Pengembangan aplikasi merupakan suatu alur yang kompleks di mana banyak pihak yang terlibat agar prosesnya berjalan mulus seperti penentuan desain, sistem database, prototype, integrasi API, dan lainnya. Bagi kalian App Developer pemula, bisa jadi bingung untuk mulai belajar dari mana. Menguasai tool dasar adalah fundamental penting agar kamu nantinya bisa bekerja secara efisien. Tidak perlu cemas akan biaya yang mahal, banyak tool gratis yang bisa digunakan guna melancarkan proses coding dan berkolaborasi dengan pihak lain seperti Designer dan Product Manager. Berikut informasi lengkapnya, semoga bermanfaat! 😊

Build codebase with Visual Studio Code

By: Wikipedia

Secara umum, aplikasi mobile bisa dibangun menggunakan berbagai pilihan bahasa pemrograman seperti Kotlin, Javascript, C#, dan Dart. Pada mulanya, banyak yang memakai Android Studio untuk membangun aplikasi lewat coding. Namun, saat ini sudah ada tool yang lebih modern bernama Visual Studio Code (VS Code) yang memungkinkan proses membuat logika data lebih mudah karena ukurannya yang lebih ringan. VS Code adalah suatu IDE (Integrated Development Environment), sebuah tool lengkap bagi Developer untuk menulis source code saat membangun sebuah aplikasi mobile. Dengan VS Code, aplikasi yang dihasilkan bisa dipakai untuk Android dan iOS. Menjalankan VS Code terbilang mudah yakni hanya dengan menginstal Android SDK. VS Code lebih terasa ringan dipakai ketimbang saat coding lewat Android Studio, dan juga tampilan VS Code minimalis sehingga nyaman saat dipakai.

Prototype your app with Framer

By: Framer

Sebagai Developer, penting untuk mengetahui proses prototype agar aplikasi bisa dibangun sesuai rencana awal projek, tanpa perlu melalui banyak revisi. Dengan Framer, Developer bisa memahami keseluruhan bagian desain untuk aplikasi yang akan dibangun, meliputi layout, komponen UI, interaction, dll. Sederhananya, saat prototype Developer seperti melihat bentuk desain yang real buatan Designer dan mencoba mengecek apakah desain aplikasinya bisa direalisasikan pada saat melakukan coding. Bila ditemukan kekurangan pada desain, improvement bisa diberikan melalui pemberian feedback dari para pihak yang terlibat pada proses pengembangan. Framer membuat kolaborasi prosesnya menjadi lebih mudah, karena tim bisa langsung memberikan komentar dan editing secara bersamaan pada hasil prototype.

Develop easily with service from Firebase

By: Firebase

Firebase adalah BaaS (Backend as a Service), sebuah paket layanan komplit buatan Google untuk memudahkan pekerjaan Developer. Dengan Firebase, Developer bisa fokus menciptakan dasar sistem pemrograman yang baik untuk aplikasi, dan Firebase yang akan mengurus bagian-bagian lain seperti analytic, file storage, dan authentication. Benefit ini tentunya sangat menguntungkan Developer karena bisa mempercepat proses pengembangan, terutama saat membuat aplikasi yang berskala besar dengan kebutuhan maintenance dan update fitur yang harus sering dilakukan. Selain itu, integrasi Google Analytics pada Firebase sangat bermanfaat di era digital saat ini. Singkatnya, Developer dapat dengan mudah memantau user behavior, yang mana nantinya bisa dipakai untuk menambah fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna aplikasi.

Build API with Postman

By: Postman

Postman digunakan oleh Developer untuk mengembangkan, mengetes, hingga memonitor API (Application Programming Interface) lebih cepat. Melalui Postman, Developer bisa menggunakan banyak tool untuk menyederhanakan proses integrasi API yang mencakup proses create, import, generate, sync, dan validate data. Secara sederhana, dengan Postman Developer bisa mengatur alur sistem dari beberapa platform berbeda saat proses pemindahan data yang sama. Logika data cukup dibangun sekali, dan nantinya bisa digunakan secara berulang saat dibutuhkan. Postman bisa juga membantu Developer mendokumentasikan API secara terstruktur, dan hal ini tentunya dapat mempermudah maintenance aplikasi yang umumnya bisa dilakukan oleh beberapa Developer sekaligus.

Collaborate effectively with Zeplin

By: Zeplin

Saat membuat aplikasi, kolaborasi yang baik antara Designer, Developer, dan seluruh tim pengembangan adalah hal utama. Bagi kalian Developer pemula, silahkan coba Zeplin untuk mempermudah proses karena lewat Zeplin, tim bisa tahu progres pekerjaan pada satu tempat yang sama. Developer bisa mulai membangun sistem back-end setelah paham keseluruhan desain aplikasi. Designer harus memasang plugin Zeplin pada aplikasi desain yang mereka pakai dan menginfokannya ke Developer. Melalui Zeplin, Developer akan mengecek hasil desain dan bila perlu akan memberi saran guna memudahkan proses coding dengan tetap mengikuti styleguide yang sudah dirancang Designer. Pengembangan akan memakan banyak waktu dan tenaga dimulai dari tahap pre-production sampai post-production. Maka dari itu, alangkah baiknya bila tim mengintegrasikan semua aplikasi komunikasi yang dipakai agar segala update bisa terpantau dengan baik.

Design handoff with Figma

by @figmadesign

Figma adalah tool praktis untuk mengkomunikasikan desain kepada Developer atau yang biasa dikenal dengan istilah design handoff. Sudah banyak sekali perusahaan dunia yang memakai Figma karena banyak sekali fitur bermanfaat yang bisa dipakai untuk brainstorming bersama tim pengembangan aplikasi. Hanya dengan mengakses Figma lewat website, Developer bisa mendapat akses penuh desain. Mereka bisa tahu apa saja screen, komponen user interface, copy yang dipakai sampai coba prototype atau model uji coba aplikasi. Prototype perlu diuji langsung ke pengguna melalui usability testing, dan bila dinilai berhasil maka proses akan berlanjut dengan mengekspor assets dari Figma ke VS Code. Menjadi Developer menguasai ilmu desain bukanlah hal wajib, namun dengan mengenal design tool modern seperti Figma, Developer jadi bisa lebih memahami proses desain dan pengerjaan aplikasi tentunya lebih hemat uang dan waktu.