Ebay, Grab, dan masih banyak lainnya.

Namun, banyak developer pemula yang masih kebingungan bagaimana cara belajar Flutter secara efisien. Pada artikel kali ini, saya akan membagikan tips kepada kalian bagaimana cara yang efisien untuk belajar flutter.

Konsep OOP

Hal yang pertama perlu kita pelajari untuk menjadi seorang Flutter Developer adalah Konsep Object Oriented Programming (OOP). Karena di dalam Flutter hampir semua Widgets menggunakan konsep OOP, sehingga mudah digunakan secara berulang kali.

Basic Widgets

Setelah kita paham konsep OOP, hal berikutnya yang perlu kita pelajari adalah Basic Widgets yang ada di dalam Flutter. Seperti AppBar, Container, Text, Image, BottomNavigationBar, dan widget-widget lainnya. Karena nantinya widget-widget tersebut akan sering kita gunakan saat membuat aplikasi menggunakan Flutter.

Layouting

Kemudian, setelah mempelajari basic widgets, hal yang berikutnya kita pelajari adalah bagaimana cara membuat layout yang baik pada Flutter. Menurut saya belajar layouting ini sangat penting dalam proses development aplikasi kita. Karena seringkali terdapat UI Design yang memiliki layout yang sulit diimplementasi, sehingga kita harus lebih kreatif dalam melakukan slicing layout pada aplikasi.

State Management

Hal berikutnya yang perlu dipelajari adalah State Management. Kita bisa belajar menggunakan berbagai API baik yang sederhana seperti setState pada Stateful Widget, ataupun Plugin State Management seperti Provider, BLoC, dan GetX. Dengan adanya State Management, data-data pada aplikasi kita dapat dikelola dengan baik.

Consume API

Yang terakhir adalah Consume API. Kita bisa menggunakan berbagai API yang disediakan secara global atau membuatnya sendiri dengan teknologi Backend seperti Firebase, Laravel ataupun Node Js. Dengan menggunakan Consume API, data yang ada pada aplikasi kita bisa lebih dinamis.

Bagaimana? Apakah kalian sudah siap menjadi seorang Flutter Developer Profesional?

Jika kalian tertarik untuk mempelajari Flutter lebih lanjut, kalian bisa mengikuti kelas Fullstack Laravel Flutter E-Commerce App. Pada kelas ini kita akan belajar membuat aplikasi menggunakan Flutter dan Laravel dengan studi kasus toko online, yaitu mulai dari implementasi desain yang sudah disediakan, menambahkan consume API, dan juga menguploadnya ke Play Store agar dapat mencapai target pasar kita.